Sebut Mayor Teddy “Sandera” Prabowo, Amien Rais Desak Pemecatan dan Singgung Orientasi Seksual

74

posmetrobatam.co: Hebohnya pernyataan Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais dalam sebuah video yang beredar. Beliau menegaskan bahwa Mayor Teddy memiliki kelainan orientasi seksual. Hal ini, langsung di benarkan oleh Sekretaris Majelis Syuro Partai Ummat, Ustadz Idrus Sambo dalam Kegiatan Obrolan Sabtu Seru “Mengalir Sampai Jauh” di Jakarta Pusat, Sabtu (9/5/2026).

” Dalam podcast Pak Amien, di situ sudah banyak dijelaskan bahwa Teddy ini adalah perpanjangan tangan dari Jokowi yang akan menyandera Pak Prabowo, sehingga banyak pemikir yang bagus di Prabowo tidak bisa terlaksana dengan baik, justru yang ada adalah kelanjutan Jokowi. Seolah-olah macam tersandera lah Pak Prabowo itu,” jelas Ustadz Sambo.

Sekretaris Majelis Syuro Partai Ummat ini juga menegaskan, Amien Rais siap menanggung risiko terkait pernyataan yang disampaikan dalam video tersebut. Selain orientasi seksual, Mayor Teddy juga disinyalir adalah perpanjangan tangan dari Joko Widodo. Hal ini dibuktikan bahwa sebelumnya Mayor Teddy adalah Asisten Ajudan Joko Widodo pada periode pertama kepemimpinan Jokowi, sekitar tahun 2014 hingga 2019.

BACA JUGA:  XL Axiata dan Kementerian PPPA Berdayakan Warga Binaan di 10 Lapas Perempuan Melalui Program SheInspire

“Orientasi seksual dia (Mayor Teddy) yang bisa kita lihat dari perilakunya sehari-hari dan bagaimana cara dia berbicara. Nah itu bisa kita lihat, ditambah lagi dia menikah belum sampai setahun sudah bercerai, itulah indikator yang 95% sudah kelihatan.
Dan kemudian, Teddy ini masih ada dan disinyalir oleh Pak Amien sebagai perpanjangan tangan dari Jokowi, maka Pak Prabowo tidak akan bisa menjalankan pemerintahannya dan akan tersandera terus. Maka itu, Pak Amien siap menanggung risiko atas apa yang diucapkan, baik secara hukum, maupun juga termasuk dari sisi agama,” ungkapnya.

Beliau juga menuturkan ada 3 tujuan Amien Rais terkait video tersebut. Pertama, Amien Rais ingin Presiden Prabowo sadar dan menyadari ada yang harus diperbaiki, baik secara pribadi maupun secara ketatanegaraan. Kedua, disegerakan pemecatan Mayor Teddy. Karena ia diduga adalah ranjau dari Jokowi. Ketiga, Presiden Prabowo harus mendengar suara rakyat, karena selama ini banyak suara rakyat yang terbelenggu atau tersumbat, tidak sampai dan disortir.

BACA JUGA:  Miftah Maulana Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden: Bakal Hati-hati Pilih Diksi Berdakwah

Selanjutnya Guru Besar Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia, Prof. Supardji Ahmad turut menyampaikan pandangannya terkait dengan pernyataan dari Amien Rais.

“Pak Amien tadi, menyatakan dia sendiri juga tidak memiliki ketakutan untuk kemudian membuktikan hal tersebut, terhadap apa yang disampaikan, atau tidak ada ketakutan misalnya jika sampai dalam proses di persidangan. Harapannya tidak sampai sejauh itu, tetapi esensinya adalah melalui narasi tadi diharapkan tata kelola pemerintahan kita menjadi lebih baik,” tutur Prof. Supardji.

Lebih lanjut, Prof. Supardji menjelaskan pada sisi yang lain juga menjadi perhatian bagaimana menyampaikan narasi-narasi tersebut lebih proporsional. Hal tersebut terjadi, karena adanya rasa lelah dan tidak tahan lagi dengan adanya ketidakbenaran. Akhirnya sesuatu yang pribadi dan bersifat orientasi seksual itu dieksplor di ruang publik.

BACA JUGA:  Jawa Pos Sampaikan Klarifikasi dan Fakta Hukum yang Membelit Dahlan Iskan dan Nany Widjaja

“Harapan ke depan, itu bukan sebagai suatu pilihan ketika memang masih ada narasi-narasi yang lain sebagai sarana kritik untuk memperbaiki, misalnya keberadaan pejabat atau pihak-pihak yang dituju tadi,” pungkasnya.
(Fri)