ISTRI PAJANGAN Bagian 16: Rihana Semangat

63

Karya: baiq desi rindrawati
Wartawan senior posmetro batam

Sempat pesimis setelah mengetahui Cahyo jalan bareng dengan seorang perempuan.

Tapi, semangat Rihana muncul lagi setelah Cahyo mengomentari story nya beberapa waktu lalu.

“Fit. Besok kamu ikutan senam sehat PLN nggak?!” tanya Rihana antusias.

“Nggak. Katanya kamu nggak mau ikut. Kalau aku sendiri, malas ah!” jawab Fitriani santai.

“Ikutan yuk. Aku besok kayaknya ikutan!” ajak Rihana.
“Serius dikit kenapa. Bukannya kamu udah nggak mau lagi ikutan senam sehat PLN?” Fitriani bingung .

Tapi, dia memaklumi sikap Rihana yang nggak stabil itu.
“Orang kalau lagi jatuh cinta ya gini ini deh? Suka labil!” kata Fitriani melepas tawa.

“Ih apaan sih. Serius ini. Ikutan yuk!” bujuk Rihana by telepon genggamnya itu.

“Iya baiklah tuan putri!” jawab Fitriani. Memang, besar harapannya, Rihana akan ikut.

“Terus, nanti kalau ketemu si ganteng sama bininya gimana?!”
Pertanyaan Fitriani kembali membuat Rihana galau.

Rihana diam sejenak. Tapi, dia berusaha nggak memikirkan masalah itu.

“Hmm. Ya biarin aja dia sama bininya.” jawab Rihana santai.
“Yakin nggak cemburu?” tanya Fitriani ingin memastikan.

“Iya.” kata Rihana singkat dan mereka pun tak lama mengakhiri percakapannya.


Di kamar, Rihana sendirian. Dia bersemangat mencoba pakaian senam yang baru saja dia beli Minggu kemarin.

Padahal, sebelumnya Rihana patah semangat sejak mengetahui Cahyo ternyata punya istri.

Pelan-pelan, Rihana bisa menerima kenyataan.
“Memangnya pria di usia 40 an tahun itu, nggak boleh punya istri? Kamu ini aneh Rihana!” gumam Rihana bicara dengan dirinya sendiri.

“Mulai sekarang nggak boleh baper. Bukannya sekarang ini lagi memasuki zaman dimana pria, suka meratukan dua wanita sekaligus di dalam satu ponselnya? Hahahahah!” Rihana tertawa sendiri.


Masih dengan semangat yang sama seperti kemarin. Rihana tak peduli kalau dia bertemu dengan Cahyo dan pasangannya, di acara senam pagi ini. Satu yang pasti, tujuan Rihana ke acara senam ini, buat cari keringat.

BACA JUGA:  Bayu Skak Garap Film Komedi Sci-Fi Pertama Berbahasa Madura, โ€œFoufoโ€ Tayang 9 Juli 2026

Mungkin, pikir Rihana, andai Cahyo tak bisa dia miliki saat ini, suatu saat, Rihana bisa mendapatkannya tanpa halangan. Itu doa utama yang selalu dia panjatkan untuk satu nama, Cahyo.

“Ri. Lihat. Gacoan kamu di barisan paling depan. Itu sama walikota dan pejabat lainnya.” Fitriani kali ini kepo.

“Hmm..Iya biarin. Aku mau senam dulu, biar keringatan. Kita ikuti musiknya sambil bergoyang!” teriak Rihana, karena suara dia berbarengan dengan suara musik lagu dangdut yang ada di acara senam sehat bareng PLN.

“Ri. Setelah acara ini kemana kita? Ke toko langganan aku, yuk cari baju senam. Aku pingin beli baju senamnya seperti punya kamu ini,” kata Fitriani yang juga nyaris teriak-teriak ngomongnya.

“Nggak denger. Nanti aja ngomongnya. Kita senam dulu woi!” seru Rihana, yang berusaha fokus menirukan instruktur senam yang ada di atas panggung.

Tak lama, senam berlangsung 45 menit. Usai senam, setiap peserta dipersilakan mengambil bubur kacang hijau di meja panitia.

*Deg!
Tatapan Rihana dan Cahyo bertemu. Rihana salah tingkah, saat Cahyo berusaha ingin menjabat tangan Rihana.
“Rajin ikutan acara senam ya Mbak Rihana.” sapa Cahyo.

“Eh iya Pak.” jawab Rihana tergugup. Debar jantungnya tak karuan, karena bola mata itu terus menatapnya dengan dibarengi senyum termanisnya.

Kali ini, Rihana berbunga-bunga. Cahyo tak didampingi perempuan. “Ya Allah. Kenapa ini dengan aku,” gumam Rihana masih salah tingkah. Mau ambil kacang hijau di meja panitia malu.

“Silakan lho Mbak. Kacang hijaunya dinikmati.” Cahyo sepertinya tahu kalau Rihana salah tingkah.

“Udah sehat kan ya sekarang? Kemarin saya lihat storynya lagi sakit ya?”
Pertanyaan Cahyo, benar-benar buat Rihana tersanjung dan merasa diperhatikan lelaki itu.

