ISTRI PAJANGAN Bagian 9: Bagas Balik ke Rumah

78

Karya: baiq desi rindrawati
Wartawan senior posmetro batam

Sore itu, menjelang jam enam. Tiba-tiba mobil Pajero sport putih terparkir di halaman rumah Broto.
“Ri!” teriak Bagas.
“Rihana!”
“Hoi Rihana!”

“Eh kamu ada aturan nggak masuk rumah orang?!” bentak Broto tiba-tiba, yang melihat kedatangan Bagas.

“Maksudnya rumah orang apa Pak?” teriak Bagas lagi mulai terbakar api emosi.
“Kamu yang aku tanya dulu. Kamu kan tamu di rumah saya!” bentak Broto.

“Maksudnya apa ini Pak?!” Bagas balik emosi menanggapi pernyataan bapaknya itu.

“Bagus ya kamu baru balik. Nggak ada kabar. Kamu lebih penting kampanye ketimbang dengan keluarga kecil kamu,” bentak Broto lagi penuh emosi jiwa.

“Pak aku lagi mencalonkan diri jadi wakil rakyat. Wajar dong kalau aku fokus dengan pencalonan aku!” bantah Bagas serius.

“Oh begitu?! Bagus bagus bagus! Sampai nggak balik ke rumah. Mengabaikan anak istri. Lupa kewajiban suami. Lupa segalanya.” sebut Broto panjang lebar, menyalahkan Bagas yang mulai lupa diri, karena mencalonkan jadi wakil rakyat di DPR.
“Oh pasti dipengaruhi sama Rihana!” tuding Bagas emosi.

“Kamu nggak usah bawa-bawa nama Rihana. Seharusnya kamu introspeksi diri. Sudah jadi suami yang baik belum buat keluarga? Jadi bapak buat keluarga kecilnya aja belum.beres. Sudah mau jadi wakil rakyat, yang ngurusi orang sejagad raya. Berani banget kamu mencalonkan diri jadi wakil rakyat.” kata Broto lagi semakin emosi.

“Tapi Pak!” jawab Bagas.

“Tapi apa!? Nggak usah banyak membantah. Kalau sempat ada seribu calon wakil rakyat kayak begini. Bisa hancur Indonesia,”

Bagas terdiam. Apalagi hatinya saat ini diselimuti rasa kebencian pada Rihana. Dia menduga, Rihana sudah mempengaruhi orang tuanya.

“Ingat Gas! Bapak bangga kamu mencalonkan diri jadi wakil rakyat. Apalagi kalau kamu memang benar-benar terpilih, Bapak akan lebih bangga. Tapi, tolong ini pesan bapak sebelum bapak meninggal. Jadi wakil rakyat itu, sah-sah saja. Asal, tetap mengedepankan keluarga. Keluarga itu tempat kita pulang paling nyaman.” pesan Broto penuh makna.

Bagas mulai berusaha mengalah, berusaha mendengarkan apa pesan bapaknya itu.

BACA JUGA:  Jennie, Jisoo, Rosรฉ, dan Lisa Terlihat Kompak Bersama, di Ulang Tahun Debut BLACKPINK

Pelan-pelan Bagas juga membenarkan dalam hati, apa yang dikatakan bapaknya itu.

“Bapak nggak tahu, hati aku sudah hambar, untuk Rihana. Ada perempuan lain yang lebih menggetarkan hati aku. Dia adalah Novi.” batin Bagas.

Belum saatnya dia melepas Rihana. Tapi, setelah terpilih jadi wakil rakyat nanti, Bagas akan melepaskan Rihana.

“Bagas. Bapak mau tahu. Kamu sebenarnya masih cinta nggak sama Rihana?!” tanya Broto serius dan setengah mendesak Bagas untuk jawab jujur.

“Cinta!” jawab Bagas asal. Dia malah fokus memainkan ponselnya.

“Sekarang ini, Bagas mau fokus Pak. Buat pencalonan Bagas di DPR. Jadi, tolong beri Bagas waktu untuk bergerak,” ucap Bagas mulai mengurangi volume suaranya.

“Oh oke kalau memang itu alasan kamu. Tapi kamu tahu nggak. Bagaimana nasib anak kamu?! Dia selalu kecewa dan kecewa saat mendengar nama kamu dibahas.
Dia kecewa nggak pernah diperhatikan sama kamu! Ulang tahun dia tak ada yang meresponnya?!” beber Broto seakan memojokkan Bagas.

“Bukan aku nggak perhatian Pak. Setelah pencalonan aku ini, aku janji akan perhatian ke anak istri aku!” janji Bagas berusaha meyakinkan Broto.

“Aku pegang kata-kata dan janji kamu! Kalau kamu mengingkarinya, aku akan coret kamu dari daftar keluarga Broto Suryo Diningrat. Kamu nggak berhak menikmati harta warisan dari aku!” ancam Broto tak main-main.

Bagas terdiam dan dia terperangah dengan pernyataan bapaknya itu.

“Ri. Rihana. Kemari kamu!” panggil Broto, dan tak lama Rihana muncul dari lantai dua rumah megah itu.

“Duduk kamu RI!” perintah Broto pada menantu perempuannya itu.

Rihana hanya menurut saja perintah Broto.
Dia duduk berhadap-hadapan dengan Bagas.

Broto yang duduknya agak jauh dari keduanya, mendekat ke sofa dimana Bagas dan Rihana duduk.

“Ri. Dengarkan ini. Ini pernyataan serius dari Bagas barusan. Diaโ€ฆ.janji akan memperhatikan kalian setelah proses pencalonan dirinya di DPR selesai. Bagas janji akan perhatian sama keluarganya. Kalau dia melanggar aturan yang ada, Bapak sudah ancam dia, akan bapak keluarkan dari KK keluarga Broto Suryo Diningrat.” jelas Broto di depan Rihana dan juga Bagas.

BACA JUGA:  Shio Ini Gampang Bikin Perempuan Mabuk Asmara, Pesonanya Jangan Diremehkan!

Rihana tersenyum getir. Dia nggak yakin Bagas akan melakukan itu. Karena Rihana tahu, saat ini yang ada di kepala Bagas, hanya Novi.

Tapi, demi menjaga perasaan Broto, Rihana mengiyakan saja apa yang dikatakan mertuanya itu.

“Bilang sama saya ya kalau Bagas melanggar aturan ini. Biar saya coret saja nama dia dari KK,” ancam Broto tak main-main.

“Semua sebenarnya sudah berakhir Pak,” batin Rihana.


“Sarapan aku mana. Kok kamu buat sarapan buat anak-anak aja!” protes Bagas emosi.

Seperti biasa, Rihana memang tak buat sarapan lebih. Dia buat nasi goreng untuk tiga porsi. Gilang, Riko dan Rihana. Sedangkan sang mertua, cukup dengan minum secangkir kopi.

Tapi pagi ini, Bagas bikin emosi. Tumben banget dia singgah ke ruang makan dan menanyakan sarapan untuknya. Karena, bangun tidur, Bagas langsung ngeloyor keluar, dengan Pajero sport nya. Tak pernah peduli soal sarapan di meja makan.

Rihana pernah dibuat kecewa beberapa kali. Minta dibuatin nasi goreng, ternyata nasi gorengnya dibiarkan begitu saja, karena alasan buru-buru.

Awalnya, Rihana memakluminya. Tapi, karena terlalu sering diperlakukan seperti itu, Rihana tak lagi menyiapkan sarapan buat Bagas.

“Istri nggak becus.” bentak Bagas seenaknya. Padahal, baru kali ini, dia menanyakan soal sarapan pagi di meja makan.

“Lho biasanya kamu main pergi saja, setelah aku buatkan sarapan. Jadi aku trauma buat nyiapin sarapan pagi,” jawab Rihana.
Kali ini Rihana ingin melawan ketidakadilan yang dibuat Bagas.

Rasanya, sudah cukup penderitaan ini. Apalagi, sang mertua memberikan dia lampu hijau, untuk segera berpisah dari Bagas.

Tapi, Rihana masih punya hati. Dia masih ingin memberi kesempatan buat Bagas, apakah benar dia akan perhatian setelah terpilih jadi wakil rakyat.

Kalau setelah jadi wakil rakyat dia nggak berubah. Rihana sudah ambil keputusan dia bakal pergi dari kehidupan keluarga Broto Suryo Diningrat.

“Ma.. Jadi kan kita makan bareng sama Kakek, ini kan ulang tahun Gilang juga setahun sekali Ma!” ucap Gilang merengek.

BACA JUGA:  Verrell Bramasta Perkuat Pengawalan Usai Terima Laporan Suaranya Dialihkan untuk Caleg Lain

Mendengar itu, Bagas berusaha meresponnya.

“Wah. Papa nggak diajak nih makan barengnya?!” protes Bagas mencoba mendekati Gilang yang sedang terlihat kecewa.
“Ah papa sibuk terus!” tuding Gilang dengan wajah merengut.

“Lho kenapa anak papa jadi galak ya?!” Bagas protes lagi dan berusaha merangkul Gilang.
Tapi, Gilang menjauh. Bagas sedikit kecewa mendapat penolakan itu.

“Ya sudah kalau nggak mau sama papa. Papa jalan aja sendiri ke Mall. Mau beli sepatu baru!” kata Bagas mengiming-imingi Gilang.

Gilang tak terpengaruh. Karena hari itu, dia memang sudah buat jadwal makan bareng dengan Rihana dan Broto.

Bagas cuek dan dia berlalu begitu saja dari hadapan Gilang dan Rihana.

Sepeninggal Bagas. Gilang tiba-tiba menangis. Dia kecewa. Karena Bagas ternyata cuek soal ulang tahunnya hari ini.

“Ma. Kenapa papa cuek ya sama ultah Gilang. Papa nggak sayang ya sama Gilang?” keluh anak lelaki Rihana itu.
“Ih kenapa ini anak laki-laki mama malah cengeng. Sudah. Jangan diambil hati. Papa kamu itu sibuk. Doakan dia jadi wakil rakyat ya. Kan Gilang bangga kalau papa jadi wakil rakyat!” ucap Rihana menenangkan Gilang.

“Nggak. Gilang nggak mau doakan Papa!” celetuk Gilang marah.
“Hus nggak boleh begitu sayang. Itu papa kamu lho. bukan orang lain!” Rihana mengingatkan Gilang agar dia tak menanam kebencian pada Bagas.

“Emang papa pernah nggak doakan Gilang yang baik?” bantah Gilang dan pernyataan itu buat Rihana terhenyak. Dia sendiri bingung mau ngomong apa soal protes anak lelakinya itu.

“Pernah dong sayang. Nggak mungkin papa nggak doakan Gilang yang terbaik. Kalau sholat kan papa berdoa juga buat kesuksesan Gilang,” Rihana sebisa mungkin mengatur kalimatnya biar Gilang tak kecewa akan Bagas.

“Eh ini sudah jam 10.00 wib. Kita on the way yuk ke KFC. Coba cek kakek kamu di kamar. Sudah siap mandi belum kakek,” kata Rihana berusaha mengalihkan pembicaraan.

Gilang pun bergegas menuju kamar Broto di lantai bawah rumah mewah bertingkat itu.(*)