Hari ke-9 Asian Games 2026, Thailand Konsisten di Peringkat 6 dan Indonesia Tambah Koleksi Emas

Jepang, Posmetrobatam.co: Thailand telah mengumpulkan 24 medali. Delapan di antaranya merupakan medali emas, atau sekitar sepertiga dari total perolehan tersebut, di hari kesembilan Asian Games 2026.

Jumlah itu hanya terpaut satu medali dari koleksi Indonesia. Namun, jika Thailand sudah mengantongi 8 emas, kontingen Indonesia sejauh ini memperoleh 2 medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis beregu putra Moh Zaki Ubaidillah (Ubed) dan angkat besi nomor 75 kg putra, Rahmat Erwin Abdullah.

Tiga dari delapan medali emas Thailand berasal dari teqball. Sementara itu, atletik, berkuda, bela diri campuran (MMA), dan sepak takraw masing masing menyumbangkan satu emas. Selain emas, Thailand juga meraih medali perak dan perunggu dari bulu tangkis, berkuda, esports, kabaddi, karate, dayung, sepak takraw, menembak, bola voli, polo air, dan angkat besi.

Dengan demikian, sudah 14 cabang olah raga yang mempersembahkan medali kepada Thailand dalam Asia Games yang dibuka pada 19 September dan akan ditutup akhir pekan depan pada 4 Oktober.

Dari 14 cabang olahraga tersebut, delapan di antaranya merupakan nomor yang juga dipertandingkan dalam Olimpiade. Dalam Olimpiade sendiri, Thailand juga berada di depan dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lain.

Mereka sudah mendapatkan total sebelas medali emas, ketika Indonesia mendapatkan sepuluh medali emas.

Di Olimpiade, Thailand beda-beda tipis dengan Indonesia, baik dari jumlah medali emas maupun dari total medali.

Namun, di level Asia, termasuk Asia Tenggara, Thailand dapat dikatakan telah meninggalkan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Kondisi tersebut bukan hanya terlihat dalam Asian Games 2026, melainkan telah berlangsung sejak Thailand pertama kali meraih medali di Asian Games Tokyo 1958. Saat itu, Thailand mengumpulkan 12 medali, jumlah yang sama dengan perolehan Indonesia.

Mereka tak berhasil dalam dua edisi pertama Asian Games di New Delhi pada 1951 dan Manila pada 1954, ketika saat bersamaan Indonesia mengumpulkan total delapan medali dari dua edisi pertama Asian Games itu.

Namun Thailand terus di depan Indonesia dalam sebagian besar edisi Asian Games, terutama delapan edisi terakhir, kecuali pada Asian Games 2018 ketika Jakarta dan Palembang menjadi tuan rumah pesta olah raga se-Asia itu.

BACA JUGA:  Semifinal Piala AFF Futsal 2024, Indonesia Menantang Thailand, Ini Jadwalnya

Thailand rata-rata berakhir di peringkat 7 dari seluruh edisi Asian Games yang mereka ikuti, sedangkan rata-rata peringkat Indonesia adalah 11.

Jadi, jangan heran jika pada Asian Games di Aichi dan Nagoya tahun ini, Thailand melesat jauh meninggalkan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lain.

Dalam 28 tahun terakhir, mereka hampir selalu berada di peringkat 4-9, kecuali Asian Games 2018 ketika mereka terperosok ke peringkat 12.

Hal berbeda dengan Indonesia, yang hampir selalu berakhir dalam peringkat dua digit dalam waktu yang sama, kecuali edisi 2018 ketika finis di urutan keempat. Pada 2006, Indonesia bahkan berada di urutan ke-22.

Bukan yang terkaya, tapi…
Menurut World Population Review, Thailand menempati urutan keempat di Asia Tenggara dalam soal jumlah penduduk.
Dengan total 71,6 juta penduduk, atau di bawah Vietnam, Filipina dan Indonesia yang berpenduduk 287 juta, Thailand selalu mengirimkan kontingen atlet terbanyak ke setiap gelaran Asian Games sejak 1966 hingga 2026.

Tahun ini, mereka menerjunkan 694 atlet, sedangkan Indonesia mengirimkan 432 atlet.
​Empat tahun lalu di Hangzhou, Tiongkok, yang bertepatan dengan masa akhir pandemi Covid-19, Thailand bahkan bertindak sangat agresif dengan mengirimkan 934 atlet. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat kontingen Indonesia yang saat itu membawa 415 atlet.

​Pada edisi 2022 tersebut, Thailand finis di peringkat ke-8 setelah mengoleksi 12 medali emas, 14 perak, dan 32 perunggu. Pada edisi yang sama, Indonesia finis di urutan ke-13 dengan raihan 7 emas, 11 perak, dan 18 perunggu.

​Catatan ini kian impresif jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, mengingat Thailand bukanlah negara terkaya di kawasan tersebut.

​Berdasarkan data Wikipedia, Thailand memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 561 miliar dolar AS, atau hanya sekitar 36 persen dari PDB Indonesia yang mencapai 1,5 triliun dolar AS.

Secara individual, penduduk Thailand juga bukan yang terkaya di Asia Tenggara karena Produk Domestik Bruto (PDB) per kapitanya masih di bawah Singapura dan Malaysia.

BACA JUGA:  Dua Hasil Bertolak Belakang Tim Asal Manchester di Liga Premier Inggris

​Berdasarkan data IMF, PDB per kapita Singapura mencapai 107,7 ribu dolar AS dan Malaysia sebesar 15 ribu dolar AS, sedangkan Thailand “hanya” mengatongi 8 ribu dolar AS.

​Namun, meski finansialnya tak setebal Singapura dan Malaysia, Thailand selalu menjadi yang paling ambisius dalam membangun gengsi mereka di pentas olahraga internasional.

Gila olah raga
Negara Asia Tenggara yang tak pernah dijajah itu terus berusaha menjadi kampiun dalam ajang olahraga. Bahkan, beberapa cabang olahraga yang dulunya tak begitu populer kini diakrabi hingga menjadi andalan mereka, salah satunya bulu tangkis.

Kini di Aichi-Nagoya, ambisi untuk menjadi yang terbesar makin menguat. Ada pula hasrat untuk mendekati pencapaian kekuatan tradisional olahraga Asia, seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

​Olahraga memang tak selalu berjalan paralel dengan kesuksesan ekonomi. Namun, banyak negara di dunia yang berusaha menempatkan olahraga sebagai corong penting bagi kemajuan ekonomi dan posisi politik mereka di kancah global.

​China adalah contoh paling aktual untuk hal tersebut. Negara itu memanfaatkan semua panggung, termasuk olahraga, untuk menegaskan kepada dunia bahwa mereka telah jauh meninggalkan yang lain.

​Negara-negara lain berupaya mengimitasi China, termasuk Thailand dan belakangan Vietnam. Namun, Thailand tampil jauh lebih ambisius, praktis, dan terukur.

​Buktinya, Asian Games tahun ini menegaskan keterukuran dan grafik performa mereka yang terus meningkat dari edisi ke edisi.

​Hingga sepekan pertama Asian Games 2026, Thailand sudah berada di peringkat keenam di bawah tiga raksasa Asia Timur ( China, Jepang, Korea Selatan) dan dua kekuatan Asia Tengah (Kazakhstan, Uzbekistan) dengan raihan 24 medali yang delapan di antaranya adalah emas.

Banyak yang bilang sukses olah raga Thailand berpijak pada dukungan kelembagaan yang kuat nan strategis, promosi olah raga yang gencar sebagai bagian dari soft power mereka di dunia, dan pembinaan akar rumput olah raga yang masif.

Thailand juga melihat kemajuan olah raga secara holistik sehingga semua unsur tersedot untuk membesarkannya.

Seorang warga Thailand bernama Arkaneh Urairat melukiskan keholistikan itu dalam Quora.
“Negaraku Thailand akan luar biasa heboh kapan pun ada turnamen olah raga internasional. Rakyat luar biasa heboh. Kementerian olah raga heboh, atlet-atlet dalam tekanan tingggi, media massa menggila, dan yang istimewa semua orang di daerah asal atlet larut dalam kegembiraan. Siapa pun yang meraih medali akan mendadak jadi jutawan. Bonus mengalir deras dari berbagai penjuru, bahkan dari perusahaan-perusahaan ternama. Berbagai kesepakatan komersial antre menantikan lampu hijau dari orang tua atlet“.

BACA JUGA:  Timnas Indonesia U-17 Lolos Piala Dunia di Qatar, Persik Kediri Bangga Turut Kirim 3 Pemain

Begitulah kegilaan Thailand terhadap olahraga. Lewat kegilaan itulah mereka membangun gengsi nasional dari panggung olahraga. Bersama ambisi besar itu pula, Thailand bertekad untuk tak kalah dari raksasa Asia Timur, setidaknya di arena olahraga.

Klasemen Medali Asian Games 2026, Minggu (27/9) pagi:
1. China 111 emas, 43 perak, 31 perunggu = 185
2. Jepang 32 emas, 52 perak 50 perunggu = 134
3. Korea Selatan 17 emas, 22 perak, perunggu 36 = 75
4. Uzbekistan 8 emas, 17 perak, 9 perunggu = 34
5. Kazakhstan 8 emas, 8 perak, 20 perunggu = 36
6. Thailand 8 emas, 7 perak, 9 perunggu = 24
7. Iran 7 emas, 14 perak, 7 perunggu = 28
8. Bahrain 7 emas, 2 perak, 2 perunggu = 11
9. Korea Utara 5 emas, 5 perak, 4 perunggu = 14
10. India 4 emas, 12 perak, 14 perunggu = 30
11. Bahrain 7 emas, 2 perak, 2 perunggu = 11
12. Hong Kong 4 emas, 11 perak, 14 perunggu = 29
13. Taiwan 2 emas, 5 perak, 17 perunggu = 24
14. Indonesia 2 emas, 4 perak, 17 perunggu = 23.(ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *