Pemkab Natuna Pastikan Harga Bahan Pangan Selama Ramadan 1446 H Stabil dan Tercukupi

Natuna, posmetrobatam.co: Mengawali hari kerja, Wakil Bupati Natuna, Jarmin memantau harga dan ketersedian bahan pangan selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah.

Pemantauan harga sembako diawali dengan meninjau ketersedian beras di gudang Bulog Ranai Jalan Yos Sudarso, Lalu ke Devon Smart Market di Jalan Soekarno Hatta. Selanjutnya menyasar ke pasar ikan dan sayur di jalan DKW Muhammad Benteng.

Jarmin mengungkapkan, peninjauan ini  bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan ketersedian bahan pokok selama bulan puasa, hingga hari raya Idul Fitri nanti terpenuhi dan aman.

Pemerintah daerah Natuna, kata Jarmin, memastikan harga pasar tidak melampaui harga jual tertinggi dan memiliki keseragaman harga di setiap wilayah.

“Selain itu, ketersediaan barang dan stabilitas harga juga menjadi perhatian pemerintah daerah,” ungkap Jarmin, Senin (3/3).

BACA JUGA:  Konsul Amerika Serikat untuk Sumatera, Menyerahkan Bantuan Medis Darurat Bencana ke Pemkab Natuna

Jarmin menjelaskan, kenaikan harga sangat dipengaruhi oleh ketersedian barang dan bahan pokok. Sehingga langkah awal yang harus diambil dalam menjaga kestabilan harga adalah memastikan ketersediaan barang.

“Kalau kita lihat tadi, stok beras masih tersedia di Bulog Ranai. Namun yang penting, mengajak semua pihak agar sama sama kita mengawasi masalah standar harganya,” jelas Jarmin.

Di pasar Ranai, Jarmin mendapat keluhan dari pedagang terkait menurunnya daya beli masyarakat sejak beberapa bulan terakhir.

Yang mana daya beli masyarakat menurun jauh sejak bulan Desember 2024 kemarin. Kemungkinan ini penyebabnya karena tidak keluarnya dana TPP pegawai.

Jarmin tidak menampik, perputaran ekonomi di Natuna tidak lepas dari pembayaran Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP). Apabila TPP tidak lancar, maka akan berdampak terhadap daya beli masyarakat.

BACA JUGA:  Jumlah Titik Api Turun Signifikan, Pemkab Natuna Ganti 'Mode' Siaga Darurat

“Kalau memang ini penyebabnya, maka akan kita laporkan kepada bupati bagaimana supaya TPP pegawai ini segera dibayarkan, karena dampaknya besar sekali ke masyarakat,” ucap Jarmin.

Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik menjelaskan, hasil pemantauan pada hari ini akan segera dilaporkan kepada Bupati Natuna untuk mengambil langkah selanjutnya.

“Meski demikian, Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna berharap agar harga tetap stabil serta proses distribusinya berjalan dengan lancar,” kata Jarmin.

Terpisah, Kepala Bulog Cabang Natuna, Delli Bayu Putra, menuturkan, saat ini masih tersedia 560 ton beras SPHP. Selain itu, juga tersedia stok beras komersial, sehingga total keseluruhan mencapai 570 ton.

“Stok beras untuk Natuna masih aman dan mencukupi hingga lebaran. Karena setiap sisa 200 ton kita segera lakukan permintaan penambahan,” kata dia.(maz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *