Dikepung Karhutla, Pemkab Lingga Kerahkan Tiga Alat Berat hingga Drone

Lingga, Posmetrobatam.co: Menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemkab Lingga mengerahkan tiga alat berat guna membuat parit pembatas. Sehingga dapat menghambat sebaran api.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal kepada wartawan, Senin (21/9), mengatakan, alat berat tersebut dikerahkan dengan bantuan salah satu perusahaan.

Alat berat dihadirkan untuk membuat parit pembatas di sekitar lokasi kebakaran. Keberadaan parit merupakan langkah untuk menghambat penyebaran api.

“Alat ini digunakan untuk membuat parit pembatas, tujuannya mengisolasi api,” ucapnya.

Ia menyebut alat berat tersebut telah dikerahkan selama tiga hari dan hingga kini masih terus beroperasi. Selama proses tersebut, kurang lebih tiga kilometer parit telah berhasil dibuat.

BACA JUGA:  Silaturahmi Gubernur dengan Pegawai dan Petugas Kebersihan serta Taman Biro Umum Kepri

Dalam penanganan karhutla sebelumnya, kata dia, terdapat sembilan titik kebakaran. Saat ini petugas masih melakukan pemantauan dan pemadaman di beberapa titik.

Untuk memantau sekaligus memetakan lokasi kebakaran, pihaknya memanfaatkan pesawat nirawak atau drone guna mengetahui dan menghitung luasan area yang terdampak kebakaran secara lebih akurat.

“Di Tanjung Bungsoi masih dimonitor. Api sudah padam, tetapi asap masih ada karena gambut, resam, dan semak belukar,” ujar dia.

BPBD Lingga mencatat luas lahan yang terbakar cukup signifikan. Khusus di wilayah Pudong tercatat sekitar 80 hektare lahan terbakar. Dari total luasan tersebut, baru sekitar 30 hektare yang berhasil dipadamkan.

Dalam menangani karhutla, kata dia, BPBD berkolaborasi dengan TNI, Polri, masyarakat, serta instansi hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Lingga.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Ajak Semua Pihak Bersinergi untuk Kelancaran Mobilitas di Momen Nataru

“Sekitar 30 hektare telah berhasil dipadamkan hingga tadi malam, sementara di sejumlah titik masih terdapat api,” kata Oktanius Wirsal.(ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *