Batam, Posmetrobatam.co: Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat sinergi memberantas uang Rupiah tidak asli. Botasupal terdiri atas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Polda Kepri, BIN Daerah Kepri, Kejaksaan Tinggi Kepri, dan Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Provinsi Kepri.
Kamis (21/5), Botasupal memusnahkan 5.454 lembar Rupiah tidak asli di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau. Langkah ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang sekaligus bentuk komitmen menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara dan keamanan transaksi masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Rony Widiarto P., bersama pimpinan unsur Botasupal, instansi vertikal terkait, dan asosiasi perbankan.
“Uang Rupiah palsu yang dimusnahkan berjumlah 5.454 lembar. Temuan tersebut berasal dari hasil pengolahan uang dan laporan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau selama periode November 2022 hingga Desember 2025,” ujar Rony Widiarto.
Bank Indonesia terlebih dahulu mengklarifikasi keaslian uang melalui pemeriksaan tenaga ahli dan uji laboratorium. Setelah itu, Bank Indonesia menyerahkan temuan tersebut kepada kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan sebelum dimusnahkan.
Pengadilan Negeri Batam telah menyetujui pemusnahan menggunakan Mesin Racik Kertas milik Bank Indonesia. Mesin tersebut menghancurkan uang menjadi potongan sangat kecil sehingga tidak lagi menyerupai uang. Unsur Botasupal melakukan pemusnahan secara simbolis, lalu tim Bank Indonesia melanjutkan proses sesuai prosedur dengan pengawasan Botasupal.
Data Bank Indonesia menunjukkan tren temuan uang palsu terus menurun, dari 5 ppm (piece per million) pada 2023 menjadi 4 ppm pada 2024–2025. Penurunan ini sejalan dengan peningkatan kualitas bahan uang, teknologi cetak, dan unsur pengaman Rupiah yang semakin modern sehingga lebih mudah dikenali dan sulit dipalsukan.
Peningkatan kualitas Rupiah juga mendapat pengakuan internasional. Uang Rupiah Tahun Emisi 2022 meraih penghargaan Best New Banknote Series pada IACA Currency Awards 2023. Selain itu, pecahan Rp50.000 Tahun Emisi 2022 menempati peringkat kedua dunia sebagai mata uang paling aman dan sulit dipalsukan versi BestBrokers pada 2024.
Bank Indonesia bersama Botasupal juga terus mengedukasi masyarakat melalui kampanye Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah. Edukasi dilakukan dengan mengajak masyarakat mengenali keaslian Rupiah melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta merawat uang dengan prinsip 5J (Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, Jangan Dibasahi).
Melalui kampanye Cinta Bangga Paham Rupiah, Bank Indonesia mengajak masyarakat menjaga Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah dan simbol kedaulatan negara Indonesia.(*/hbb)









