Kado Hari Listrik Nasional ke-81, PLN EPI Berhasil Alirkan Gas Natuna ke Batam

Batam, Posmetrobatam.co:  PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil mengalirkan gas bumi dari Natuna melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS)Pemping untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik PLN Batam pada Selasa (27/10) pukul 00.25 WIB.

Bertepatan dengan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, capaian ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat keandalan pasokan energi primer sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas bumi dalam negeri untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Pengaliran gas dilanjutkan dengan peningkatan laju alir secara bertahap atau _ramping up_ hingga mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) menuju Tanjung Uncang pada pukul 01.01 WIB.

Keberhasilan tersebut sejalan dengan tema HLN ke-81, “Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia”, sekaligus menandai semakin kuatnya konektivitas infrastruktur gas domestik dalam mendukung keandalan sistem kelistrikan Batam.

PLH. Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan langkah strategis dalam menindaklanjuti penugasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membangun dan mengoperasikan infrastruktur pipa WNTS–Pemping sebagai bagian dari penguatan akses pasokan gas bumi bagi kebutuhan domestik.

“Alhamdulillah, bertepatan dengan Hari Listrik Nasional ke-81, gas Natuna telah berhasil mengalir ke Batam. Capaian ini menjadi kado bagi kelistrikan nasional sekaligus wujud komitmen PLN EPI dalam menjalankan penugasan pemerintah. Konektivitas WNTS–Pemping membuka akses pemanfaatan gas bumi dalam negeri untuk memperkuat keandalan pembangkit serta mendukung kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha,” ujar Rakhmad.

BACA JUGA:  Kulineran Asik di Istanbur +62, Sajikan Bubur hingga Menu Lezat Lainnya

Dalam jangka pendek, pengaliran gas melalui WNTS–Pemping diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gas pembangkit PLN Batam selama pelaksanaan pemeliharaan terencana atau _turnaround_ fasilitas Jambi Merang pada 24 Oktober hingga 3 November 2026. Kehadiran jalur pasokan alternatif ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan pasokan energi primer sekaligus mendukung kontinuitas operasional pembangkit listrik di Batam.

Infrastruktur WNTS–Pemping menghubungkan titik sambung jaringan pipa WNTS dengan fasilitas penerima gas atau _Onshore Receiving Facility_ (ORF) di Pulau Pemping, Kepulauan Riau. Pipa sepanjang sekitar 4,5 kilometer dengan diameter 16 inci dan kapasitas desain mencapai 300 MMSCFD tersebut menjadi penghubung strategis yang membuka akses penyaluran gas dari wilayah Natuna untuk memenuhi kebutuhan energi domestik, khususnya di Batam.

PLN EPI telah memperoleh dua persetujuan, yakni Hak Khusus Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berdasarkan Keputusan Nomor 088/KT.KOM/BPH.DGB/2026 yang berlaku hingga 17 Oktober 2046, serta Izin Usaha Sementara Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa dari Kementerian ESDM yang diterbitkan pada 26 Oktober 2026.

Kedua persetujuan tersebut memperkuat kepastian pengusahaan infrastruktur WNTS–Pemping. Capaian ini juga menjadi bagian dari transformasi PLN EPI dari penyedia energi primer menuju penyedia solusi energi primer terintegrasi untuk memberikan pasokan energi primer yang andal dan efisien.

BACA JUGA:  Pimpinan dan Anggota DPRD Batam Hadiri Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI, Wakil Ketua I Dewan Apresiasi Semangat Peserta

Keberhasilan pengaliran gas Natuna ke Batam tidak terlepas dari dukungan dan sinergi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), BPH Migas, serta SKK Migas. Kolaborasi ini turut melibatkan PT PLN (Persero), PT PLN Batam, para produsen gas wilayah Natuna, PT Transportasi Gas Indonesia (TGI), PT Medco E&P Natuna Ltd, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), PT Pelayanan Energi Batam (PEB), dan PT Batam Trans Gasindo (BTG).

Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur hingga keberhasilan pengaliran gas Natuna ke Batam. Menurutnya, koordinasi lintas pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memastikan setiap tahapan pekerjaan dapat terlaksana dengan mengutamakan aspek keselamatan, keandalan, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah, PLN Group, seluruh mitra, serta dedikasi tim yang mengawal setiap tahapan pekerjaan. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan pengaliran gas Natuna untuk mendukung keandalan kelistrikan Batam,” ujar Erma.

Penyelesaian WNTS-Pemping ditujukan untuk memperkuat kepastian pasokan gas jangka panjang bagi kelistrikan untuk menyalurkan gas dari Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) dengan _West Natuna Exploration Limited_ (WNEL) yang ditandatangani pada 11 Juli 2025 untuk pemanfaatan gas dari Lapangan Mako di Wilayah Kerja Duyung yang direncanakan mulai mengalir pada 2027 sebesar 111 MMSCFD selama delapan tahun. Dengan terhubungnya WNTS-Pemping, pengembangan lapangan-lapangan baru di wilayah Natuna dapat disalurkan untuk kebutuhan domestik.

BACA JUGA:  PERADI SAI Batam Gelar Muscab II, DPN Dorong Penguatan Organisasi dan Bantuan Hukum bagi Masyarakat

PLN EPI terus memperkuat integrasi sumber pasokan dan infrastruktur energi primer guna mendukung penyediaan listrik yang andal, berkelanjutan, dan efisien. Pengaliran gas Natuna ke Batam menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi energi dalam negeri untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta mewujudkan kemandirian energi nasional.(*/hbb)

Statistik artikel
Tampilan:
Klik: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *