Posmetrobatam.co — Jakarta– nternational NGO Forum on Indonesian Development (INFID) menggelar Konferensi Masyarakat Sipil bertema “Ruang temu dan konsolidasi masyarakat sipil: Koalisi merancang aksi untuk pembangunan berkeadilan”. Acara yang berlangsung di Jakarta, Selasa (6/10/2026) diikuti 200 peserta dari berbagai organisasi.
Direktur Eksekutif INFID, Siti Khoirun Nikmah, dalam sambutannya menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh hanya dinilai dari rutinitas elektoral lima tahunan, melainkan harus menjaminhak-hak substantif warga negara dan pengawasan publik terhadap kekuasaan.
“Demokrasi tidak boleh hanya diukur dari penyelenggaraan pemilihan umum. Demokrasi harus menjamin kebebasan berekspresi, berkumpul dan berserikat, perlindungan hak asasi manusia,” ujar Nikmah.
Pada kegiatan konferensi ini juga digelar 6 sesi paralel untuk membahas isu-isu terkini, penguatan ruang sipil, penegakan HAM, serta penurunan ketimpangan secara partisipatif.
Konferensi juga dihadiri Guru Besar Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Franz Magnis-Suseno.
Menurutnya, meski ruang kebebasan merosot dan ketimpangan kesejahteraan melebar, demokrasi Indonesia belum mati. Ketangguhan masyarakat sipil yang tetap kritis, berjejaring, dan masih berani bersuara dinilai telah menjadi jangkar penyelamat bangsa sehingga tidak tergelincir kembali ke jurang otoritarianisme.
Mengawali orasinya, Romo Magnis sapaan akrab Franz Magnis-Suseno mengajukan pertanyaan reflektif terkait apakah persatuan Indonesia yang begitu majemuk saat ini masih benar-benar mantap? Menurut dia, setelah 81 tahun merdeka dan kini tinggal 19 tahun lagi menuju satu abad kemerdekaan pada 2045, kenyataannya justru masih dibayangi kekhawatiran mendalam akibat krisis di dalam negeri.
Meski demikian Romo Magnis menyampaikan bahwa ‘success- story’ bangsa yang paling mengagumkan adalah hubungan antar umat beragama. Menurut dia, terkadang masih ada sedikit masalah, namun hubungan antara mainstream agama-agama seperti Islam dan Kristen belum pernah terbaik seperti sekarang ini.
“Hubungan baik ini adalah pemersatu terbaik sekarang sesuai sila pertama Pancasila,” kata dia.
(Fri)













