Warga Batam Pendaftar BPNT dan PKH Terus Bertambah, Terbanyak Sagulung dan Sekupang

Batam, Posmetrobatam.co: Sebanyak 119.141 kepala keluarga (KK) di Batam telah terdaftar melalui kanal Perlindungan Sosial (Perlinsos), atau mencapai 23,43 persen dari total 508.552 KK. Warga yang mendaftar terus bertambah.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam, Zulkifli Aman mengatakan, pendataan melalui portal Perlinsos masih berlangsung setelah masa pendaftaran diperpanjang hingga Desember 2026.

“Ini masih jalan terus, sekarang cakupan sudah mencapai 23,43 persen dari seluruh KK yang tercatat di Batam sebanyak 508.552 KK,” kata Zulkifli, Senin (26/10).

Ia menjelaskan, data pendaftaran dikelompokkan berdasarkan kanal atau segmen pengguna, antara lain masyarakat umum yang mendaftar secara mandiri melalui layanan self-service, aparatur sipil negara (ASN), serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Sagulung mencatat pendaftar terbanyak dengan 20.196 KK, disusul Sekupang sebanyak 15.658 KK dan Bengkong sebanyak 13.687 KK.

BACA JUGA:  Jumlah Pencari Kerja di Batam pada Triwulan I Tahun 2025 Meningkat, Terbanyak dari Sagulung

Menurut Zulkifli, data dalam portal juga melakukan pemetaan potensi penerima bantuan, termasuk bantuan pangan non-tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) berdasarkan kategori kelayakan.

“Data yang dapat diakses pemerintah daerah masih berupa angka agregat sehingga belum menunjukkan secara terperinci tahapan verifikasi setiap calon penerima,” katanya.

Ia mencontohkan, data di Sagulung yang menunjukkan adanya pendaftar dan calon penerima dengan kategori layak maupun tidak layak. Penambahan angka pendaftar maupun potensi penerima dapat berasal dari sanggahan masyarakat atau munculnya data baru.

“Secara detail, kita tidak bisa lihat. Karena yang mengendalikan itu Dewan Ekonomi Nasional. Maka kita nggak ada akses ke itu,” ujarnya.

Zulkifli mengakui sosialisasi masih menjadi tantangan karena sebagian masyarakat khawatir pendaftaran justru membuat mereka kehilangan bantuan yang telah diterima.

BACA JUGA:  Peduli Korban Gempa Flores, PK NTT Kota Batam Galang Donasi di Sejumlah Titik

“Di lapangan kami masih menemui masyarakat yang mungkin khawatir jika mendaftar di Perlinsos karena takutnya malah tidak dapat bantuan lagi. Ini kita terus lakukan sosialisasi melalui agen Perlinsos,” kata dia.

Zulkifli mengatakan, Dinsos PM Batam telah melakukan sosialisasi di 12 kecamatan dan sejumlah kelurahan, serta menyasar sekolah, kader masyarakat, pengurus RT/RW, dan pos pelayanan terpadu. Pegawai pemerintah daerah juga dilibatkan sebagai agen.

Selain pemahaman masyarakat, kendala teknis berupa gangguan sistem turut memengaruhi proses pendaftaran.

“Terkadang sistem mengalami gangguan hingga setengah hari atau satu hari. Jadi masyarakat sudah dikumpulkan untuk mendaftar tapi server sedang ada error, ini juga menjadi kendala bagi kami,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui pada 3 pekan lalu, KK yang mendaftar program Perlinsos mencapai sekitar 110 ribu dari 508 ribu di Batam atau sekitar 22 persen.

BACA JUGA:  Komisi III DPRD Batam Gelar RDPU Bahas Aduan Masyarakat Terkait Aktivitas Cut and Fill di Sagulung

“Sekarang sudah posisi sekitar 22 persen dari seluruh jumlah KK yang terdaftar di Batam. Sekitar 110 ribu dari 508 ribu KK,” kata Zulkifli saat itu kepada wartawan, Minggu (4/10).(ant/*)

Statistik artikel
Tampilan:
Klik: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *