Batam, Posmetrobatam.co: Politeknik Negeri Batam (Polibatam) kembali menggelar Pagelaran Teknovasi 2026 pada 31 Agustus hingga 2 September 2026, di Kampus Politeknik Batam, Batam, Centre. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk memamerkan karya, mengasah kreativitas, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan industri dan berbagai mitra.
Direktur Polibatam, Ir. Bambang Hendrawan, menegaskan pendidikan vokasi harus bergerak bersama industri, pemerintah, komunitas, dan masyarakat.
“Pendidikan akan semakin relevan dan berdampak ketika kampus, industri, pemerintah, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama,” kata Bambang, usai kegiatan, Senin (31/8)
Teknovasi 2026 menghadirkan beragam agenda, mulai dari PINFest+, The 6th International Project-Based Learning (PBL) Expo, Polytechnic Creative Festival (PCFest), Polibatam Fair, seminar, pameran karya dan inovasi, hingga bazar.
Rangkaian kegiatan tersebut memberi ruang kepada mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan teknis dan hasil pembelajaran berbasis proyek. Polibatam juga mempertemukan mahasiswa dengan industri, pemerintah, komunitas, dan masyarakat untuk membuka peluang kolaborasi.
Bambang mengajak seluruh sivitas akademika tidak sekadar hadir sebagai peserta, tetapi ikut mengapresiasi karya dan membangun kolaborasi dari inovasi yang ditampilkan.
“Kehadiran dan partisipasi seluruh sivitas akademika menjadi bagian penting dalam menyukseskan Pagelaran Teknovasi 2026. Mari bersama-sama merayakan kreativitas, inovasi, dan semangat kolaborasi yang menjadi bagian dari perjalanan pendidikan vokasi di Polibatam,” ujar Bambang.
Ketua Badan Koordinasi Kemahasiswaan Politeknik Se-Indonesia (Bakorma), Dr. Tomy Andrianto, menilai Teknovasi 2026 mencerminkan karakter pendidikan vokasi yang dekat dengan kebutuhan industri.
Menurutnya, kampus tidak boleh berjalan sendiri. Pendidikan vokasi harus menghasilkan karya dan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi industri maupun masyarakat.
“Vokasi tidak boleh berjalan sendiri. Kampus harus dekat dengan industri, pembelajaran harus melahirkan karya dan inovasi, dan inovasi pada akhirnya harus memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Tomy.
Ia menilai Teknovasi memiliki daya tarik karena menggabungkan pendidikan, kompetisi, kreativitas, inovasi, industri, karier, dan kolaborasi dalam satu rangkaian kegiatan.
Tomy juga mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar mengejar kemenangan. Ia mendorong mahasiswa menjaga integritas dan sportivitas sekaligus memperluas jaringan.
“Jangan hanya pulang membawa medali, sertifikat, atau foto kegiatan. Bawalah teman baru, ilmu baru, serta peluang kerja dan kolaborasi baru,” ujarnya.
Senada disampaikan, Asisten I Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Yusfa Hendri, menilai teknologi, inovasi, dan kecerdasan buatan akan semakin menentukan masa depan Batam.
Karena itu, ia mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka harus mampu menciptakan teknologi, melahirkan inovasi, dan menjadi agen perubahan.
“Generasi muda Batam harus menjadi generasi yang unggul. Tidak saja sebagai pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu menjadi pencipta teknologi, inovator, dan agen perubahan transformasi digital,” kata Yusfa.
Menurutnya, kebutuhan talenta terus meningkat seiring perkembangan Batam sebagai kawasan industri, perdagangan, jasa, galangan kapal, pariwisata, hingga pusat data.
Kondisi tersebut menempatkan pendidikan vokasi pada posisi strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Pendidikan di Batam menjadi kunci untuk memenangkan persaingan di masa yang akan datang,” pungkasnya.
Selama pelaksanaan Teknovasi 2026, Polibatam menyesuaikan penggunaan sejumlah area parkir di lingkungan kampus.
Polibatam meminta sivitas akademika dan pengunjung mengikuti arahan petugas serta memperhatikan penanda dan informasi lokasi parkir yang tersedia.(hbb)













