Batam, Posmetrobatam.co: Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Wilayah Kepulauan Riau memasuki babak baru kepengurusan dengan kembali mempercayakan Dr Afdhalun sebagai ketua untuk periode 2026–2029.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IV ILUNI UI Kepri yang digelar di Balairung BP Batam, Sabtu (25/7) lalu. Forum tersebut tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepengurusan, tetapi juga momentum menyusun arah organisasi agar semakin berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Muswil IV ILUNI UI Kepri dihadiri Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, serta ratusan alumni Universitas Indonesia dari berbagai angkatan dan latar belakang profesi.
Afdhalun kembali terpilih setelah bersaing dengan dua kandidat lainnya. Ia mengatakan kepercayaan yang diberikan anggota merupakan amanah besar untuk membawa ILUNI UI Kepri semakin aktif dalam memberikan kontribusi nyata.
“Musyawarah wilayah ini bukan hanya memilih ketua, tetapi juga menentukan arah organisasi ke depan. Fokus kami tetap bagaimana alumni bisa menghadirkan manfaat melalui kegiatan ilmiah, sosial, maupun kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Afdhalun.
Menurut dia, ILUNI UI Kepri saat ini memiliki sekitar 300 anggota yang tersebar di berbagai bidang pekerjaan. Potensi tersebut menjadi kekuatan organisasi untuk ikut memberikan pemikiran dan solusi terhadap berbagai persoalan di daerah.
Ke depan, kepengurusan baru akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, baik Pemerintah Kota Batam, Pemerintah Provinsi Kepri, maupun ILUNI UI pusat.
“Kami akan membuka ruang diskusi dengan pemerintah dan berbagai pihak. Jika ada gagasan dari ILUNI UI pusat yang bisa diterapkan di Kepri, tentu akan kami dorong agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Muswil IV ILUNI UI Kepri juga menjadi bukti keberlanjutan regenerasi organisasi. Kegiatan tersebut mempertemukan alumni dari berbagai generasi, mulai dari lulusan senior hingga alumni baru.
Alumni tertua yang hadir berasal dari Fakultas Ekonomi angkatan 1964. Sementara alumni termuda merupakan lulusan Fakultas Kedokteran angkatan 2024.
Afdhalun menilai keberagaman generasi tersebut menjadi modal penting bagi organisasi agar tetap berkembang mengikuti perubahan zaman.
“Regenerasi adalah kekuatan organisasi. Yang terpenting saat ini adalah menjaga soliditas, memperkuat konsolidasi, dan menyusun program yang benar-benar bisa diwujudkan,” ujarnya.
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berharap ILUNI UI Kepri dapat mengambil peran lebih besar sebagai mitra strategis pemerintah.
Menurut dia, pembangunan Batam dan Kepri membutuhkan kolaborasi berbagai elemen, termasuk kalangan akademisi dan alumni perguruan tinggi.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan masukan, gagasan, dan pemikiran dari berbagai pihak agar pembangunan berjalan semakin baik,” kata Amsakar.
Ia membuka ruang kerja sama dengan ILUNI UI Kepri untuk melahirkan ide-ide strategis yang dapat mendukung kemajuan Batam dan Kepulauan Riau.
Dengan kepengurusan baru, ILUNI UI Kepri menargetkan organisasi tidak hanya menjadi wadah silaturahmi alumni, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan gagasan dan solusi bagi masyarakat.(chi/***)













