Bedah Buku “Semua Bisa Kaya” Ramaikan KURMA 2026 di Batam

75

Batam, posmetrobatam.co: Kegiatan bedah buku “Semua Bisa Kaya” meramaikan rangkaian Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026 yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau di Atrium Oke Batam Mall, Jumat (6/3).

Buku karya Marviarum Eka Ramdiati ini mengulas perjalanan seseorang mengelola keuangan hingga memahami makna “kaya” dalam perspektif syariah.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ardhienus, menilai judul buku tersebut mampu memancing rasa ingin tahu pembaca.

Ardhienus menegaskan, seseorang tidak harus berasal dari keluarga kaya atau memiliki warisan untuk menjadi sejahtera. Setiap orang memiliki peluang yang sama selama mampu mengelola keuangan dengan baik dan memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.

BACA JUGA:  Grand Batam Mall Kembali Gelar Pengundian Shop & Win Season 5 Vol 8

Ia berharap kegiatan literasi seperti ini meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengatur keuangan secara bijak sehingga mereka dapat hidup lebih tenang, terutama saat memasuki usia tua.

“BI Kepri berharap literasi keuangan ini sangat penting. Dengan pengelolaan yang tepat, masyarakat bisa memiliki perencanaan keuangan yang lebih sehat,” katanya.

Dalam sesi bedah buku, Marviarum menegaskan bahwa konsep kaya tidak selalu identik dengan harta melimpah.

“Kaya itu cukup, tenang, dan berkah. Definisi cukup tentu berbeda bagi setiap orang,” ujarnya.

Ia mengingatkan pentingnya kesadaran dalam mengelola dan menggunakan uang secara bijak. Menurutnya, banyak orang masih mengabaikan kebiasaan menyimpan atau menyisihkan sebagian pendapatan.

Salah satu langkah sederhana, kata dia, adalah mengendalikan keinginan berbelanja.

BACA JUGA:  HARRIS Hotel Batam Center Tawarkan Paket Kamar "Triple Package": Solusi Liburan Ideal untuk Keluarga dan Teman

“Kita harus mampu menahan keinginan belanja dan lebih bijak menggunakan uang,” jelasnya.

Marviarum juga memperkenalkan prinsip aturan sepertiga dalam pengelolaan keuangan, yakni membagi pendapatan untuk konsumsi, dana darurat, dan investasi. Cara ini membantu menjaga kondisi finansial tetap sehat dan siap menghadapi berbagai kebutuhan.

Ia mencontohkan kebiasaan yang sering terjadi saat seseorang menerima penghasilan tambahan seperti Tunjangan Hari Raya (THR). Banyak orang langsung merencanakan pengeluaran tanpa menyisihkan dana untuk tabungan.

“Sering kali kita fokus pada pengeluaran, misalnya THR untuk kebutuhan A, B, dan C. Padahal seharusnya kita sisihkan saving terlebih dahulu, baru sisanya digunakan untuk pengeluaran. Perencanaan anggaran harus jelas,” ujarnya.

BACA JUGA:  Indosat Sumatra Antisipasi Lonjakan Trafik Lebih dari 27% dengan Optimasi 123 POI Baru

Selain mengatur pemasukan dan pengeluaran, ia juga mengingatkan pentingnya investasi serta dana darurat sebagai bagian dari keuangan yang sehat.

“Kebanyakan orang hanya fokus pada penerimaan dan pengeluaran, sementara saving sering diabaikan,” tambahnya.

Marviarum menegaskan prinsip keuangan syariah sebenarnya mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk memahami lebih detail, silakan membaca buku Semua Bisa Kaya. Banyak ilmu yang dibagikan dan tentu bermanfaat,” tutupnya.(hbb)