Pemerintah Siapkan 30 Kg untuk Tiga Bulan
Batam, Posmetrobatam.co: Sebanyak 248 warga Kelurahan Baloi Permai, Kota Batam, menerima bantuan pangan berupa beras untuk periode Oktober-Desember 2026, yang berlangsung di Kantor Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Rabu (4/11). Pemerintah menyalurkan masing-masing 30 kilogram beras kepada penerima manfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan selama tiga bulan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pemerintah telah menuntaskan penyaluran bantuan pangan periode Juli-September. Selanjutnya, pemerintah melanjutkan program tersebut untuk periode Oktober-Desember dengan sasaran 33,2 juta penerima di seluruh Indonesia.
“Jadi untuk tiga bulan ini diberikan 30 kilogram, masing-masing 10 kilogram per bulan. Penyaluran bagi penerima yang berada di desil 1 hingga 4. Ini bantuan gratis atau free. Kalau mendesak, jika Bulog belum bagi warga bisa datang ke Kantor Bulog,” ucapnya.
Masih kata Zulkifli bantuan tersebut bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan menjelang akhir tahun. Pemerintah mengantisipasi potensi kenaikan harga beras akibat kondisi musim kemarau.
“Karena jika menjelang akhir tahun, harga beras mengalami sedikit kenaikan. Karena itu, pemerintah menyiapkan bantuan beras,” kata dia lagi.
Selain menyalurkan bantuan langsung, pemerintah juga menjaga keterjangkauan harga beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Untuk di Kepri sendiri pemerintah menetapkan harga beras SPHP sebesar Rp13.100 per kilogram atau Rp65.500 untuk kemasan lima kilogram. Harga tersebut mengikuti harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku di Kepri.
Zulkifli mengatakan masyarakat di luar kelompok penerima bantuan langsung tetap bisa memperoleh beras dengan harga terjangkau melalui program tersebut.
Dalam kesempatan itu, Zulkifli turut menjelaskan langkah pemerintah mengoptimalkan stok beras Bulog yang telah tersimpan lebih dari satu tahun.
Beras yang mengalami perubahan warna dan tidak lagi layak dikonsumsi sebagai beras akan diolah menjadi tepung. Produk tersebut nantinya dapat digunakan sebagai bahan baku bihun, kue, dan berbagai produk pangan lainnya.
Pemerintah juga menyiapkan 100.000 hingga 150.000 ton jagung untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Bulog akan melelang stok tersebut dengan harga Rp5.500 per kilogram.
Langkah ini bertujuan menekan biaya produksi peternak, terutama peternak ayam, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.
Zulkifli menyebut harga jagung di pasaran saat ini berkisar Rp7.000 hingga Rp7.500 per kilogram. Dengan melepas stok Bulog melalui mekanisme lelang, pemerintah berharap peternak bisa mendapatkan pasokan dengan harga lebih rendah.
Sementara itu, salah seorang penerima bantuan, Rosna (35) mengaku bersyukur menerima bantuan beras tersebut. “Bantuan ini sangat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” ucapnya. (hbb)
Tampilan:
Klik: 0













