Perjalanan Panjang Kubah Raksasa Masjid Agung Bandar Seri Bentan, dari Tuban Jawa Timur ke Bintan

Bintan, Posmetrobatam.co: Pemkab Bintan, melalui Dinas Perkim Bintan akan berusaha maksimal, menyelesaikan pembangunan Masjid Agung Bandar Seri Bentan yang ada pusat perkantoran Bintan Buyu.

Salah satu bagian terpenting dari Masjid Agung Bandar Seri Bentan yang saat ini digesa pengerjaannya, adalah 1 bagian kubah, yang ukurannya cukup besar, dan 4 kubah kecil.

Tak banyak yang tahu, kubah masjid agung itu, didatangkan dari Tuban Jawa Timur. Bisa dibayangkan bagaimana rumitnya, proses perjalanan kubah dari Tuban hingga sampai ke Bintan Buyu.

Kepala Dinas Perkim Bintan, Mohammad Irzan S.T, menyebutkan, meski terdengar rumit, alhamdulillah proses mendatangkan kubah dari Tuban menuju ke lokasi pembangunan masjid di Bintan Buyu, berjalan dengan lancar.

“Kedengarannya memang sedikit rumit.
Dari Tuban, pakai lorry, menuju penyeberangan kapal Roro di Merak Bakauheni. Proses pemasangan kubah dilakukan secara fabrikasi, dimulai dengan melakukan perhitungan dimensi kubah, kekuatan dan ketahanan rangka pendukung. Sehingga menghasilkan volume dimensi rangka sesuai yang dibutuhkan. Kemudian pola rangka dicetak untuk membentuk hiperbolik paraboloid, sesuai bentuk kubah yang didesain. Proses cetak bentuk rangka ini berlangsung selama kurang lebih, 3 minggu di workshop. Bentukan rangka dibuat dalam bentuk Knock Down dengan sambungan las. Sehingga bisa dapat dengan compact dipasang di lokasi pembangunan (Bintan Buyu).
Selanjutnya rangka disusun dalam truck untuk selanjutnya dikirim ke bintan melalui jalan darat. Lama perjalanan sekitar seminggu dari Tuban-Bintan. Setelah sampai di Bintan, dirakit kembali.
Alhamdulillah untuk progress realisasi di lapangan, positif. Sesuai Time schedule, sampai dengan batas akhir di Desember tahun ini,” demikian penjelasan panjang lebar Kadis Perkim, Mohammad Irzan S.T kemarin Selasa (15/9).

BACA JUGA:  Dinilai Berhasil Terapkan P4GN, Bupati Roby Terima Penghargaan BNN RI

Tentu saja, proses pemasangan kubah raksasa itu, tak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Butuh keterampilan dan keahlian khusus.

Apabila di awal proses pemasangannya terjadi kesalahan sedikit saja, hal ini akan berakibat fatal pada proses pemasangan selanjutnya. Maka dari itu, tenaga ahlinya juga didatangkan dari Tuban diperlukan kehati-hatian. Jadi, harus dikerjakan oleh ahlinya.

“Jadi, selain kubahnya dari Tuban, tenaga ahlinya juga sekalian kita bawa dari Tuban. Karena, memang mereka yang berpengalaman dan menguasai teknik pemasangan/ perakitan kubah itu,” sebutnya lagi.

Masih menurut Kadis Perkim, Mohammad Irzan, kenapa Pemkab Bintan memilih mendatangkan kubah dari Tuban? Alasannya, simple.

“Kita putuskan soal kubahnya dari Tuban, bukan tanpa pertimbangan. Tuban dikenal punya pengalaman dan tenaga terampil dalam hal penanganan/ pengerjaan berbagai macam jenis kubah masjid,” jelasnya penuh antusias.

BACA JUGA:  Kejari Natuna Komitmen Bekerja Maksimal, Jaga Integritas dan Dukung Pembangunan Nasional

Masyarakat Bintan juga boleh menyaksikan sendiri, saat ini kubah Masjid Agung Bandar Seri Bentan sudah mulai terlihat menyatu, menghiasi bagian atas masjid.

Dalam kesempatan ini juga, Mohammad Irzan menyebutkan, nilai kontrak proyek masjid agung tahun 2026 ini, sebesar Rp5,8 miliar.

Meliputi pemasangan kubah masjid, pemasangan sumur bor, pemasangan jaringan listrik

“Sebenarnya, secara keseluruhan, untuk merampungkan pembangunan masjid sampai finishing, masih dibutuhkan anggaran kurang lebih Rp25 miliar lagi,” sebut Mohammad Irzan.

Pihaknya berharap, sebisa mungkin, pembangunan masjid itu selesai sesuai target.

“Kita akan terus berupaya menyelesaikan pembangunan Masjid Agung Bandar Seri Bentan secepat mungkin, demi kenyamanan beribadah masyarakat Bintan. Insya Allah kalau anggarannya ada, pembangunannya akan kita gesa!” pungkasnya.(aiq)

BACA JUGA:  Realisasi Investasi Triwulan II 2025 di Kepri, Natuna Cuma Rp 2 Miliar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *