Batam, Posmetrobatam.co: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meminta PT PLN meningkatkan keandalan pelayanan listrik menyusul pemadaman yang mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian di Batam. Ia juga menekankan pentingnya penyampaian informasi yang jelas kepada masyarakat agar tidak menimbulkan keresahan.
Amsakar mengatakan, proses pemulihan pascapemadaman telah mencapai 88 persen pada waktu yang disampaikan saat itu. Ia memastikan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan PLN untuk memantau perkembangan pemulihan pasokan listrik.
“Alhamdulillah, kondisi sudah normal. Pascakejadian, pemulihan sudah mencapai 88 persen,” ujar Amsakar, usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Batam, Jumat (16/10).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus menjalin komunikasi dengan pihak terkait meskipun pemadaman listrik turut mengganggu akses komunikasi dan ketersediaan air di sejumlah tempat, termasuk di kediamannya.
Menurut Amsakar, pemerintah perlu memastikan informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar jelas dan terkonfirmasi. Karena itu, ia menilai PLN sebagai pihak yang menangani persoalan teknis perlu memberikan penjelasan secara langsung mengenai penyebab dan perkembangan penanganan gangguan listrik tersebut.
“Ketika sesuatu itu belum final, tidak mungkin bagi kita membuat pernyataan yang justru membuat warga semakin resah. Saya ingin semuanya jelas dan final,” ucapnya menegaskan.
Tegasnya lagi, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan PLN untuk mendorong peningkatan kualitas dan keandalan layanan listrik. Ia menilai gangguan teknis dapat terjadi, tetapi penyedia layanan tetap perlu memastikan penanganan yang cepat dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat.
Amsakar menyebut pemadaman listrik berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari komunikasi hingga transaksi ekonomi. Gangguan tersebut juga menghambat transaksi nontunai yang kini banyak digunakan dalam kegiatan perdagangan.
Ia mengatakan, selama pemadaman, masyarakat menghadapi kendala untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasokan listrik memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan sehari-hari maupun operasional dunia usaha.
Terkait besaran kerugian akibat pemadaman yang berlangsung hampir dua hari, Amsakar mengatakan pemerintah belum memiliki kajian yang dapat memastikan nilai kerugian secara keseluruhan.
Ia menjelaskan, aktivitas di pusat perbelanjaan dan penginapan tetap berlangsung sehingga perputaran uang pada saat itu diperkirakan tidak jauh berbeda. Namun, ia menilai sektor produksi kemungkinan mengalami gangguan yang cukup signifikan.
“Untuk soal produksi, barangkali akan cukup terganggu. Mereka yang menjalankan kegiatan produksi tentu merasakan dampaknya,” sebut dia lagi.
Mengenai kompensasi bagi pelanggan yang terdampak pemadaman, Amsakar mengatakan PLN memiliki ketentuan tersendiri untuk mengatur pemberian kompensasi atas gangguan pelayanan.
Ia menilai pihak-pihak terkait perlu menghitung dampak pemadaman secara terukur agar dapat menjelaskan besaran kerugian dan kompensasi yang sesuai dengan ketentuan berlaku.
Di sisi lain, masyarakat menilai kompensasi yang tersedia belum sepenuhnya sebanding dengan dampak yang mereka alami. Karena itu, penjelasan yang transparan mengenai mekanisme dan perhitungan kompensasi menjadi penting.
Amsakar berharap PLN menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Batam.
Menurutnya, pemerintah, PLN, dan pihak terkait perlu terus berkoordinasi agar gangguan serupa tidak kembali menghambat aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
“Pemerintah selalu berkoordinasi dengan instansi terkait khususnya PLN untuk pemulihan listrik dan ketersedian air,” pungkasnya. (hbb)
Tampilan:
Klik: 0













