Diadaptasi dari Buku Habib Jafar, Film “Seni Merayu Tuhan” Tayang 13 Agustus 2026

77

Posmetrobatam.co: Film drama Islami Seni Merayu Tuhan akan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026. Film ini diadaptasi dari buku self-improvement dan motivasi Islami terlaris karya Habib Husein Ja’far, “Tuhan Ada di Hatimu”.

Buku tersebut mengajak pembaca membersihkan hati agar Tuhan bersemayam di dalamnya, sekaligus mendobrak pemahaman agama yang kaku menjadi lebih inklusif, humanis, dan relevan bagi anak muda.

“Agama tidak kaku. Agama itu universal, personal, dan inklusif. Yang kaku adalah sikap sebagian orang beragama karena hanya memakai kompas akal. Padahal Islam memadukan ilmu atau akal dengan akidah atau wahyu,” jelas Habib Jafar.

Sinopsis: Perjalanan Hikmah Mencari Makna Hidup

Official trailer menampilkan kisah Hikmah, anak muda yang diperankan Ari Irham. Hidupnya tampak nyaman hingga ibunya, diperankan Rieke Diah Pitaloka, meninggal dunia.

BACA JUGA:  Makin Cantik! Revalina S Temat Tuai Perhatian dan Pujian di Media Sosial

Semasa ibunya hidup, Hikmah jarang pulang. Telepon dan pesannya tak pernah dibalas. Ia lebih sibuk bersenang-senang dengan pacarnya, Sophia yang diperankan Lutesha. Saat diajak sholat Jumat, jawabannya hanya, “Sudah pernah”.

Kehilangan sang ibu membuat hidup Hikmah berubah 180 derajat. Dari yang sebelumnya jauh dari Tuhan, ia mulai mencari jalan pulang, meski sudah lupa kapan terakhir kali sholat.

Dibintangi Ari Irham, Debut Sutradara Cesa David

Film ini dibintangi Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy. Diproduseri Salman Aristo dan Sigit Pratama, Seni Merayu Tuhan menjadi debut penyutradaraan Cesa David Luckmansyah, editor peraih 3 Piala Citra FFI.

BACA JUGA:  Ini Pesan Ashanty dan Krisdayanti Khusus Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah

Naskah ditulis Rino Sarjono bersama Salman Aristo dan Gina S. Noer. Gina juga menjadi produser eksekutif bersama Orchida Ramadhania.

Seni Merayu Tuhan adalah kisah perjalanan anak muda menuju kedewasaan. Ceritanya dekat dengan generasi muda, dikemas lewat keluarga, persahabatan, cinta, kehilangan, dan pencarian makna hidup,” kata produser Salman Aristo saat konferensi pers di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Kamis 2/7/2026.

Bagi Cesa David, film ini adalah panggilan baru. “Selama ini saya di balik meja editing. Tapi kisah Seni Merayu Tuhan sangat personal. Film ini memanggil saya untuk menangkap perjalanan Hikmah bersama ibunya dan orang-orang di sekitarnya,” ujarnya.

Ari Irham menyebut film ini jadi ruang eksplorasi baru. “Gue juga punya keresahan sebagai anak muda. Pernah di posisi mencari jati diri. Gue yakin cerita Hikmah bakal relate banget buat anak muda yang lagi memahami diri, keluarga, dan proses bertumbuh,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Karya Terbaru Joko Anwar Ghost in the Cell Akan Tayang Perdana di Jerman

Kolaborasi Wahana Kreator dan Perpusnas

Seni Merayu Tuhan diproduksi Wahana Kreator bekerja sama dengan PK Films, Emtek Media, Starvision, Magma Entertainment, dan Virtuelines Entertainment. Film ini menjadi bagian dari dua slate besar Wahana Kreator bulan ini, bersama film original Netflix karya Gina S. Noer, Aku Sebelum Aku, yang rilis 16 Juli 2026.

Sebagai film adaptasi buku, proyek ini juga berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional RI dan penerbit Mizan Pustaka. Kolaborasi ini diharapkan menumbuhkan minat baca, mempertemukan budaya membaca dan menonton, serta memperluas ruang diskusi generasi muda.(fri)