Bisnis  

Area Batam Jadi Penyumbang Terbesar, Bisnis Emas Pegadaian Tumbuh Pesat

Bintan, Posmetrobatam.co: PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) II Pekanbaru mencatat pertumbuhan bisnis positif sepanjang 2026. Segmen emas menjadi salah satu pendorong utama dengan pertumbuhan outstanding loan (OSL) mencapai 92,97 persen dibandingkan September 2025.

Sementara itu, Area Batam menjadi penyumbang omset terbesar di wilayah kerja Kanwil II Pekanbaru.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Agus Riyadi, memaparkan capaian tersebut dalam kegiatan Media Gathering di Bintan, Senin(2/11).

Hingga 30 September 2026, omset pembiayaan Kanwil II Pekanbaru mencapai Rp17,13 triliun atau tumbuh 46,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11,66 triliun.

Sebutnya, area Batam menyumbang Rp7,05 triliun atau tumbuh 42,11 persen. Disusul Area Pekanbaru sebesar Rp5,76 triliun dengan pertumbuhan 54,55 persen dan Area Padang Rp4,31 triliun atau naik 45,06 persen.

“Di mana segmen emas mencatat pertumbuhan tertinggi, 97,33 persen secara tahunan atau Rp822,26 miliar. Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap Tabungan Emas,” terangnya.

Saat ini, omset segmen emas mencapai Rp1,67 triliun. Sebaliknya, segmen non-gadai turun 42,49 persen menjadi Rp190,05 miliar.

Adapun segmen gadai masih mendominasi bisnis Pegadaian dengan omset Rp15,27 triliun. Segmen ini tumbuh 45,59 persen secara tahunan dan menyumbang 89,2 persen dari total omset Kanwil II Pekanbaru.

BACA JUGA:  Central Hills dan BNI Jalin Kerja Sama Strategic Partnership untuk Percepatan Pembangunan Kawasan

Dari sisi outstanding loan (OSL), total pinjaman beredar mencapai Rp6,14 triliun atau tumbuh 34,81 persen dibandingkan tahun lalu. Capaian tersebut juga meningkat 11,29 persen dibandingkan akhir Desember 2025 dan sudah mencapai 103,4 persen dari target.

Area Batam kembali mendominasi dengan OSL Rp2,51 triliun atau menguasai 40,9 persen dari total wilayah. Angka ini tumbuh 26,8 persen.

Sementara itu, Area Pekanbaru mencatat OSL Rp2,12 triliun atau naik 33,6 persen. Area Padang menyusul dengan Rp1,51 triliun atau tumbuh 52,8 persen.

Secara keseluruhan, portofolio OSL terdiri atas segmen gadai 77,9 persen, emas 13,9 persen, dan non-gadai 8,2 persen.

Pegadaian juga mencatat peningkatan jumlah nasabah aktif menjadi 903.425 orang atau tumbuh 21,23 persen. Area Batam memiliki nasabah terbanyak, yakni 447.433 orang. Disusul Area Pekanbaru sebanyak 255.881 orang dan Area Padang 200.211 orang.

Dari sisi profitabilitas, perusahaan membukukan laba usaha Rp574 miliar atau tumbuh 42,93 persen. Capaian tersebut mencapai 130,27 persen dari target. Sementara rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat 0,75 persen, dibandingkan 0,61 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA:  Wyndham Panbil Batam Hadirkan Dua Outlet Kuliner Baru, Garden Bar dan SA HANG Restaurant

 

Agus juga memaparkan perkembangan bisnis bullion Pegadaian. Hingga September 2026, gramasi cicil emas mencapai 379 kilogram, terdiri atas Batam 122 kilogram, Pekanbaru 168 kilogram, dan Padang 88 kilogram.

Selain itu, deposito emas mencapai 119 kilogram dan saldo Tabungan Emas sebesar 835 kilogram. Omset cicil emas tercatat Rp669 miliar atau tumbuh 88,10 persen.

Pegadaian juga memperkuat layanan digital melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Di wilayah Kanwil II Pekanbaru, aplikasi tersebut memiliki 420.079 nasabah dengan total 2.223.164 transaksi. OSL layanan digital mencapai Rp248,59 miliar.

Area Batam mencatat kontribusi terbesar dengan 175.709 nasabah, 948.560 transaksi, dan OSL layanan Rp98,81 miliar.

Hingga 30 September 2026, Kanwil II Pekanbaru melayani tiga provinsi dan 39 kabupaten/kota melalui jaringan 256 outlet. Jaringan tersebut terdiri atas 28 cabang dan 238 unit.

Khusus di Kepri, Pegadaian mengoperasikan 13 cabang dan 99 UPC/UPS/colocation. Perusahaan juga didukung 1.284 agen aktif dan 212 karyawan untuk melayani 466.010 nasabah aktif.

BACA JUGA:  Fox Hotel Nagoya Batam Resmi Hadir, Perluas Jejak Fox Hotels di Indonesia

Di luar bisnis, Pegadaian menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) hingga September 2026.

Program tersebut mencakup mudik bersama, santunan anak yatim, pembagian sembako, kurban, khitanan dan pengobatan gratis, beasiswa, edukasi keuangan, serta pemberdayaan UMKM.

Pegadaian juga menjalankan program lingkungan melalui pengelolaan bank sampah, penanaman pohon, dan bantuan tanggap bencana. Selain itu, perusahaan meresmikan ATM Emas sebagai bagian dari pengembangan layanan produk emas.(hbb)

Statistik artikel
Tampilan:
Klik: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *