Imbas Perang Iran, Harga Kondom Dunia Terancam Naik 20–30 Persen

77

Batam, Posmetrobatam.co: Konflik bersenjata di Iran mulai berdampak pada industri kesehatan global. Produsen kondom terbesar dunia, Karex Bhd asal Malaysia, memperingatkan adanya potensi kenaikan harga hingga 20–30 persen akibat terganggunya pasokan bahan baku dari Timur Tengah.

Gangguan terjadi di jalur vital Selat Hormuz, yang selama ini menjadi rute utama distribusi minyak dan petrokimia. Bahan baku penting seperti lateks sintetis, nitril, silikon, dan amonia kini sulit diperoleh, sehingga biaya produksi melonjak. Selain itu, pengiriman yang biasanya memakan waktu satu bulan kini bisa tertahan hingga dua bulan.

Karex, yang memproduksi lebih dari 5 miliar kondom per tahun untuk merek global seperti Durex dan Trojan, menyebut lonjakan permintaan hingga 30 persen sejak pecahnya perang semakin memperparah kelangkaan stok.

BACA JUGA:  Palestina Desak Dunia Melindungi Perempuan dari Genosida di Gaza

Dampak ini diperkirakan segera terasa di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Harga eceran kondom di pasaran bisa naik signifikan, sementara program kesehatan publik yang mengandalkan distribusi kondom subsidi berisiko terganggu.

Selain kondom, produk berbasis lateks lain seperti sarung tangan medis dan kateter juga diperkirakan mengalami kenaikan harga. **