Dua Sesi Inovasi dan Literasi untuk Batam Masa Depan Pelatihan Jurnalisme Singkat Penuh Makna

Zea Aika Ramadianti, Kelas/jurusan XI MP 1, SMK N 7 Batam.

SISA sinar mentari pagi masih melekat di pakaian saya ketika kami memasuki aula Engku Hamidah. Tepat pukul setengah sembilan pagi hari itu, tepat seusai kegiatan budi pekerti rutin tiap minggu, saya genggam pena dan buku.

Jum’at lalu (11/09/2026), diselenggarakan pelatihan jurnalistik dan lomba menulis di sekolah saya, SMKN 7 Batam. Dengan tajuk “Literasi Media dan Energi untuk Batam Masa Depan”. Pelatihan jurnalistik dan lomba menulis diselenggarakan oleh Posmetro bersama PT PLN Batam guna meningkatkan kemampuan jurnalistik dan literasi generasi muda.

Pelatihan jurnalistik ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama diisi oleh Manajer PLTGU Tanjung Uncang, Arif Budiman. Penjelasan dari pihak PLN Batam inilah yang akan menjadi bahan materi untuk lombat tulis bagi para peseta. Sedangkan Sesi kedua nanti, dari pihak Posmetro Batam yang akan memberikan pembekalan tentang bagaimana menulis yang baik secara jurnalistik.

Pada sesi pertama ini, Pak Arif mengenalkan saya dan rekan-rekan saya yang kurang lebih 41 orang tentang pembangkit listrik tenaga gas uap.

BACA JUGA:  PLTGU Tanjung Uncang Jadi Tulang Punggung Kelistrikan Batam-Bintan

Sederhananya, pembangkit listrik tenaga gas uap atau yang disingkat sebagai PLTGU adalah inovasi yang memanfaatkan panas sisa dari turbin gas yang ditangkap kemudian digunakan untuk memanaskan air menjadi uap untuk menggerakan turbin.

Dijelaskan Arif, penggunaan PLTGU di Batam sangatlah efektif mengingat salah satu pembangkit listrik yang paling banyak digunakan di Batam adalah pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).

Arif mengungkapkan, penggunaan PLTGU ini dapat meningkatkan efisiensi sumber daya karena pembangkit listrik ini menggunakan kembali panas yang dihasilkan dari PLTG tanpa perlu menggunakan gas.

Dengan pembangkit listrik berdaya 120 Megawatt (MW) yang berasal dari dua unit turbin gas Siemens SGT-800 (2 x 40 MW) dan satu unit turbin uap Siemens SST-400 (1 x 40 MW), PLTGU ini berkontribusi dalam penyediaan listrik sebanyak 15% dari kebutuhan listrik Batam-Bintan.

Tak hanya itu, PLTGU Tanjung Uncang sudah menoreh berbagai penghargaan seperti Penghargaan Kinerja Keandalan Terbaik untuk Pembangkit Listrik Non-EBT (non-PLTU) di Sumatra dan Kalimantan (2023, 2024, 2025); Penghargaan PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (2021, 2022, 2023, & 2024); GOLD, biodiversity protection, environmental innovation category, ENSIA 2025, dan banyak lagi.

BACA JUGA:  Menyalakan 22 Persen Batam-Bintan dari Gas Bumi Kepri: PLTGU Tanjung Uncang, Efisiensi Kelas Nasional

Kemudian pada sesi kedua yang diisi oleh Direktur Posmetro Batam, Haryanto. Pada sesi ini peserta tak hanya diajarkan tentang anatomi dan cara menulis berita, tetapi juga peran dari berita itu sendiri.

“Sudah tertulis di undang-undang kalau salah satu peran pers itu mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.

Menanggapi pertanyaan dari salah satu peserta pelatihan tentang disrupsi informasi berita akibat manipulasi data menggunakan akal imitasi (AI), Haryanto menegaskan bahwa untuk menghasilkan berita yang terverifikasi diperlukan penulis atau wartawan yang terverifikasi juga. Wartawan atau penulis berita dapat terverifikasi apabila mereka sudah lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilaksanakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Pada akhir sesi pelatihan, peserta ditantang untuk menuangkan pengetahuan jurnalistik yang mereka peroleh dengan membuat tulisan jurnalistik tentang pelatihan yang dilaksanakan.

BACA JUGA:  Hangatnya Dunia Jurnalistik untuk Siswa SMAN 20 Batam

Di akhir pelatihan saya sadari, saya tak hanya berkenalan dengan pembangkit listrik yang ternyata menjadi penyedia 15% total kebutuhan listrik Batam-Bintan. Saya juga tak hanya belajar cara menulis lead berita dengan baik dan benar.

Pelatihan ini, memberi saya pemahaman baru tentang bagaimana inovasi dan informasi terus menerangi dunia dari masa ke masa. Dan dari pelatihan ini pula saya paham, saya pun sebagai generasi muda juga ikut andil dalam menerangi dunia, lewat literasi media salah satunya.(*)

(Penulis Zea Aika Ramadianti, Kelas/jurusan XI MP 1, SMK N 7 Batam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *