Kopdes di Batam Diminta Jual Produk Murah, 42 Pembangunan Dikoordinasikan Kodim 0316

10

Batam, Posmetrobatam.co: Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Batam dapat menjalin kerja sama dengan berbagai distributor dan mitra untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga kompetitif. Untuk pembangunan gedung kopdes dikoordinasikan bersama Kodim 0316/Batam.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam, Salim mengatakan, koperasi diberi keleluasaan menjalin kemitraan bisnis (business to business/B2B) dengan berbagai pihak untuk memperoleh barang dengan harga terbaik.

“Secara prinsip koperasi dapat mengambil barang dari mana saja untuk produknya. Nanti tergantung mereka bekerja sama dengan mitra mana, misalnya mitra A untuk beras dan minyak, mitra B untuk gula, dan seterusnya,” kata Salim, Selasa (30/6).

Menurutnya, koperasi harus mampu mencari pemasok dengan harga yang paling baik, agar produk yang dijual tidak lebih mahal dibandingkan harga pasar.

BACA JUGA:  Danrem 033/WP Tinjau Lokasi Pembangunan Yonif TP 849/Beladau Sakti di Lingga

“Mereka harus mencari yang murah, jangan sampai menjual produk dengan harga lebih mahal dari pasar atau toko lain. Minimal sama, kalau bisa lebih murah. Selisih Rp500 sampai Rp1.000 saja sudah menjadi nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Salim menjelaskan, koperasi yang telah mulai beroperasi, seperti di KKMP Sagulung Kota dan KKMP Sei Binti, saat ini menjalankan sistem konsinyasi dengan distributor yang memasok berbagai kebutuhan pokok.

Secara terpisah, Pemimpin Cabang Perum Bulog Batam Ashariyanti mengatakan Koperasi Merah Putih juga menjadi salah satu sasaran penyaluran komoditas Bulog, khususnya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Koperasi Merah Putih memang menjadi sasaran penjualan kami, khususnya untuk beras SPHP,” katanya.

BACA JUGA:  Indonesia Folding Bike Gelar Syukuran 17 Tahun

Bulog Batam telah membuka kesempatan bagi Kopdes Merah Putih di kota itu untuk menjadi mitra resmi.

“Kami sudah menerima pendaftaran KKMP Sagulung Kota menjadi mitra Bulog. Untuk transaksinya memang belum berjalan, tetapi proses pendaftarannya sudah dilakukan,” ujar Ashariyanti.

Ia menambahkan, selain beras SPHP, koperasi nantinya juga berpeluang menyalurkan komoditas lain yang dimiliki Bulog, termasuk beras premium.
Salim menambahkan, fokus pemerintah saat ini masih menyelesaikan pembangunan fisik Kopdes Merah Putih beserta sarana pendukungnya.

Menurutnya, setelah pembangunan gedung selesai, pemerintah pusat melalui Agrinas akan melengkapi fasilitas operasional seperti rak, perlengkapan gerai, dan sarana pendukung lainnya sebelum diserahterimakan kepada masing-masing koperasi.

“Sekarang ini penyelesaian pembangunan dulu. Setelah itu baru dilengkapi rak-rak dan sarana pendukung operasional. Setelah semuanya siap baru diserahterimakan kepada koperasi,” katanya.

BACA JUGA:  Metro Bersama Ketua Bawaslu Kepri Zulhadril Putra : Jangan Gadaikan Hak Politik Kita Hanya Dengan Menerima Bansos

Ia juga menyebut pemerintah masih menginventarisasi lahan di sejumlah kawasan padat, seperti Lubuk Baja, Batu Selicin, dan Pelita yang membutuhkan pembangunan gedung koperasi baru.

“Kalau aset pemerintah atau BP Batam tidak tersedia, sesuai arahan Kemendagri sudah ada anggaran untuk pengadaan lahan sehingga pemerintah daerah bisa membeli lahan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Hingga pertengahan Juni 2026, Diskum Batam mencatat sebanyak 11 bangunan Kopdes Merah Putih telah rampung 100 persen. Dari total 64 lokasi yang direncanakan, sebanyak 42 lokasi telah masuk dalam daftar pembangunan yang dikoordinasikan bersama Kodim 0316/Batam.(ant)