ISTRI PAJANGAN Bagian 11: Rihana Penasaran Sama Cahyo, Part 1

71

Karya: baiq desi rindrawati
Wartawan senior posmetro batam


Acara reunian yang berlangsung tiga hari itu, benar-benar mengubah segalanya.

Kehadiran Cahyo, memberi warna tersendiri buat Rihana. Padahal, belum ada ikatan hubungan spesial diantara Rihana dan Cahyo.

Tapi, Rihana yakin, suatu hari, dia bisa mendapatkan hati Cahyo.

“Hei..Melamun aja. Mana kamar nggak ditutup. Atau…..jangan-jangan nungguin Cahyo lewat depan kamar, terus tanpa sengaja dia mampir menyapa kamu. Pasti itu ya dalam khayalan kamu saat ini,” cerocos Fitriani membuyarkan lamunan Rihana.

“Ih apaan sih!” Rihana tak peduli apa kata Fitriani.

“Kalau boleh jujur, iya aku nunggu pejabat PLN itu lewat depan kamar aku.” celetuk Rihana yang blak-blakan sama sahabatnya itu.

“Hmm…awas nanti dilabrak bininya. Baru kamu tahu rasa. Hati-hati?!” kata Fitriani mengingatkan sambil becanda.

“Sudah. Ah. Tutup aja ya pintunya, sudah jam tengah malam ini. Tuan pejabat pujaan kamu itu nggak bakal lewat. Pasti dia sudah bobok sama bininya di kamar.” seloroh Fitriani lagi, masih terus mengamati Rihana yang tampak berharap akan kehadiran Cahyo.

Rihana diam saja, meski melihat Fitriani, bergerak hendak menutup pintu kamar hotel itu.

“Eh udah kamu tiduran di kamar aku saja. Biarin kamar kamu kosong. Kita cerita-cerita. Kapan lagi mau cerita-cerita kalau tak sekarang,” ucap sembari mengganti kaos kasualnya dengan piyama tidur warna pink.

“Besok kita balik kan ya?” tanya Fitriani sambil rebahan di ranjang hotel kamar itu.
Ada dua tempat tidur di kamar Rihana.

“Iya. Tapi kalau mau lanjut boleh juga. Bayar sendiri hotelnya.” jawab Fitriani.

Di saat keduanya mulai ingin rehat, terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamar hotel.

“Eh siapa itu ya?!” Rihana penasaran.

BACA JUGA:  Ayu Ting Ting Kembalikan Semua Seserahan Lettu Fardhana

Dia pun bergegas membuka pintunya.
Betapa kagetnya Rihana. Karena yang datang adalah Bagas.

Tanpa berpikir panjang, Bagas ngomel-ngomel di depan pintu.

“Dasar istri tak tahu aturan. Reunian sampai dua hari nggak balik. Serasa jadi anak gadis aja kamu. Melalaikan tugas dan tanggungjawab sebagai ibu. Dimana hati nurani kamu!?” bentak Bagas.

Rihana tak menjawab. Tapi, kejadian tak terduga, membuat Rihana merasa dilindungi.
“Maaf, ini suami Rihana ya?!” tanya Cahyo. Bukannya dijawab, Bagas malah semakin emosi.

“Kamu siapa?!” bentak Bagas yang sudah mengepalkan tangan, siap menonjok muka Cahyo.

“Saya manajer hotel ini.” jelas Cahyo.

Rihana terperangah mendengar pengakuan Cahyo yang katanya manajer hotel.

“Maaf Pak. Sesuai peraturan yang ada di hotel ini, tidak dibenarkan, pengunjung hotel, membuat keributan. Karena bapak akan berurusan dengan pihak keamanan hotel kami,” sebut Cahyo dengan sopan.

Tanpa basa-basi, Bagas langsung ngacir, meninggalkan kamar Rihana.

“Awas kamu. Urusan kita belum selesai. Kalau kamu nggak cepat balik. Lihat saja akibatnya!” ancam Bagas seraya berlalu dari hadapan Rihana dan Cahyo. Fitriani terbengong-bengong dengan drama satu babak yang baru saja ia saksikan di depan matanya.

“Maaf ya Mbak Rihana, kalau saya ikut campur. Saya nggak ingin terjadi apa-apa dengan Mbak Rihana.” ucap Cahyo masih dengan sikapnya yang kelewatan sopan.

“Ya sudah. Saya pamit dulu ya ke kamar,” kata Cahyo minta undur diri dari Rihana.

“I……iya iya Pak. Sebelumnya saya terimakasih banyak ya atas pertolongannya tadi,” ucap Rihana sedikit terbata-bata.

Jantungnya berdebar tak karuan saat dia ingin menjabat tangan Cahyo.

“Ya Allah, ada malaikat penolong yang datangnya tepat waktu, dan di saat aku membutuhkannya.” batin Rihana yang terpana sekaligus terpesona dengan hadirnya Cahyo.

BACA JUGA:  Harga Tiket Asia Fan Concert Tour ‘D.O’ Kyung Soo EXO di Indonesia Paling Murah 1,4 Juta

Mereka pun berpisah. Rihana buru-buru menutup pintu kamar hotel.

Fitriani, tercengang melihat Rihana.
“Seriusan manajer PLN itu ngaku jadi manajer hotel?” tanya Fitriani keheranan. Padahal, dia juga tahu kalau sebenarnya pria itu adalah seorang Direktur PLN.

“Memang pucuk dicinta ulam tiba. Dari tadi kamu kan berharap dia lewat depan kamar kamu. Kenapa dia bisa lewat beneran? Terus dia bantu kamu menyelamatkan kamu dari amukan Bagas. Terus dia kan Direktur PLN. Kenapa tiba-tiba jadi manajer hotel?!” Fitriani tepuk jidat tak habis pikir. Bahkan, dia mencoba mencari jawabannya sendiri. Tapi tak ketemu.

“Semesta telah mempertemukan aku dan Mas Cahyo,” ungkap Rihana penuh bangga.

“Hmmm. Iya juga ya. Semoga kalian berjodoh!” Fitriani lagi-lagi melucu.

“Eh kata kamu, dia ada bininya. Nggak boleh dekat-dekat sama dia. Gimana sih Mpok Fitriani ini.” protes Rihana.

Sekali lagi, berlagak seolah seperti dukun cinta, Fitriani menebak, kalau semua sudah diatur semesta dan pertemuan Rihana dan Cahyo adalah takdir bagi keduanya.


“Cepat pulang atau aku lapor polisi kamu adalah orang yang hilang,” ancam Bagas lewat chat.

Menanggapi hal itu, Rihana kesal. “Kenapa harus pakai ancam-ancam sih!” gerutu Rihana emosi.

“Siapa?!” tanya Fitriani, kepo.

“Biasa. Orang si gila tuan Bagas!” ucap Rihana yang terus terbawa emosi.

“Dia cemburu itu?” sebut Fitriani.
“Nggak biasanya seperti ini. Aku sama dia itu, hampir cuek-cuek. Urus hidup masing-masing. Aku juga heran kenapa bisa seperti ini, dia. Kemarin kemarin, dia cuek.” jelas Rihana.

Rihana tak menggubris ancaman Bagas. Dia tetap berusaha menikmati kebersamaannya bareng Fitriani.

Hari ini, jam 12.00 waktunya chek out dari kamar hotel. Rihana rasanya masih nggak ikhlas mau beranjak dari kamar hotel itu.

BACA JUGA:  Setelah Film Vina, Anggy Umbara Siap Menyapa dengan Film Kromoleo, Seram dan Sadis

“Eh Non. Sebentar lagi kita chek out. Kenapa malah belum dikemasi barang kamu?!” Fitriani terlalu kepo dengan Rihana.

“Si ganteng itu balik juga nggak ya. Hahahahah!” imbuh Fitriani bikin pernyataan yang buat Rihana patah hati.

“Balik pasti. Kalau dia nggak balik juga, kamu mau nyambung lagi ya?!” tanya Fitriani penasaran.
“Iya sih rencana!” sahut Rihana.
“Dasar orang lagi jatuh cinta memang nggak bisa dilawan ya!” celetuk Fitriani geleng-geleng.

“Hahahahah!” Rihana melepas tawa.

“Eh tapi Fit. Sepertinya dia nggak ada bininya. Soalnya dari kemarin aku lihat dia nggak sama bininya!” Rihana bersemangat mengatakan itu.

“Duda kali ya jangan jangan!” tebak Rihana.
“Hmmm. Entah kalau itu aku nggak bisa menebak. Siapa tahu bininya di rumah. orang yang nggak suka acara reuni. Jadi dia nggak ikutan sama suaminya!” sebut Fitriani.

“Hahahaha iya juga ya!” sebut Rihana.

“Sttt…..ada yang lewat!” Fitriani memberi kode Rihana. Karena kamar mereka memang sengaja dibuka. Seperti biasa. Rihana berharap Cahyo melintas di depan kamar dia.

Rihana diam. Tapi dia deg-degan melihat Cahyo melintasi kamarnya.
“Dia tidur di kamar berapa sih?!” tanya Fitriani penasaran.
“Cek lah!” ucap Rihana seakan juga penasaran.
“Sepertinya dia tidur di kamar tak jauh dari kamar aku!” ucap Fitriani meyakinkan.
“Masak iya?” Rihana semakin penasaran.

“Tapi, kalau begitu kita cek aja ke bagian lobi. Pura-pura tanya kamar itu sudah chek out atau belum?” Fitriani punya usul.

“Ya udah yuk kita ke bawah aja ke lobi kita tanya. Kalau dia nyambung aku juga mau nyambung juga.” kata Rihana bersemangat.(*)