ISTRI PAJANGAN Bagian 56: Akhirnya Rihana Dilamar Cahyo

Karya: baiq desi rindrawati
Wartawan senior posmetro batam

Sore yang menyenangkan. Sepulang dari senam zumba di club Bintang, Rihana membaca pesan singkat yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya.

“Ri. Aku mau kamu pakai gaun cantik ya besok malam.”

Pesan singkat itu, membuatnya tak lapar. Padahal, seharian itu dia belum makan sama sekali.

Ada program diet yang sedang ia jalani sampai Rihana benar-benar mendapatkan tubuhnya yang ideal. Jika saat ini masih dengan BB 65. Target Rihana, harus turun jadi lima puluh delapan, itu berat badan yang dia impikan.

Karena tak kunjung direspon dan hanya dibaca saja chat Cahyo, akhirnya Cahyo menelepon Rihana.

“Ri. Kenapa chat aku cuma dibaca doang. Kayak baca koran aja. Chat aku dibaca, nggak dibalas!” protes Cahyo by sambungan telepon selulernya itu.

Rihana malah pura-pura balik bertanya ke Cahyo.
“Mas Cahyo kirim chat ke aku?!” tanya Rihana sengaja mau cari gara-gara dengan Cahyo.

“Bukannya udah kamu baca. Terus kamu nggak balas!”

“Yang mana Mas Cahyo sayang. Nggak ada chat nya?!” kata Rihana masih berusaha ngerjain Cahyo.

“Sudahlah kalau kamu nggak mau?!” Cahyo menyerah.

“Ih marah dia. Hahahahaha. Iya iya baiklah. Dengan senang hati aku dilamar kamu, Mas. Karena itu memang impian terbesar aku.” ucap Rihana akhirnya jujur pada Cahyo.

“Tapi Ri. Gimana dengan Bagas. Dia udah ceraikan kamu beneran kan?!” tanya Cahyo meragukan Rihana.

“Ya ampun Mas. Iya beneran. Masa bohong!” Balas Rihana serius.

“Ya udah, mulai sekarang persiapan cari gaunnya yang bagus ya. Aku mau jemput kamu besok. Kita resepsi lamarannya di Gedung Kartika. Gedung Convention Center Kartika Jaya. Acara jam 20.00 wib.” sebut Cahyo serius.

“Iya Mas. Inilah waktu yang aku tunggu-tunggu. Karena aku nggak bisa hidup tanpa kamu.” ucap Rihana.

BACA JUGA:  “Jangan Buang Ibu” Tayang Juni, Leo Pictures Angkat Kisah Pilu Pengorbanan Seorang Ibu

“Eh tunggu. Biasanya yang jago menggombal itu laki-laki. Kenapa malah sekarang yang jago menggombal justru perempuan ya. Hmmm.” seloroh Cahyo, masih lewat sambungan telepon selulernya.

Rihana melepas tawa.
“Hahahahahha.”
“Ih kayak Mbak Kunti ketawanya.” kata Cahyo.

Tak lama, Cahyo pun mengakhiri percakapannya dengan Rihana.


“Fit. Datang ya besok ke acara lamaran aku.” ucap Rihana serius.

“Acara apa?!”
“Aku sama Mas Cahyo, lamaran Fit. Tapi acaranya sederhana aja.” sebut Rihana.
“Alhamdulillah. Akhirnya.” ucap Fitriani turut berbahagia.

“Dimana acaranya?!”
“Di gedung Convention Centre Kartika Jaya.” sebut Rihana.

“Wow. Di gedung Convention Centre Kartika Jaya? Gedung paling mewah kalau buat acara. Itu mah…..bukan lagi acara sederhana. Tapi acara mewah.” puji Fitriani.

“Hahahahah. Iya ya. Aku nggak ikut campur Fit kalau soal penentuan tempat acara. Mas Cahyo yang tentuin. Kan dia yang banyak uang.” celetuk Rihana.

“Hmmm. Iya tahu.”

“Fit. Ada waktu nggak. Temani aku ke boutique baju pengantin. Mau pilih bajunya yang bagus, dimana ya Fit. Tahu nggak?”
“Itu dia. Aku aja belum nikah. Bagusnya kita cari yuk. Aku temani.” Fitriani menawarkan diri.

“Ya udah aku jemput kamu ya di rumah. Tunggu.” Rihana pun bergegas menuju ke rumah Fitriani.


Satu jam kemudian, Rihana tiba di rumah Fitriani.

Fitriani langsung menghambur ke Rihana. Memberi ucapan selamat.

“Ri. Aku sangat bahagia mendengar ini. Selamat ya. Semoga samawa sampai akhir.”

“Semua karena kamu Fit. Sudah banyak bantuin aku. Kalau tanpa kamu, hubungan aku dengan Mas Cahyo sudah kandas dari kemarin kemarin kayaknya.” ucap Rihana penuh ceria.

“Ri. Tadi aku sempat cari di google. Boutique yang recommended, ada di Jalan Petamburan Barat.” sebut Fitriani.

BACA JUGA:  Kontroversi Erin Taulany, Pernah Menyinggung Prabowo Subianto

“Oh ya. Kalau begitu yuk. Buruan.” ajak Rihana penuh antusias.

“Cie cie yang lagi sumringah dan bahagia tingkat dewa. Semangat banget!” celetuk Fitriani.

“Hahahaha iya dong. Harus semangat.”

Keduanya pun meluncur menuju boutique yang dimaksud Fitriani.

Disana, Rihana bingung mau pilih gaun yang mana, karena semua gaunnya cantik-cantik.

“Ini aja Ri. Cocok nih. Coba aja dulu. Aku yakin, kalau kamu pakai gaun ini, Cahyo bakal bertekuk lutut di depan kamu. Karena saking cantiknya kamu. Yakin lah!”

“Hahahaha. Kamu ini lebai!” seloroh Rihana.
“Serius!”
Rihana pun menurut saja apa yang disarankan sahabatnya itu.

Setelah mencoba gaun yang dimaksud Fitriani tadi, dan hasilnya memang cantik banget. Pas di tubuh Rihana.

“Ya udah angkut ini aja!” akhirnya Rihana memilih gaun yang disarankan Fitriani.


Dipandanginya gaun itu. Rihana tak bisa berkata-kata, selain merasakan bahagia yang luar biasa, atas anugerah yang dia dapatkan. Dilamar Cahyo, sang pujaan hati.

Rihana iseng. Lalu dikirim hasil jepretannya itu ke Cahyo.

Hanya dalam hitungan detik, Cahyo langsung meresponnya.

“Cakep banget gaunnya. Aku yakin kalau sudah dipakai tuan putri, pasti menambah anggun dan makin cantik.” puji Cahyo serius.

“Hahahaha. Sok tahu Mas Cahyo ini. Yakin makin cantik?!”
“Iya lah yakin seratus persen. Hahahahah?!” kata Cahyo berusaha menyenangkan hati calon istrinya itu.

“Mas. Gimana dengan Fera?!” tiba-tiba Rihana sangsi soal Fera.
“Alhamdulillah dia sudah menerima apa yang aku putuskan.” ucap Cahyo, dan Rihana merasa lega setelah mendengar pernyataan Cahyo.

“Kemarin, Fera itu masih memperjuangkan mama dia, siapa tahu bisa bersatu lagi, kami. Tapi, aku sudah jelaskan ke Fera. Aku bilang ke Fera, bagaimanapun, aku dan ibu nya dia, nggak akan pernah bersatu lagi. Kita sudah punya jalan masing-masing.” jelas Cahyo, terus terang.

BACA JUGA:  Para Pencari Tuhan Langsung Melejit dari Awal Penayangan

“Mantan istri kamu dimana sekarang Mas,” Rihana penasaran.

“Cantik pasti ya dia?! Fera aja kelihatan cantik,” Puji Rihana.

“Biasa aja sih. Masih cantik kamu,” Cahyo coba menggombal ke Rihana.

“Hahahaha..Semua laki-laki pasti begitu kali ya. Kalau ada maunya pasti merayu-rayu.Hahahahah!” seloroh Rihana.

Cahyo langsung menepis anggapan Rihana.
“Eh enak aja. Nggak semua laki-laki begitu. Kalau aku, memang jujur ngomong apa adanya. Calon istri aku yang ini memang cantik dan baik hati,” kata Cahyo bersemangat.

“Coba pakai gaunnya sekarang. Aku mau lihat. Karena udah nggak sabaran ini,” pinta Cahyo.

Tapi, Rihana tak mau menuruti permintaan Cahyo.
“Nggak mau. Pamali tahu. Besok acaranya, pakai gaunnya ya besok dong.”

Terpaksa, Cahyo pun harus menghargai keputusan Rihana.
“Oalah. Baiklah tuan puteri. Saya akan setia menunggu sampai besok pagi,” kata Cahyo serius.

“Eh Ri. Aku transfer ya buat keperluan kamu apa aja, buat persiapan besok,” sebut Cahyo.

“Hmmm..apa ya. Sepertinya aku nggak butuh apa-apa Mas. Aku cuma butuh kamu aja sih!” celetuk Rihana sembari melepas tawa kecilnya.

“Dasar calon pengantin koplak!” seru Cahyo.

“Hahahaha. Iya aku mau nya kamu aja Mas. Itu sudah cukup!” balas Rihana.

Tapi dibalik semua itu, Cahyo mengaku bangga bisa memilik Rihana, perempuan yang tulus mencintai dia, apa adanya.
Cahyo tahu, Rihana bukan tipe perempuan yang suka memanfaatkan laki-laki.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *