BGN Hentikan Sementara Operasional 240 SPPG

85

Bogor, Posmetrobatam.co: Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional sekitar 240 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah, karena belum memenuhi standar yang ditetapkan.

“Sekarang sudah ada 240-an yang kita suspend atau dihentikan sementara, karena ada hal-hal yang harus dipenuhi,” kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana setelah meresmikan SPPG di Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5).

Menurut Dadan, penghentian sementara dilakukan, karena sejumlah SPPG belum memenuhi persyaratan kesehatan dan kelayakan operasional, mulai dari sertifikasi hingga kondisi ruangan yang dinilai belum memadai.

Ia menjelaskan, beberapa SPPG harus meningkatkan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) yang diterbitkan Dinas Kesehatan. Selain itu, terdapat dapur yang perlu dimodifikasi agar tidak terjadi potensi kontaminasi silang dalam proses pengolahan makanan.

BACA JUGA:  Ramai Peserta PBI Dinonaktifkan, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan

“Ada juga yang ruangannya harus dimodifikasi supaya tidak disilang terkontaminasi, ada juga beberapa ruangannya terlalu kecil,” ujarnya.

Dadan menegaskan sertifikat SLHS menjadi syarat wajib bagi seluruh SPPG yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Wajib, karena itu satu bagian dari SPPG yang dikeluarkan dari Dinas Kesehatan,” katanya.

Ia menyebut operasional SPPG dapat dihentikan sementara apabila dalam waktu satu bulan sertifikat tersebut belum juga diterbitkan.

“Biasanya setelah satu bulan kalau SLHS-nya belum keluar, operasinya akan dihentikan sementara,” kata Dadan.

Meski demikian, BGN terus melakukan peningkatan kualitas dan efektivitas layanan Program MBG secara nasional.
Dadan menyebut hingga saat ini telah terdapat 28.390 SPPG di seluruh Indonesia yang melayani sekitar 62 juta penerima manfaat.

BACA JUGA:  Sudah Move On, Demokrat Jajaki Gabung Koalisi PDIP

“Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan SPPG di Citaringgul dan SPPG ke-14 yang ada di Kecamatan Babakan Madang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dadan juga menyebut antusiasme siswa terhadap Program MBG cukup tinggi. Bahkan, terdapat siswa yang mulai menyukai sayuran setelah mengikuti program tersebut.

“Bahkan, ada beberapa yang tidak suka sayur jadi suka sayur, saya kira ini tren yang bagus,” kata Dadan.(ant)