ISTRI PAJANGAN Bagian 80: Cahyo Dapat Kado Ultah dari Zulaikha

Karya: baiq desi rindrawati
Wartawan senior posmetro batam

Zulaikha tak pernah lupa akan segala hal yang berhubungan dengan Cahyo.

Mulai dari hari ulang tahun Cahyo, kebiasaannya Cahyo, makanan kesukaan Cahyo atau hal-hal sepele lainnya yang sering dilakukan Cahyo, untuk tetap terhubung dengan Zulaikha, meski hanya lewat ponsel.

“Assalamualaikum Mas…..Happy birthday!” Panjang umur selalu…..sayang!”
Pesan itu dikirim Zulaikha dari nomor yang belum tersimpan oleh Cahyo. Masalahnya, nomor Zulaikha yang lama, sudah diblokir Cahyo.

Membaca pesan itu, Cahyo langsung bisa tahu, ucapan selamat itu dari siapa.

Cahyo geleng-geleng membaca pesan itu.
“Bener-bener mengganggu banget dia.” gerutu Cahyo. Tanpa membalasnya, Cahyo langsung memblokir nomor baru Zulaikha itu.

Zulaikha mendapati pesannya sudah dibaca Cahyo, dengan tanda sudah centang biru. Tapi, Cahyo tak membalasnya. Malah langsung memblokirnya.

Zulaikha kesal. Dia tak ingin menyerah. Dia kembali menggunakan nomor ponsel yang baru lagi.

“Mas, aku kirimin kado apa untuk ultah kamu?!” pesan Zulaikha, yang terus berusaha untuk mendapatkan perhatian Cahyo.

“Nggak usah repot-repot!”
“Istri aku sudah beli kadonya!”
“Sudah ya nggak usah hubungi aku lagi. Saya minta kamu paham soal ini. Semoga kamu bahagia.”

Kali ini, dibalas Cahyo. Setelah itu, Cahyo kembali memblokir nomor Zulaikha. Dengan demikian, Cahyo berharap Zulaikha tak lagi mengganggunya.

Ternyata semua itu tak ada efek jera bagi Zulaikha. Lebih parahnya lagi, Zulaikha mengirimkan makanan dan minuman kesukaan Cahyo, burger dan kopi susu. Makanan dan minuman itu sengaja dia pesan, dan pengantarannya ke rumah Cahyo, dilakukan Zulaikha lewat perantara gojek.


Bel pintu rumah Cahyo berbunyi.

Pagi itu, waktu masih menunjukkan pukul 07.00 wib.

Seorang pria muda mengenakan jaket hijau bertuliskan Gojek, mengantar pesanan atas nama Cahyo.

“Apa benar dengan rumah Pak Cahyo? Order Burger dan Kopi Susu,” sebutnya sembari menyerahkan dua bungkus kantong kresek warna putih.

Rihana sedikit bingung. Cahyo, sudah keluar, setengah jam yang lalu. Bahkan, dia juga tak pernah berpesan apapun kepada Rihana soal pesanan burger dan kopi susu.

BACA JUGA:  Ini Kata Netizen Soal Selegram Zoe Levana Masuk Jalur Bus Way

“Ini sudah dibayar Bu, saya hanya mengantarkannya ke alamat ini,” sebut pria gojek itu dengan ramah.

“Oh oke.” Meski bingung, akhirnya Rihana menerima dua bungkus kantong kresek itu dari pria gojek itu.
Rihana semakin bingung saat membuka bungkusan kresek burger yang didalam nya terselip ada kertas kecil bertuliskan happy birthday, sayang.

Seketika, hati Rihana panas. Terbakar api cemburu.

“Siapa perempuan jahanam yang bikin masalah pagi-pagi begini!” gumam Rihana yang mencoba menahan emosinya.

Difotonya dua bungkusan kresek berisi burger dan kopi susu itu. Lalu dikirimnya ke Cahyo.

“Mas…..ini dari siapa ya makanan ini, dan di dalam bungkusannya ada secarik kertas warna biru, dengan kata-kata ucapan happy birthday. Mesra banget dia ini ya Mas sama kamu?!” tanya Rihana lewat ponselnya, dengan perasaan yang diselimuti emosi.

“Sebentar ya sayang. Aku masih di kantor ini, urus administrasi keberangkatan umroh kita,” sebut Cahyo yang berusaha mengalihkan pembahasan.

Cahyo tahu persis bungkusan makanan itu, pasti dari Zulaikha.
Sebenarnya Cahyo ingin meluangkan waktunya, dan bicara empat mata dengan Zulaikha.

Cahyo ingin menghentikan ulah Zulaikha, yang belakangan ini mulai berani, dan nekad.

Tak hanya itu. Bahkan, satu hal yang ditakuti Cahyo, ulah Zulaikha semakin hari semakin membuat kenyamanan Cahyo terusik.

Cahyo nggak ingin hubungannya dengan Rihana, terganggu gara-gara hadirnya Zulaikha.

“Zulaikha. Kenapa kamu mengganggu hidup aku lagi. Dulu, kamu tega meninggalkan aku di saat aku lagi berada di titik nol. Sekarang kamu datang lagi mengusik ketenangan aku!” gumam Cahyo dengan rasa yang gelisah.

“Sabar ya Allah…..sabar dengan ujian-Mu. Apa aku harus pindah saja dari rumah kontrakan itu, sebelum semuanya kacau dan berantakan.” Cahyo bingung.

Tapi, sepekan ini, Cahyo memang sedang mempersiapkan dirinya buat berangkat umroh bareng Rihana. Syukur-syukur, kedua anak Rihana bisa ikut serta.

Setidaknya, dengan berangkat umroh ke tanah suci, bisa terhindar dari teror Zulaikha.

BACA JUGA:  Terciduk, Lee Jae Wook dan Karina Aespa Sedang Berkencan

“Masih lama lagi nggak Mas? Cepetan balik dong. Sehari ini, dua kali dia kirim makanan buat kamu. Pagi tadi, burger dan kopi susu katanya kesukaan kamu. Terus siang ini, dia kirim parcel isinya buah-buahan.” desak Rihana pada Cahyo.

“Hmmm. Kalau nggak suka nggak apa sayang, buang aja semua kiriman dari orang itu.” balas Cahyo berharap Rihana puas ketika dia sudah membuang makanan itu.

“Ini bukan masalah makanannya dibuang atau kita makan atau kita terima, Mas. Tapi siapa perempuan itu. Zulaikha ya pasti?!” tebak Rihana, to the point.

Cahyo terdiam. Dia merasa diserang Rihana dengan pisau belati. Ditusuk tepat di jantung hatinya.

“Rihana. Sebentar ya. Semua bisa aku jelaskan. Kamu jangan salah paham ya,” ucap Cahyo by ponselnya.

Tapi rupanya Rihana keburu emosi. Rihana mengakhiri percakapannya dengan Cahyo. Lalu menonaktifkan ponselnya.

“Memang sialan Zulaikha ini. Ganggu ketenangan rumah tangga orang. Bikin susah aku aja!” Cahyo menarik nafas dalam-dalam. Lalu menghembuskannya pelan ke langit-langit ruangan kerjanya.

Dia mengemas semua barangnya. Lalu beranjak pergi dari ruangan ber-AC itu.

Dengan kecepatan ekstra, Cahyo mengemudikan mobilnya. Dia bertekad. Ingin segera pindah saja dari rumah itu, sebelum semuanya terlambat dan berantakan.

Hanya dalam hitungan setengah jam, Cahyo sudah sampai di rumah kontrakan yang meresahkan itu.

Tak seperti biasa, Rihana yang selalu menyambut kedatangannya di ambang pintu ruang tamu, kali ini dilihatnya sang istri pura-pura tidur di kamar.

Tak ada sapa mesra dari Rihana yang menawarkan mandi air hangat atau suguhan secangkir kopi susu kesukaan Cahyo.

Rihana benar-benar marah pada Cahyo, atas semua kejadian-kejadian kecil yang belakangan ini mengganggu ketenangan Rihana.

“Sayang. Bangun dong. Aku lapar. Kita makan di luar aja yuk,” kata Cahyo yang berusaha membujuk Rihana.

Rihana masih dengan posisinya yang pura-pura tidur. Tak lama, Cahyo mengecup keningnya.

“Sayang. Kumohon jangan marah sama aku. Sumpah demi Allah aku nggak ada hubungan apa-apa lagi sama Zulaikha.” ucap Cahyo memelas.

BACA JUGA:  ISTRI PAJANGAN Bagian 68: Fera Cari Gara-Gara

“Kita tiga hari lagi mau berangkat umroh. Kita harus bahagia…..ya. Jangan ada dendam atau amarah diantara kita,” ucap Cahyo lagi, berbisik lirih di telinga Rihana.

Tak kuasa Rihana meneteskan air mata. Lalu memperbaiki posisinya dengan duduk di pinggir ranjang.

“Kenapa sih Mas harus ada dia diantara kita.” protes Rihana sambil menangis sesenggukan.
“Ya Allah sayang. Sumpah demi Allah aku juga nggak tahu kenapa ini bisa terjadi. Dia yang masih mengejar aku. Sedangkan aku, jujur saja sudah nggak ada rasa apa pun ke dia. Sumpah sayang. Percaya sama aku.” untuk kesekian kalinya Cahyo memelas lagi, memohon kepada Rihana untuk sedikit saja mempercayai semua pengakuannya itu.

“Terus kenapa dia kirim burger dan kopi susu segala.” kata Rihana kesal.

“Sekarang, terserah aja sayang kamu mau menganggap aku brengsek atau bajingan atau apalah. Tapi yang pasti aku sudah nggak ada hubungan apa-apa sama Zulaikha. Kalau aku berbohong, sia-sia pastinya kita mau berangkat umroh,” Cahyo pasrah.

Rihana terdiam. Lalu tak lama memeluk Cahyo erat sekali.

“Maafin aku ya Mas. Aku sudah menuduh kamu yang macem-macem.Maafin ya! Aku nggak mau kamu kembali lagi sama dia. Aku takut kamu berpaling mas, dari aku,” ucap Rihana penuh makna.

“Aku berjanji demi Allah, kamu yang pertama dan terakhir mulai hari ini dan selamanya,” Cahyo membelai mesra rambut Rihana, lalu memeluknya erat, seperti tak ingin kehilangan perempuan itu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *