SPAM IKK SKL tak Beroperasi karena Air Kering, Pemkab Bintan Mau Bangun Sumur Bor

17

Bintan, Posmetrobatam.co: Pemerintah Kabupaten Bintan terus mencari cara menghadapi kekeringan yang melanda lebih satu bulan ke belakangan ini. Tak berhenti dengan aksi penyaluran air bersih kepada warga terdampak sebagai solusi jangka pendek, Pemkab Bintan juga tanggap mengevaluasi kondisi sebagai antisipasi jangka panjang.

“Prinsipnya solusi tercepat kita upayakan, minimal memenuhi kebutuhan air di masyarakat. Hari ini kita cek sumber air baku yang ada, kita petakan dulu langkah strategis yang bisa menjadi antisipasi kita untuk jangka panjang” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, Senin (30/3) saat meninjau SPAM IKK Seri Kuala Lobam (SKL) di Sei Lepan.

Usai peninjauan, Sekda Ronny bersama unsur terkait menggelar Rapat Terbatas untuk merumuskan kebijakan strategis yang bisa diambil. Hasilnya, dalam waktu dekat akan dibangun sumur bor beserta penampungannya di 3 wilayah terdampak (Kelurahan Tanjung Permai, Kelurahan Teluk Lobam dan Desa Teluk Sasah) akibat berhentinya pengoperasian SPAM IKK SKL.

BACA JUGA:  Idul Adha 1446 H, Pemkab Bintan Gelar Malam Takbiran di SKL dan Salat Id Berjemaah di Pulau Pangkil

“Sudah kami laporkan ke pak Bupati, beliau langsung menyetujui. Pertama sesegera mungkin akan dibangun sumur bor, target kita minimal dua pekan ke depan sudah bisa beroperasi. Sambil menunggu itu, supply air bersih dari OPD dan bantuan dari BIIE tetap menyasar ke pemukiman warga,” jelasnya.

Sumur bor tersebut nantinya menjadi sumber air bersih yang bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat secara gratis selama 24 jam penuh. Titik sementara di Halaman Kantor Lurah dan Kantor Desa masing-masing lokasi dimaksud.

Ronny menambahkan, tidak menutup kemungkinan akan ditambah titik lainnya jika memungkinkan.

“Sementara tiga titik itu karena itu lahan milik Pemkab, nanti tim segera ke lokasi untuk survei dan kajian. Jika ada masyarakat yang lokasinya lumayan jauh ke titik itu, kita lihat lagi apakah ada lokasi lain yang memungkinkan untuk dibangun sumur bor. Baik secara lahan dan sebagainya, karena ini akan dimanfaatkan masyarakat secara terbuka,” tambah Ronny.

BACA JUGA:  Operasi Zebra Seligi 2023 Dimulai, Polda Kepri Kerahkan 291 Personil

Untuk langkah jangka menengah dan jangka panjangnya, Pemkab Bintan akan melakukan kajian serta perhitungan terkait sumber air baku dari waduk-waduk yang bisa dimanfaatkan. Seperti waduk di Kampung Limau (Desa Busung), volume air serta kandungan PH airnya secara teknis telah memenuhi standar air baku SPAM.(aiq)