Pinang, Posmetrobatam.co: Kehadiran Komando Daerah Militer (Kodam) XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah di Kepri, ditegaskan semakin memperkuat pertahanan dan keamanan wilayah perbatasan.
“Keberadaan Kodam XXV memiliki arti strategis bagi Kepri yang memiliki karakteristik sebagai daerah kepulauan sekaligus wilayah perbatasan negara,” kata Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, Rabu (21/10).
Ia mengatakan, Kepri memiliki luas wilayah 98 persen lautan dan hanya dua persen daratan. Kepri terdiri atas 2.028 pulau, sekitar 292 pulau berpenghuni dan 22 pulau terdepan. Jumlah penduduknya sekitar 2,3 juta jiwa.
Kondisi geografis kepulauan ini menjadikan Kepri memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara, apalagi berbatasan langsung dengan sejumlah negara ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja.
Selain itu, wilayah Kepri berada di kawasan Selat Malaka yang merupakan salah satu choke point dunia serta berada pada jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.
Posisi strategis itu juga menghadirkan berbagai tantangan keamanan, mulai dari penyelundupan barang ilegal, perdagangan orang, penyelundupan narkotika, kejahatan lintas negara, penyelundupan bahan bakar, tenaga kerja non-prosedural, hingga ancaman keamanan siber dan potensi konflik akibat dinamika geopolitik kawasan.
“Karena itu, kehadiran Kodam XXV sangat krusial dalam menyelenggarakan pertahanan negara melalui penguatan pertahanan kewilayahan, pembinaan teritorial, serta peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman,” katanya.
Nyanyang mengatakan, pembentukan Kodam XXV juga menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.
Sinergi tersebut diperlukan guna menciptakan situasi keamanan yang kondusif sehingga aktivitas pemerintahan, investasi, perdagangan serta pembangunan sektor maritim di Kepri dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ia menyebut kerja sama antara Pemprov Kepri dan jajaran TNI selama ini berjalan baik, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan di wilayah kepulauan dan perbatasan.
Pemprov Kepri turut memberikan dukungan berupa bantuan insentif kepada babinpotmar, babinpotdirga, babinsa, dan bhabinkamtibmas sebesar Rp2,5 juta per personel per tahun.
“Sinergi ini perlu terus diperkuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi vertikal, pemerintah kabupaten dan kota, serta seluruh unsur forkopimda dalam menangani isu-isu strategis,” demikian Nyanyang.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah pada 5 Oktober 2026 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, bertepatan dengan HUT Ke-81 TNI. Mayjen TNI Rionardo dilantik sebagai pangdam pertama yang berkantor di markas sementara kawasan Seraya, Kota Batam.(ant)
Tampilan:
Klik: 0













