ISTRI PAJANGAN Bagian 36: Broto Protes

Karya: baiq desi rindrawati
Wartawan senior posmetro batam

Broto, ayah Bagas, orang pertama yang paling protes setelah mengetahui Rihana mengajukan gugatan cerai.

Katanya, apa salahnya mengalah dulu, sampai Bagas terpilih sebagai wakil rakyat.

“Sebulan ini, kan Bagas sedang berusaha dan berjuang mati-matian buat menuju ke kursi wakil rakyat. Kenapa kamu harus mengajukan cerai, Rihana?!”
“Kamu nggak menghargai bapak mu ini ya?!”

Broto panjang lebar protes soal gugatan cerai yang dilayangkan Rihana buat Bagas.
Rihana terdiam.
Sementara Fatimah, malah nyinyir ketawa sesuka hatinya.

“Baguslah kalau kamu minta cerai. Nanti aku mau jodohkan Bagas dengan perempuan yang lebih cantik, lebih tajir, punya segala-galanya.” ucap Fatimah dengan sinis.
“Kamu ini ya Ma. Bukannya cari ketenangan. Malah bikin onar. Nggak usah bikin masalah.” bentak Broto menghentikan celetukan Fatimah yang buat hati Broto makin emosi.

Rihana yang mendengar kalimat itu dari Fatimah, hanya bisa senyum getir.

Dia berpikiran, langkahnya mengajukan gugatan cerai itu sudah tepat.

Untuk apa bertahan di tengah keluarga Bagas, kalau hanya untuk direndahkan.

Tekad Rihana sudah bulat. Ingin berpisah dari Bagas dan memulai hidup baru. Soal harta gono-gini, Rihana tak peduli.

Semua bisa dia dapatkan sendiri dengan usaha sendiri.
“Tenang, separuh harta Bagas akan jatuh ke tangan kamu Rihana.” ucap Broto sesaat kemudian.

Fatimah langsung melengos tak suka.
“Enak aja. Si gembel ini dapat bagian?!” protes Fatimah dengan emosi.

“Kamu bisa diam nggak. Itu sudah jadi hak Rihana dan juga hak kedua cucu aku,” kata Broto yang mati-matian membela Rihana.

Broto benar-benar sayang banget dengan Rihana dan kedua cucunya. Bahkan dia sangat menyesalkan tindakan Rihana yang berani mengajukan gugatan cerai.

Broto menarik nafas dalam-dalam. Dia berkata lirih, sebenarnya dia tak mau mendapati situasi ini.

“Kenapa di masa tua aku, banyak banget masalah. Anakku Bagas, satu-satunya, tidak sesuai yang aku harapkan. Padahal aku ingin melihat Bagas hidup tenang dengan keluarga kecilnya.” keluh Broto serius.
Di sisi lain, Rihana juga merasa nggak nyaman dengan situasi ini. Tapi, bagaimana lagi. Semua harus dia lakukan demi ketenangan hidupnya..

BACA JUGA:  Niki Duduk Dilempar Gelas, Inilah Kekerasan Rizky Irmansyah Terhadap Nikita Mirzani yang telah Bocor ke Publik

“Maafkan saya ya Pak. Saya belum bisa jadi menantu yang baik buat bapak dan keluarga.” Rihana menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan pelan ke udara.

Tiba-tiba, Broto pingsan tak sadarkan diri. Fatimah panik lalu menyalahkan Rihana.

“Gara-gara kamu, jadinya suami aku celaka!”

Benar-benar menegangkan suasana siang itu.

Rihana tak bisa berkata-kata selain ikutan panik.
“Ya Allah bagaimana ini?!”
Rihana langsung menelepon Bagas memberitahukan soal kejadian itu.

Bagas pun seketika meluncur ke rumah, dibarengi dengan mobil ambulance.

“Bagas, semua ini gara-gara istri kamu yang tak berguna ini. Sudah buat bapak kamu pingsan!” tuduh Fatimah yang terus menyalahkan Rihana atas kejadian ini.

Rihana hanya pasrah.
Broto langsung dibawa ambulance, menuju ke rumah sakit HARAPAN Kita.
Rihana mengikuti ambulance itu dari belakang. Di sepanjang perjalanan, Rihana tak kuasa menahan air matanya. Dia merasa bersalah atas kejadian itu.

“Ya Allah Pak. Maafkan aku Pak ya. Semoga keadaannya nggak kenapa-kenapa.” batin Rihana berdoa dalam hati.

Sesampainya di rumah sakit, Broto ditangani di ruang UGD.

Allah masih sayang sama mertua Rihana. Broto tak lama akhirnya sadarkan diri.

“Alhamdulillah ya Allah. Terima kasih ya Allah.” ucap Rihana lagi penuh syukur.
Rihana lega melihat itu.
Rihana mendekati Broto dan berusaha mencium punggung tangan mertuanya itu, penuh hormat.
“Maafkan saya ya Pak. Kalau sudah menyusahkan bapak kali ini,” ucap Rihana yang tak kuasa menahan air matanya.

“Kamu ini memang menantu yang tak berguna. Selalu saja menyusahkan orang. Awas aja kalau bapak kenapa kenapa lagi. Aku bisa tuntut kamu sampai ke polisi. Karena sudah mencelakai suami saya!” ancam Fatimah ke Rihana.

BACA JUGA:  Shaka Oh Shaka: Saat Fangirl Arla Ailani Curi Hati Idol Kiesha Alvaro di Film Baru Starvision

Broto yang masih terlihat lemah, tak berkata-kata sedikitpun. Biasanya, dia membela Rihana, saat Fatimah menyerangnya habis-habisan.
Tak lama, dokter yang menangani Broto, memperbolehkan Broto pulang ke rumah.

“Ingat ya Pak. Harus banyak-banyak istirahat. Jangan banyak pikiran ya Pak. Harus banyak dibawa santai biar happy. Cukup minum air putih ya Pak setiap hari 8 gelas,” jelas dokter itu menasehati Broto.

Broto yang sudah bisa berdiri, menganggukkan kepalanya.
Rihana pun menuntun Broto menuju ke mobilnya.

Tapi, lagi-lagi Fatimah menarik tangan Broto.
Melarang pria itu masuk ke mobil Rihana.
“Nggak usah naik mobil Rihana. Ibu nggak mau. Ibu mau naik mobil Bagas saja! Bapak sebaiknya juga naik mobil Bagas saja. Nanti kalau naik mobil Rihana, bisa-bisa bapak dicelakai sama Rihana.” ucap Fatimah judes.
“Kamu ini Bu, sudahlah. Jangan ngomong yang aneh-aneh. Bisa nggak, nggak usah buat onar suasana!” celetuk Broto berusaha menghentikan kata-kata Fatimah yang sedari tadi terus mengomel, memojokkan posisi Rihana.

“Kan bener yang ibu bilang. Rihana itu perempuan iblis. Kamu bisa mati dibuat dia Pak?!” tambah Fatimah lebih sadis lagi kalimatnya.

“Astagfirullah Bu. Kamu ini. Istigfar Bu. Istigfar. Coba nggak usah jahat-jahat sama Rihana. Dia itu menantu kamu juga.” ucap Broto, membela Rihana.

“Nggak. Seumur-umur aku nggak merasa punya menantu seperti dia!” bentak Fatimah dengan suara meninggi, mengarahkan pandangannya ke Rihana penuh emosi.

“Bener-bener dirasuki iblis kamu Bu! Marahnya kamu ke Rihana, nggak beralasan!” tuding Broto.

“Ah sudahlah!” Fatimah pun berlalu dan masuk ke mobil Bagas.

Sedangkan Broto, masuk ke mobil Rihana.
Di sepanjang perjalanan, Broto terus menguatkan Rihana. Atas nama suami, dia memohon maaf supaya Rihana bisa memaklumi sikap Fatimah yang kasar.

BACA JUGA:  Dulu Andre Taulany Unggah Gabar Ini, Kata Netizen ini Makna Hubungan Rumah Tangga

“Ri..Maafkan ibu kamu ya. Jujur aslinya dia itu sayang kok sama kamu. Mungkin karena emosi saja makanya dia marah-marah saja bawaannya kalau ngomong sama kamu!” ucap Broto pelan.

“Iya Pak. Bapak tenang saja..Rihana sudah maklum kalau soal itu.” kata Rihana berusaha meyakinkan Broto, bahwa dia nggak menaruh dendam ke Fatimah, meski nyaris saban hari terus dipojokkan.

“Ri. Bapak minta dengan sangat, menyusun sepuluh jari, memohon sama kamu, tolong jangan bercerai. Kalau misalnya bapak mati hari ini, silakan saja kalau kamu memang berniat cerai.” jelas Broto, merendah di depan Rihana.

“Ya Allah Pak. Jangan bicara begitu. Rihana sedih kalau bapak bilang begitu. Rihana mau bapak sehat selalu, panjang umur, meski suatu hari nanti Rihana nggak bersama dengan Bagas lagi!” jelas Rihana hati-hati. Hati Rihana getir rasanya melihat orang tua itu memelas.

“Kamu mau minta apa Ri. Aku bisa ngasih. Villa, uang berapa milliar? Tanah berapa hektar? Semua aku punya Ri..Tapi tolong penuhi permintaan aku, sampai aku tiada nanti. Jangan pisah sama Bagas. Kasian dia anakku. Aku nggak mau kalau dia hidup bersama perempuan lain. Yang aku mau, aku melihat anakku, hidup dengan kamu aja.Ri. Kecuali, kalau aku sudah mati Ri, silakan kamu cerai nggak masalah.” ucap Broto lagi panjang lebar.
“Ya Allah gimana ini. Sedih aku mendengar kalimat bapak mertua ini,” Rihana gamang sendiri dengan gugatan cerai yang dia tujukan untuk Bagas.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *