ISTRI PAJANGAN Bagian 14: Rihana Patah Hati

74

Karya: baiq desi rindrawati
Wartawan senior posmetro batam

Entah kenapa, Rihana selalu ingin menghabiskan waktu makan siangnya di rumah makan Pinang Dibelah Dua, rumah makan Padang kesukaan Rihana.

“Fit. Sini. Aku di tempat biasa. Rumah Makan Padang Pinang Dibelah Dua.” kata Rihana menghubungi Fitriani sahabatnya itu.

“Hmmm. Parah. Sudah kayak kecanduan narkoba. Makan siang harus di rumah makan Pinang Dibelah Dua. Apa nggak ada rumah makan lain, selain disana?! Hhahahaha!” Balas Fitriani panjang lebar.

“Ih apaan sih. Emang aku sukanya makan masakan Padang. Sambel ijo nya itu bikin nagih!” jelas Rihana.

“Sambelnya atau karena lagi nungguin si CHY?”

“Siapa CHY?”
“Ih pakai pura-pura nanyak?!” Fitriani melepas tawa.
“Cahyo lah. Siapa lagi coba?!”
“Dasar lu, bisa aja! Cepet pokoknya aku tunggu!” pinta Rihana.

Tapi, apa yang dikatakan Fitriani memang benar. Selain mengisi perutnya yang sudah keroncongan, mengingat sudah jam satu siang. Rihana juga iseng-iseng menunggu Cahyo melintas di depannya, seperti kemarin. Sayangnya, kemarin Cahyo tak mengetahui keberadaan Rihana yang juga ada di rumah makan itu.

Tak pakai lama. Fitriani selalu datang cepat saat diminta Rihana jadi teman makan siangnya.

“Pesen dendeng batokok sama sambel ijo,” sebut Fitriani pada karyawan rumah makan Padang itu yang menghampiri meja 08, tempat Rihana dan Fitriani.

“Fit. Kasih ide, gimana caranya biar aku terlihat salah fatal di depan Bagas. Terus dia ceraikan aku?!” Rihana galau, minta ide.

“Gampang. Kamu selingkuh aja!” saran Fitriani.
“Istri ketahuan selingkuh kan fatal banget itu!” imbuh Fitriani sembari melepas tawa.

“Mau sih. Tapi, jantan mana yang bisa diajak selingkuh. CHY belum resmi jadi selingkuhan. Terus gimana solusinya?!” Rihana masih terus mencari cara buat berpisah dari Bagas.

BACA JUGA:  Tiga Lokasi Photobox Bareng Idol K-pop Ini Jadi Incarangan Fans di Jakarata

“Ya sudah cari jantan yang bisa diajak selingkuh bohong-bohongan.”
Tanpa disangka-sangka, Cahyo lewat di depan Rihana.

“Stt. Diam dulu Fit.” bisik Rihana. Bersamaan dengan itu, Cahyo melintas di depannya bersama seorang perempuan yang usianya sebaya dia.

“Itu bininya kali ya?!” bisik Fitriani.
Seketika Rihana patah hati.
Apa yang selama ini dia impikan, bisa lebih dekat dengan Cahyo, pupus sudah.
“Sudahlah Fit. Jangan bahas itu lagi. Sepertinya Dewi Fortuna nggak berpihak sama aku.” Rihana menelan paksa salivanya. Tarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan kasar ke udara.

“Ya sudah. Semoga ini ada hikmahnya. Tapi tetap semangat ya sama tujuan utama kamu,” ucap Fitriani berusaha menenangkan Rihana.
“Cerai dari Bagas kan, tujuan utama kamu. Tapi aku denger itu, kenapa aku sedih ya?!” tanya Fitriani.

“Iya. Yuk pulang aja kita!” ajak Rihana tak bersemangat lagi.

Tapi Rihana buru-buru membatalkannya karena dia baru ingat kalau sahabatnya itu baru saja memesan nasi, lauk dendeng batokok dengan sambel ijo.

“Eh lupa kamu kan pesen nasi. Ya sudah kamu makan dulu, aku ke kasir ya bayar makanannya,” kata Rihana lemah.

Sesekali, pandangan Rihana tertuju ke arah meja Cahyo dan perempuan disampingnya itu.
“Siapa dia. Istrinya kali ya?!” tanya Rihana dalam hati, dengan penuh kekecewaan.

Selang setengah jam kemudian, Rihana dan Fitriani beranjak pergi dari rumah makan itu.


Pupus harapan. Kemarin, baru saja Rihana merasa GR saat disapa Cahyo di acara reunian.

Ternyata dibalik kesendiriannya kemarin, Cahyo masih didampingi istrinya.

Senam sehat PLN minggu depan yang rencananya bakal diikuti Rihana, juga tak lagi memberinya semangat.

BACA JUGA:  Ham Eun Jung, Baek Sung Hyun Lakukan Pembacaan Naskah Drama Baru A Profitable Cage

Fitriani pun menyinggung soal acara itu.
“Tapi, Ri. Kamu tetap ikutan acara senam sehat PLN minggu depan kan?” tanya Fitriani penasaran.

“Fit. Aku nggak ikutan. Kamu aja!” Udah nggak semangat lagi aku. Malas!”

“Yah jangan begitu dong Ri. Ikutan acara senam sehat itu, hitung-hitung nabung buat kesehatan tubuh!” Fitriani menasehati sahabatnya itu.

“Hmmm..Nggak! Sekali nggak ya nggak!” tegas Rihana.

“Plis. Ri. Jangan begitu. Hitung-hitung healing kita. Perkara Cahyo, mari kita lupakan. Merusak pikiran aja, kalau bahas soal laki-laki. Ini lihat aku..Bebas hambatan, tanpa cowok. Hehehe!”

Rihana masih terdiam.
“Yaโ€ฆโ€ฆkita tetap ikutan ya. Sayang banget baju olah raga kamu yang baru beli.” Fitriani berusaha membujuk Rihana.

“Iya iya iya.” Rihana masih kesal dan kecewa berat.

“Doa in aku dapat motor ya Ri. Biar bisa buat happy-happy, beli makanan yang kita suka. Beli baju-baju di boutique.” Fitriani berkhayal.

“Hmm. Dasar!” celetuk Rihana.
“Fit. Tolong carikan aku siapa ya laki-laki yang bisa disewa buat jadi selingkuhan pura-pura aku!”

“Nah begitu dong semangat sahabat aku ini,” Fitriani ikutan bersemangat membahas soal laki-laki yang bisa diajak jadi selingkuhan pura-pura Rihana.

“Nanti, kalau aku bisa dapatkan, ada imbalannya nggak?!” Fitriani terkekeh.

“Ih apaan sih.. Tapi, tenang aja..Pasti ada. Sekarang ini, aku pusing. Ingin cepat-cepat bebas dari Bagas.” kata Rihana serius.

“Sttt..Diam dulu. Aku mau telepon kawan aku.” kata Fitriani.

“Iya. Tenang aja. Kamu cuma pura-pura jadi pacar bohong-bohongan dia. Tapi awas jangan sampai jatuh cinta beneran ya. Hahahah. Kamu nggak bakal sanggup membiayai hidup dia. Ini kawan aku, cewek tajir melintir. Dia cuma butuh buat memainkan drama saja. Ingat itu ya?!” kata Fitriani panjang lebar dibalik ponsel genggamnya itu.

BACA JUGA:  Deddy Corbuzier tanggapi saat Ivan Gunawan Minta Maaf Gara-gara Singgung Kasus Pencabulan Saipul Jamil

“Oke. Besok kita atur jadwal. Ketemu bertiga.” ucap Fitriani mengakhiri percakapannya dengan Berto, kawan pria yang juga sempat menjalin hati sama dia. Tapi, Berto lebih memilih perempuan lain, dan meski seperti itu, Fitriani dan Berto tetap sahabatan baik.


Tak ada rasa benci sedikitpun di hati Rihana, mengetahui Cahyo ada pendampingnya. Rihana merasa, petualangannya untuk mendapatkan Cahyo, belum berakhir.

Kembali dia berselancar di dunia maya. Mencari-cari sosok siapa Cahyo sebenarnya. Apakah dia pria yang masih beristri atau memang tak punya pendamping alias duda.

Karena, berkali-kali ketemu Cahyo, dia selalu sendiri. Kemarin, baru sekali dia berjalan bersama perempuan, makan bareng di rumah makan itu.

“Ih. Tiba-tiba ada foto Cahyo, dengan perempuan itu, di Instagram. Cahyo menuliskan story “Bersama teman lama.”

Rasa penasaran itu kian memuncak.
“Teman lama?!” Rihana kesal membaca status itu dan melihat kebersamaan Cahyo dengan perempuan itu.

Kemarin, sejak mengetahui Cahyo jalan bareng dan makan bareng di rumah makan itu, Rihana bertekad tak mau tahu lagi soal Cahyo.

Tapi, dengan kejadian ini, Rihana semakin penasaran, masih ingin mencari tahu identitas Cahyo yang sebenarnya.

“Fit. Tahu nggak kamu foto ini. Ternyata kemarin itu teman lama Cahyo. Itu dia nulis status di IG, bersama teman lama.” kata Rihana mengirimkan foto yang dia screenshot di IG.

“Oh berarti itu teman dia. Berarti kamu masih punya kesempatan mendapatkan Cahyo!” Fitriani memberi semangat buat Rihana.
“Hmmm.iya sih. Bantu aku doa ya Fit. Biar aku bisa dapatkan dia!” Rihana seperti mendapat suntikan semangat lagi dari Fitriani.(*)