Warga Indonesia bukan satu-satunya yang terjaring razia polisi Arab Saudi selama musim haji. Banyak juga warga dari negara lain yang diamankan karena ingin berhaji tanpa visa haji resmi.
Pantauan Jawa Pos, polisi setempat melakukan razia di berbagai lokasi. Selain memeriksa bus pengangkut jemaah di jalur-jalur masuk Makkah, mereka merazia kawasan-kawasan penginapan.
Di jalur utama Madinah menuju Makkah, rombongan calon jemaah haji (CJH) yang menggunakan bus harus melintasi begitu banyak checkpoint (pos pemeriksaan). Pemeriksaan itu juga berlaku untuk para petugas haji. Saat Jawa Pos bersama rombongan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Madinah melintas di jalur utama Madinah–Makkah, sedikitnya ada sembilan checkpoint yang harus dilewati. Dari semua checkpoint tersebut, rombongan petugas menjalani pemeriksaan di lima lokasi. Di antaranya, Ghran Bridge dan Al Jumum.
Saat jemaah tiba di checkpoint, polisi Arab Saudi memeriksa manifes serta paspor-visa rombongan. Jika sesuai, bus rombongan bisa melanjutkan perjalanan. Sedangkan di jalur Jeddah–Makkah, seluruh jemaah akan melintasi dua checkpoint sebelum masuk Makkah. Yakni, Shumaisi dan Zaidi. Pemeriksaan paling ketat terasa di Al Jumum yang notabene adalah gerbang masuk Makkah.
Ketua PPIH Arab Saudi Nasrullah menjelaskan, pihak keamanan makin intensif melakukan pemeriksaan di jalur-jalur tersebut. ”Operasi itu berlangsung secara rutin. Di semua checkpoint,” katanya.
Tahun ini pemerintah Saudi memang memperketat lalu lintas warga yang hendak masuk Makkah selama musim haji. Itu tak lepas dari larangan pemakaian visa nonhaji selama pelaksanaan ibadah haji di fase puncak yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Juni. Pemerintah Saudi akan menutup pintu masuk Makkah pada H-5 puncak haji.
Selain pemeriksaan di pintu masuk Makkah, polisi gencar menggelar razia di kompleks penginapan jemaah haji. ”Pemeriksaan ini berlangsung menyeluruh. Bukan hanya bagi jemaah kita (Indonesia, Red), tapi juga negara lain,” jelas Kepala PPIH Arab Saudi Daker Madinah Ali Machzumi.
Jawa Pos sempat menyaksikan razia yang dilakukan petugas di salah satu kompleks pemondokan jemaah di kawasan Syisyah. Yang diperiksa adalah para jemaah dari sejumlah negara ASEAN seperti Malaysia hingga Thailand. (ris/wan/c7/oni)
CJH MENGALIR MASUK SAUDI
Total CJH reguler : 213.320 orang
CJH tiba di Saudi : 183.759 orang
CJH belum berangkat : 29.561 orang
Jemaah wafat : 43 orang
Wafat di embarkasi : 3 orang
Wafat di Madinah : 16 orang
Wafat di Makkah : 22 orang
Wafat di bandara : 2 orang
Catatan:
Data hingga 5 Juni 2024 pukul 14.00 waktu Arab Saudi.
Belum termasuk CJH khusus yang mencapai lebih dari 25 ribu orang.
Checkpoint
Jalur Jeddah–Makkah:
Shumaisi dan Zaidi
Jalur Madinah–Makkah:
Dzulhulaifah (Masjid Bir Ali)
Pertengahan jalur Madinah–Makkah, terutama di Ghran Bridge
Gerbang masuk Makkah di kawasan Al Jumum
Catatan: Selain lima titik itu, ada sejumlah checkpoint yang beroperasi di pintu masuk Makkah.
(Sumber: Siskohat Kemenag dan reportase Jawa Pos)













