Jalanan SD 006 Teluk Bintan hanya Separuh yang Disemenisasi

Bintan, Posmetrobatam.co: Jalan Lintas Barat siang itu tampak lengang. Matahari sedang terik-teriknya, ketika jarum jam menunjukkan sekitar pukul 12.00 WIB, Kamis (10/9).

Siang itu, Posmetrobatam.co sengaja bertandang ke SDN 006 Teluk Bintan Jalan Pulau Ladi Ujung Desa Tembeling Kecamatan Teluk Bintan.

Sekolah itu berada di pelosok Desa Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan.

Sekitar satu kilometer dari Bundaran Simpang Ceruk Ijuk, di sebelah kiri sisi jalan raya, ada sebuah papan mungil penunjuk jalan. Di papan itu dituliskan SDN 006 Teluk Bintan, lengkap dengan tanda panah yang menunjukkan arah menuju ke sekolah. Papan itu hanya dipasang pada tiang besi kecil dengan tinggi sekitar satu setengah meter.

Untuk sampai ke SDN 006, kita hanya melewati jalan sepanjang 550 meter. Namun, ada cerita lain, dibalik panjang jalan yang tak sampai satu kilo meter itu.

Pemandangan kurang mengenakkan, akan kita temui disana. Jalan tersebut belum sepenuhnya disemenisasi.

Pada bagian pangkal hingga pertengahan jalan, permukaannya masih berupa tanah. Kondisinya tidak rata, dengan material tanah berwarna kemerahan yang didominasi bauksit.

BACA JUGA:  Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci, Satu JCH Asal Kepri Terserang Pneumonia

Ketika.cuaca panas, tak menjadi masalah. Namun, ketika hujan turun, jalan tanah jadi becek. Dihambah lagi, ketika ada longsoran tanah bauksit yang memenuhi jalanan. Dipastikan jalan bakal becek.

Beberapa guru, mengeluh karena pernah jatuh di jalan itu. Kata mereka, kapan akses jalan menuju sekolah mereka, disemenisasi full. Jadi, biar tidak terjatuh lagi di jalan itu.

Saban hari, jalan ini tak hanya dilalui guru dan murid yang bersekolah di SD 006 Teluk Bintan. Sebab, ada beberapa kepala keluarga tinggal di desa ini.

Kedatangan Posmetro ke SDN 006 Teluk Bintan disambut hangat kepala sekolah bersama sejumlah guru.

Kepala Sekolah SDN 006, Jumiati tak ingin bicara banyak, saat ditanya Posmetro, soal kondisi jalan menuju ke sekolahnya itu. Jumiati, menyerahkan sepenuhnya soal jalan itu, pada Hamdan, guru kelas 6 SDN 006 Teluk Bintan.

“Sama Pak Hamdan saja ya. Apa yang beliau katakan, sama dengan apa yang akan saya sampaikan. Tapi, intinya kami pasrah saja, menerima keadaan. Mau bagaimana lagi? Soal jalan, itu urusan para petinggi-petinggi atas!” katanya seraya pamit undur diri mau ke ruangan kerjanya.

BACA JUGA:  Batam Penerima MBG Terbanyak se-Kepri

Sementara, Hamdan sendiri juga terlihat pasrah. Katanya, pihak sekolah tak bisa berbuat banyak ketika menyangkut akses jalan menuju ke sekolah itu.

“Meski tak full disemen, kami tetap bersyukur,” ujar Hamdan, pesimis.

Katanya lagi, sejauh ini, pihak sekolah hanya bisa berharap. Kiranya suatu hari nanti, bisa dapat perhatian. Jalan disemen full, dari pangkal jalan masuk, sampai menuju ke sekolah SDN 006.

Diakui Hamdan, untuk bantuan ke sekolah, pemerintah masih perhatian. Maka dari itu, ke depan, Hamdan dan guru-guru lainnya berharap pemerintah memperhatikan jalan masuk menuju ke SDN 006 Teluk Bintan.

“Dulu, sekitar tahun 2008, sekolah ini kondisinya memprihatinkan. Suka jadi langganan banjir yang tinggi airnya sampai lutut manusia dewasa. Perlahan, dari tahun ke tahun, mulai dapat perhatian pemerintah. Sekarang alhamdulillah tidak banjir lagi. Cuma satu persoalanmya, ya akses jalan menuju ke SDN 006 Teluk Bintan yang belum disemen full,” ungkap Handam.

BACA JUGA:  Jaga Silaturahmi dan Rangkul Pengurus, Kwarda Pramuka Kepri Jadikan Halalbihalal Agenda Tahunan

“Kalau soal bantuan lain, pemerintah perhatian. Hanya kondisi jalan menuju sekolah, hingga kini belum sepenuhnya nyaman untuk dilalui,” tegasnya lagi.

Jika dilihat secara keseluruhan, sebagian jalan menuju sekolah memang sudah mendapatkan perbaikan. Namun, belum seluruhnya. Semennya hanya setengah jalan.(aiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *