Minat ke SMK Lampaui SMA, Disdik Kepri Siapkan Penambahan Sekolah Baru di Batam

102

Batam, Posmetrobatam.co: Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri membuka empat jalur dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 untuk jenjang SMA dan SMK. Di tengah proses penerimaan peserta didik baru tersebut, tren minat masyarakat terhadap pendidikan kejuruan terus menunjukkan peningkatan.

Untuk jenjang SMA, kuota penerimaan dibagi melalui jalur domisili sebesar 35 persen, prestasi 30 persen, afirmasi 30 persen, dan perpindahan tugas orang tua atau mutasi sebanyak 5 persen.

Sementara itu, pada jenjang SMK, jalur prestasi mendominasi dengan kuota 75 persen, disusul afirmasi 15 persen dan domisili 10 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, mengatakan porsi jalur prestasi yang lebih besar di SMK diberikan agar calon peserta didik memiliki keleluasaan memilih sekolah dan jurusan sesuai minat serta bakat mereka.

BACA JUGA:  Siap-siap, 109 KNMP akan Dibangun di Kepri, Ini Daerah yang dapat Alokasi

“Peserta didik diberikan kesempatan lebih luas untuk memilih sekolah dan program keahlian yang diinginkan,” ujarnya.

Meski demikian, Andi mengingatkan orang tua untuk memahami keterbatasan daya tampung pada sejumlah jurusan yang menjadi favorit. Karena itu, masyarakat diminta mempertimbangkan alternatif jurusan lain yang masih memiliki kuota tersedia.

Data Disdik Kepri menunjukkan minat masyarakat Batam terhadap pendidikan kejuruan kini telah melampaui pendidikan umum. Pada 2025, sebanyak 52 persen lulusan SMP memilih melanjutkan pendidikan ke SMK, sementara yang memilih SMA hanya 48 persen.

Lonjakan minat tersebut mendorong Pemprov Kepri menyiapkan langkah penyesuaian kapasitas sekolah. Kondisi ini bahkan telah dilaporkan kepada Gubernur Kepri untuk mengantisipasi kebutuhan pendidikan ke depan.

BACA JUGA:  OJK Kepri Perkuat Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Kalangan Mahasiswa

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengonversi SMA Negeri 27 menjadi SMK Negeri 12. Akibat perubahan status tersebut, SMA Negeri 27 tidak lagi menerima peserta didik baru pada tahun ini dan seluruh aktivitas pendidikan di lokasi tersebut difokuskan untuk penyelenggaraan SMK Negeri 12.

Meski demikian, siswa kelas XI dan XII yang masih terdaftar di SMA Negeri 27 tetap akan menyelesaikan pendidikan hingga lulus. Setelah seluruh angkatan tersebut tamat, operasional SMA Negeri 27 akan dihentikan sepenuhnya.

“Langkah ini dilakukan agar layanan pendidikan dapat menyesuaikan kebutuhan dan minat masyarakat,” kata Andi.

Jika tren peningkatan minat terhadap SMK terus berlanjut, Pemprov Kepri juga telah mengidentifikasi sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi sekolah baru. Dua kawasan yang masuk dalam prioritas adalah Batuaji dan Tiban, yang dinilai telah memenuhi syarat untuk mendapatkan tambahan satuan pendidikan guna memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat.(hbb)

BACA JUGA:  LAM Batam Desak Polresta Barelang Cabut Status Tersangka Nenek Awe dan 2 Warga Pulau Rempang