Bisnis  

Batam Aero Engine Hadir, Lion Group Perluas Industri Penerbangan Batam

Batam, Posmetrobatam.co: Batam Aero Engine (BAE) menyiapkan Batam sebagai salah satu pemain dalam bisnis perawatan mesin pesawat dunia. Perusahaan menargetkan menguasai sekitar 5 persen pasar global pada semester II 2026.

Target itu dibarengi langkah besar. Lion Group ingin memperluas kawasan Batam Aero Teknik dan mengajak investor membangun industri pendukung penerbangan di Batam.

Presiden Direktur Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, mengatakan BAE telah mengantongi sertifikasi dari Kementerian Perhubungan dan sejumlah otoritas penerbangan negara lain.

“Di awal berdirinya ini mungkin kita sampai akhir atau semester kedua 2026 nampaknya bisa mengambil 5 persen dari market seluruh dunia,” kata Daniel saat The Inauguration of Batam Aero Engine, di Kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Rabu (19/8)

Masih katanya, BAE menangani perawatan mesin pesawat dan auxiliary power unit (APU). Fasilitas ini memberi pilihan baru bagi maskapai yang selama ini mengirim mesin untuk menjalani perawatan di luar negeri.

“Tentunya dengan layanan ini BAE menargetkan bisa menahan devisa di dalam negeri. Begitu juga maskapai asing juga berpeluang membawa devisa ke Batam melalui jasa perawatan mesin,” harapnya.

BACA JUGA:  Masuki Tahun ke-17, Kontes Layanan Honda Kepri Tegaskan Komitmen Pelayanan "Satu Hati"

Fasilitas BAE kini memiliki 27 lini perawatan di dalam hanggar. Area luar hanggar mampu menampung hingga 90 pesawat. BAE juga mengejar waktu pengerjaan yang lebih cepat. Perusahaan menyebut turnaround time (TAT) perawatan mesin bisa dipangkas dari sekitar enam bulan menjadi tiga bulan.

Langkah berikutnya menyasar industri pendukung. Lion Group telah mengajukan tambahan lahan kepada BP Batam untuk memberi ruang bagi investor baru dan membangun bengkel komponen penerbangan. Daniel menyebut komponen seperti kabel, sistem pendingin udara, dan peralatan darurat berpeluang diproduksi di Batam.

” Iya kita ada mengajukan penambahan lahan yang nanti kita peruntukan bagi mitra kita. Seperti pelaku usaha-pelaku usaha yang akan berinvestasi di sini juga. Dan juga membangun bengkel-bengkel kecil-kecil,” terangnya.

Sementara untuk nilai investasi kumulatif Batam Aero Teknik kini mencapai sekitar Rp1,7 triliun. Pengembangan kawasan juga diarahkan untuk memproduksi komponen yang selama ini masih diimpor.

BACA JUGA:  Harris Resort Waterfront Batam Resmi Luncurkan Hawaiian BBQ Party

Ekspansi bisnis turut membuka kebutuhan tenaga kerja. BAE saat ini mempekerjakan sekitar 160 orang. Sementara Batam Aero Teknik secara keseluruhan telah menyerap lebih dari 5.700 pekerja. Lion Group memproyeksikan jumlah pekerja di kawasan tersebut mencapai 10.000 orang pada 2030.

Untuk menunjang kebutuhan itu, Lion Group mulai membangun 69 unit rumah tahap awal di Bagan Piayu. Kawasan hunian tersebut masuk dalam rencana pengembangan hingga 3.000 unit.

Hunian dekat kawasan kerja diharapkan memangkas waktu perjalanan karyawan. Bagi industri MRO yang membutuhkan ketelitian tinggi, kondisi pekerja yang prima menjadi bagian penting dalam operasional.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, melihat ekspansi Lion Group akan memberi dampak luas bagi ekonomi Batam. Dengan bertambahnya pekerja dengan keterampilan khusus dan pendapatan memadai akan mendorong konsumsi. Pembangunan hunian juga menggerakkan properti, bahan bangunan hingga jasa.

” Jadi multiplier effect ini dari hulu ke hilir. Saya percaya, setiap pergerakan ekonomi itu akan memberikan kontribusi untuk sektor-sektor yang lain,” beber Amsakar. 

BACA JUGA:  Capella Honda Ajak Pengendara Terapkan Keselamatan Berkendara Melalui Tips 5P+

Pemko Batam dan BP Batam menyatakan siap mendukung pengembangan investasi tersebut. Untuk tambahan lahan, Lion Group harus mengikuti mekanisme Land Management System (LMS) BP Batam.

Dengan target pasar global, investasi Rp1,7 triliun, dan rencana pengembangan industri komponen, Batam Aero Teknik kini diarahkan menjadi lebih dari sekadar fasilitas MRO. Kawasan ini diproyeksikan membentuk rantai industri penerbangan baru yang menyerap investasi dan tenaga kerja di Batam.

Peresmian fasilitas tersebut turut dihadiri bos Lion Group Rusdi Kirana, jajaran Lion Group, pejabat pemerintah, serta tamu undangan lainnya.(hbb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *