Batam, Posmetrobatam.co: Sorak tepuk tangan memecah Atrium Mall Botania 2, Batam, Sabtu (1/8). Di atas tatami Spider Challenge 2026: Kejuaraan Jiujitsu Antar Dojo se-Provinsi Kepulauan Riau, seorang prajurit berdiri tegak. Tatapannya tenang. Napasnya teratur. Tangannya menggenggam erat medali emas yang baru saja diraih. Dialah Michael Jhon Edi Syahputra Purba, peraih medali emas (Juara I) kelas Adult -62 Kg Jiujitsu Putra.
Kemenangan itu bukan sekadar tentang berdiri di podium tertinggi. Ini adalah jawaban atas latihan panjang. Atas peluh yang jatuh setiap hari. Atas rasa lelah yang tak pernah dijadikan alasan untuk berhenti. Dan, tentang semangat pantang menyerah.
Langkah Jhon dalam mencapai final bukan hal mudah. Sistem round robin dengan pembagian grup, Jhon harus bertanding beberapa kali untuk mencapai titel dua besar grup. Di grup A itu, Jhon menjadi runner up dengan menelan satu kali kekalahan. Ia menjadi runner up untuk maju di partai semifinal. Ia harus berhadapan dengan atlet pemenang dari Grup B. Hasilnya, Jhon menang dan masuk ke final.
Di partai final, ia kembali berhadapan dengan Dika, atlet Juara Grup A-yang berhasil mengalahkan atlet runner up Grup B. Menghadapi Dika, salah satu atlet terbaik Kepri ini, Jhon menyusun strategi matang. Ia tak lagi mau menelan kekalahan dari Dika seperti di babak penyisihan. Hasilnya, Jhon benar-benar mampu memperlihatkan semangat juangnnya. Hingga akhirnya, di babak final itu, Jhon berhasil membalasnya dengan kemenangan poin. Jhon berhak atas medali emas.
Michael lahir pada 6 Juli 2005. Di usia yang masih muda, ia telah mengemban tanggung jawab sebagai Sersan Dua TNI Angkatan Darat, bertugas di YONIF TP 849/Beladau Sakti, Lingga. Seragam loreng yang dikenakannya mengajarkan arti disiplin. Arena pertandingan mengajarkannya tentang keberanian. Keduanya berpadu menjadi karakter yang kokoh.
Dunia beladiri bukan hal baru baginya. Sebelum menorehkan prestasi di cabang olahraga jiujitsu, Jhon lebih dahulu mencicipi manisnya kemenangan di cabang olahraga silat. Pada rentang tahun 2019 – 2022 silam, ia pernah meraih juara 1, 2 dan 3 pada beberapa event pertandingan silat di Medan, Sumatera Utara.
Pengalaman itu menjadi pondasi. Baginya, kemenangan lahir dari latihan yang konsisten.
Di balik wajah yang tenang, tersimpan semangat yang menyala. Ia memiliki satu keyakinan yang selalu dibawa ke mana pun melangkah.
“Dalam segala hal, saya selalu ingin menjadi yang terbaik, dan untuk mendapatkan yang terbaik saya siap berlatih keras dan berkorban besar,” ujarnya.
Kalimat itu bukan sekadar rangkaian kata. Itulah cara Jhon menjalani hidup. Berlatih tanpa banyak bicara. Berkorban tanpa banyak mengeluh. Membuktikan semuanya lewat hasil.
Baginya, keberhasilan tidak hanya dibangun oleh kekuatan otot. Ada nilai yang jauh lebih penting. “Jujur adalah kunci dari segala hal,” sebutnya.
Motto itu menjadi kompas dalam setiap langkah. Kejujuran kepada diri sendiri. Jujur saat berlatih. Jujur mengakui kekurangan. Jujur menerima kekalahan agar mampu bangkit menjadi lebih baik.
Di luar tugas sebagai prajurit dan kesibukan berlatih, Jhon tetaplah anak muda sederhana. Ia gemar berolahraga. Menyukai cokelat sebagai makanan favorit. Warna hitam menjadi pilihannya karena mencerminkan ketegasan dan ketenangan. Ketika ingin melepas penat, pantai menjadi tempat yang paling ia sukai. Debur ombak memberinya ruang untuk menenangkan pikiran sebelum kembali menghadapi kerasnya latihan.
Medali emas di Spider Challenge 2026 bukanlah garis akhir. Ini hanyalah satu anak tangga dari perjalanan yang masih panjang. Masih banyak arena yang menanti. Masih banyak mimpi yang ingin diraih. Dalam waktu dekat, ia dijadwalkan akan mewakili Kabupaten Lingga pada Porprov Kepri 2026, kategori yang sama di cabor Jujitsu.
Michael Jhon Edi Syahputra Purba telah membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk berprestasi. Dengan disiplin seorang prajurit, hati seorang petarung, dan tekad yang tak mudah goyah, ia mengubah setiap tetes keringat menjadi kebanggaan. Bagi dirinya, kemenangan bukan sekadar mengalahkan lawan. Kemenangan sejati adalah mampu mengalahkan rasa malas, rasa takut, dan keraguan di dalam diri sendiri.(chi)













