“Jangan Buang Ibu” Tayang Juni, Leo Pictures Angkat Kisah Pilu Pengorbanan Seorang Ibu

44

Posmetrobatam.co Leo Pictures kembali menghadirkan film drama keluarga yang mengharukan, Jangan Buang Ibu, yang tayang di bioskop mulai Juni 2026. Film ini mengangkat kisah Ristiana, seorang ibu yang “dibuang” ke panti jompo karena ketiga anaknya tak lagi mampu merawatnya di rumah.

Diproduseri Agung Saputra dan disutradarai Hadrah Daeng Ratu, film ini menjadi cerminan keras bagi banyak keluarga yang harus memilih antara merawat ibu atau mengejar kesibukan hidup.

Jangan Buang Ibu mengajak kita kembali memahami arti cinta, pengorbanan, dan kehadiran seorang ibu. Semoga bisa jadi refleksi untuk terus memuliakan ibu yang telah melahirkan kita,” ujar Agung Saputra saat konferensi pers di Cinema XXI Epicentrum, Kamis (11/6/2026).

BACA JUGA:  Setelah Film Vina, Anggy Umbara Siap Menyapa dengan Film Kromoleo, Seram dan Sadis

Terobosan dilakukan lewat penampilan Nirina Zubir sebagai Ibu Ristiana. Nirina dituntut bertransformasi dari usia 40, 50, hingga 60 tahun, lengkap dengan kerutan dan perubahan gerak-gerik.

“Menantang banget memerankan tiga periode waktu. Membayangkan diri 20 tahun ke depan itu susah. Setiap jalan, tatapan mata, harus beda,” kata Nirina. Ia mengaku karakter Ibu Ristiana juga mengubah dirinya: “Sekarang kalau ngomong lebih santai. Dulu berapi-api, sekarang jadi mikir: buat apa buru-buru?”

Selain Nirina, film ini dibintangi Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Dwi Sasono, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Jared Ali, dan Humaira Jahra. Luna Maya dan Yasmin Napper bertindak sebagai produser eksekutif bersama Nur Iman Syafe’i dan Evi Surahmawati.

BACA JUGA:  Melly Goeslaw Ciptakan Lagu untuk Palestina

Sambutan publik sudah terasa sejak Gala Premiere keliling Indonesia di 20 kota, 30 Mei–23 Juni 2026. Tiket di banyak studio habis terjual dan penonton pulang dengan air mata.

Refal Hady, yang memerankan Tama, anak sulung yang menanggung keluarga, mengaku film ini dekat dengan realitas. “Ini dilema yang sekarang banyak kita hadapi: harus memprioritaskan ibu atau tidak. Jadi pembelajaran dan refleksi buatku, apalagi Mamaku sudah tidak ada. Seorang ibu tak tergantikan,” ungkap Refal.