BACA JUGA:  Masih Suami-istri, Ria Ricis dan Teuku Ryan Agendakan Buka Puasa Bersama?

“Iya agak nggak enak badan,” jawab Rihana masih dengan malu-malu.

“Oh iya. Kemarin saya dapat nomor Mbak, dari Mbak Fitriani. Dia kan kawan saya waktu SD. Kami pas ketemuan sama-sama lupa. Tapi alhamdulillah meski teman SD, lama nggak ketemu, Mbak Fitriani itu nggak sombong.” Cahyo cerita panjang lebar.

“Oh iya ya,” Rihana bingung mendengar cerita Cahyo. Dia celingukan. Mencari Fitriani.
Tapi dia nggak menemukan cewek itu.

“Aduh makin nggak bisa berkutik aku dibuat pria ini. Mana sih Fitriani ini,” Rihana panik sendiri.

“Mbak. Maaf ya saya ke panggung dulu mau ngasih kata sambutan. Mbak Rihana silakan dinikmati ya kacang hijaunya,” kata Cahyo, pamit, dia mau naik ke atas panggung memberi kata sambutan. Karena, sebagai penyelenggara acara, Cahyo harus memberi kata sambutan.

Kata dia, acara senam sehat bersama PLN ini akan digelar setiap dua Minggu sekali.

“Yesโ€ฆโ€ฆ!” tiba-tiba Fitriani datang. Fitriani merasa misinya menyatukan Rihana dan Cahyo berhasil. Dia mengira, Cahyo pasti cerita soal pertemanannya dengan Fitriani.

Rihana langsung menginterogasinya.
“Woi..Ternyata biang keroknya kamu!” bisik Rihana, pelan tapi tegas.

“Maksudnya biang kerok apa nih?!” Fitriani pura-pura nggak tahu.
“Sudahlah. Cukup. Mengaku saja! Penyamaran kamu terbongkar!” desak Rihana sedikit kesal. Karena Fitriani merahasiakannya selama ini.
“Lah beneran aku nggak ngerti. Penyamaran apa nih?!” Fitriani pura-pura nggak paham apa yang dimaksud Rihana.

“Kenapa kamu nggak bilang kalau ternyata kamu temanan sama Cahyo sejak SD?”

“Tapi, Ri. Sumpah demi Allah. Aku tahunya pas waktu kita reunian. Ternyata Cahyo itu kawan aku waktu di bangku SD. Maklum dong aku nggak kenal sama dia waktu itu. Kan sudah berapa lama kami nggak jumpa. Jumpanya pas reuni. Waktu SD kan masih unyu-unyu. Eh pas jumpa di reunian kemarin, Cahyo udah kumisan. Kalau nggak cerita-cerita soal SD, aku mana kenal sama dia. Cuma, aku nebak aja waktu itu. Cahyo Ningrat, seperti nama teman waktu SD. Akhirnya aku tanya ke dia, to the point aja. Eh beneran dia sekolah di SD yang sama dengan aku?!” jelas Fitriani panjang lebar.

BACA JUGA:  Penembak Apartemen Salman Khan di Mumbai Teridentifikasi Pernah Terlibat Serangkaian Kejahatan

“Jadi, maaf ya Ri. Aku nggak cerita kamu. Tapi, satu lagi rahasia yang belum aku sampaikan ke kamu. Aku sampaikan ke kamu sekarang aja.” imbuh Fitriani.

“Rahasia apa?” Rihana penasaran, tak sabaran mendengar cerita Fitriani berikutnya.

“Ri. Janji jangan marah ya,” Fitriani minta jaminan, kalau Rihana nggak bakal brutal mendengar cerita berikutnya.

“Iya apa?!”

“Janji ya!” desak Fitriani.
“Iya iya janji!” balas Rihana.

“Sebenarnya Ri. Cahyo itu duda!” sebut Fitriani.

“Danโ€ฆ..dia tanya-tanya tentang siapa kamu. Terus dia bilang dulu waktu di bangku SMP, dia tahu kamu. Tapi mau nyapa duluan dia malu.” cerita Fitriani buat Rihana GR.

“Menurut cerita Cahyo, dulu dia tahu kalau kamu adik kelasnya. Tapi, namanya juga kakak kelas, sepintas aja tahunya. Pas kamu ke kantin. Katanya sering ngeliat kamu! Katanya kamunya sombong. Mentang-mentang cantik.” cerita cerita Fitriani masih panjang lebar, dan to the point ke inti cerita.

“Fit. Kamu nggak ngarang kan cerita tentang Cahyo yang tahu soal aku?!” Rihana tiba-tiba meragukan cerita Fitriani.

“Hmm..Percaya boleh. Nggak Percaya juga boleh! Sumpah demi Allah. Faktanya memang seperti itu. Kamu kan sudah dapat nomor dia, terus dia juga sudah chat kamu. Komentar soal story-story kamu. Semoga kalian berjodoh ya. Kan kamu juga mendambakan dia..Dia juga sepertinya tertarik sama kamu. Bukti nyata, dia sudah komentar soal story kamu.” kata-kata Fitriani ada benarnya dan Rihana menerima itu dengan lapang dada dan hati yang terbuka.(*)