Batam, Posmetrobatam.co: Kawasannya memang masih gersang. Cuma rumah rumah tipe 45 yang dibangun di atas lahan seluas 500 meter persegi yang terhampar. Tapi
warga yang menghuni lingkungan tersebut mengaku nyaman, tinggal disana. Tanjung Banon, nama kampungnya. Masuk are Pulau Rempang, Kecamatan Galang, Kota
Batam. Inilah kawasan relokasi penduduk yang terdampak proyek PSN Rempang Eco City.

“Alhamdulillah nyaman, saya sudah tahun tinggal di sini,” kata Musdar, seorang pensiunan guru yang kini tinggal di kawasan tersebut.
Nyaman yang disebutkan Musdar juga diakui warga lainnya. Mereka menyebut, saat direlokasi ke Kampung Banon dari Sembulang, mereka telah disiapkan rumah denagn
tipe 45, luas lahan 500 meter persegi, lengkap dengan isi rumah. Bahkan mereka mendapat bantuan sembako tiap bulannya. “Sudah ada kulkas, tempat tidur, lemari, kursi.
Alhamdulilalah selalu ada bantuan,” ujarnya.
Dan yang tak kalah pentingnya menurut Musdar, fasilitas kebutuhan dasar sudah sangat terpenuhi. Seperti air, listrik bahkan jaringan internet di sana sangat bagus.

Kamis, (22/10) siang itu, Musdar sedang sibuk dengan beberapa tukang bangunan di samping rumahnya. Dia sedang disibukkan membangun usaha kecil kecilan, di
samping rumahnya. Rencananya dia akan membangun rumah makan yang menyajikan berbagai menu masakan Melayu. “Mungkin namanya rumah malan Rempang Eco
City,” ujarnya menyebutkan nama usaha yang rencananya menjadi tempat makan itu.
Musdar adalah salah satu masyarakat yang terdampak dalam PSN Rempang Eco City. Ia adalah warga asli Sembulang. Kini mengikuti program pemerintah itu, ia telah
merasakan hasil dari program pemerintah itu. Tak hanya fasilitas dasar seperti tempat tinggal dan lahan, pemerintah pusat juga dari berbagai kementrian terus memberikan
perhatian untuk warga setempat yang siap dengan sukarela direlokasi ke Tanjung Banon. Salah satunya kementrian Transmigrasi dengan program Ekspedisi Patriotnya.
Sejumlah akademisi dari universitas kenamaan di tanah air di turunkan untuk melakukan riset, pendapingan bagi warga sekitar dari semua aspek. Mulai dari pertanian,
pariwisata, perikanan hingga sampai pengembangan UMKM.

Siang itu, menjadi salah satu agenda TIm Posmetro untuk melihat langsung kondisi di Tanjung Banon. “Ingin membuktikan langsung informasi-informasi yang kita peroleh dari
masyarakat, juga dari rekan rekan Tim ekspedisi Patriot. Seperti apa saat ini kondisi warga yang di relokasi dan apa saja yang dilakukan oleh rekan rekan dari Tim Eskpedisi
Patriot dari UI, ITB, ITS, IPB yang saat ini sedang melakukan riset, pengamatan dan pendampingan untuk warga,” ujar Direktur Posmetro Haryanto saat berkunjung ke
Tanjung Banon bersama Tim Posmetro.
Kehadiran TIm Posmetro disambut langsung Tim Ekspedisi Patrio UI, Kelompok Masyarakat baik dari KWT, Pokdarwis, dan juga dari perwakilan Kelurahan Sembulang.
Sebelum TIm Posmetro menelusuri setiap sudut Tanjung Banon, diskusi digelar di ruangan Koperasi Transmigrasi yang ada di sana.

“Rempang Eco City ini, alhamdulillah sudah banyak berkembang,” ujar Tuty Kusumaningrum, S.Ag. Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Masyarakat
(Kasi PPKM) Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam membuka diskusi siang itu.
Perkembangan ini, mulai dari perikanan, pertanian, dengan dukungan dari pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Tury juga menyebutkan, untuk bidang
UMKM juga sudah mulai terlihat perkembangan di Rempang Eco City. “Banyak bantuan dari pemerintah seperti pembinaan pembinaan, seperti kehadiran tim patriot ini,”
ujarnya melanjutkan.
Direktur Posmetro Haryanto juga menuturkan, kedaangan TIm Posmetro mengetahui lebih mendalam tentang kondisi masyarakt yang direlokasi. “Karena yang kmi dengar dan
viral yang negatif, tapi setelah diskusi dengn TIM Patriot UI ternyata ada sisi lain yang menarik dan melihat perkembangannya sangat bagus. Jadi kami ingin tahu langsung riil
perkembangan disini. Dan inforasi dari Mas Ari, TIm Ekspedisi Patriot, ini transmigrasi yang mewah,” ujarnya.
Diskusi yang menjadi awal dari reportasi posmetro untuk kondisi terkini di Tanjung Banon ini juga di hadiri dari perwakilan warta Ketua RT 01 RW 06, Rois Sharoni, Ketua
Koperasi Transmigrasi Agus, dan beberapa perwakilan KWT.
Saat ini, untuk pembangunan tahap pertama di Tanjung Banon ini menurut Tuty telah dihuni oleh sekitar 287 kepala keluarga yang telah menghuni kawasan tesebut.
Sdangkan semua fasilitas dasar telah terpenuhi semua, mulai listrik, air, jaringan internet, berbagai bibit tanaman, bibit ikan, bahkan wrga juga mendapatkan kapal untuk
nelayan berserta alat tangkap. Dan warga sampai saat ini juga masih mendapatkan bantuan sembako tiap bulannya dari pemerintah.
Dari diskusi ini, posmetro juga membuktikan langsung dengan berkeliling dan mewawancari beberapa warga di kawasan tersebut. Reportasi dan pengamatan di lingkungan ini
akan menjadi tulisan tepisah yang akan dilengkapi dengan berbagai foto dan juga visual video yang akan ditayangkan di chanel youtube dan berbagai akun media sosial
posmetro batam.(*)
Tampilan:
Klik: 0













