‘Kupeluk Kamu Selamanya’: Drama Ibu Tunggal Hana Malasan, Tayang 30 April 2026 di Bioskop

109

Posmetrobatam.co — Kuy! Studios mempersembahkan film debut layar lebar mereka yang bekerja sama dengan Aktina Film, Kupeluk Kamu Selamanya. Drama keluarga ini tayang mulai 30 April 2026 di bioskop Indonesia.

Kupeluk Kamu Selamanya mengikuti kisah seorang ibu tunggal bernama Naya, diperankan Hana Malasan. Ia harus merelakan kariernya demi merawat sang anak, Aksa (Jared Ali), yang memiliki penyakit bawaan sejak lahir. Ketika Naya berpisah dengan sang suami (Ibnu Jamil), hidupnya semakin menantang. Saat sakit bawaan Aksa kian parah dan membuatnya harus menjalani perawatan intensif, Naya diuji kekuatannya sebagai ibu sekaligus manusia.

Disutradarai Pritagita Arianegara, yang dalam setiap filmnya selalu bicara tentang relasi ibu dan anak, film ini menyuguhkan perjalanan emosional yang menyentuh dari kisah Naya dan Aksa. Penonton diajak memaknai arti cinta tanpa syarat dari sudut pandang seorang ibu.

BACA JUGA:  Inilah Zodiak-zodiak yang punya Sifat Pemalu dan Tidak Mudah Terbuka Pada Orang Lain

Film ini dibintangi Hana Malasan, Jared Ali, Ibnu Jamil, Fanny Ghassani, Nissy Meinard, Vonny Anggraini, Yurike Prastika, Mario Irwinsyah, dan Leroy Osmani. Kupeluk Kamu Selamanya juga menjadi debut Dinda Hauw sebagai produser, bersama Dara Dwitanti. Film ini sekaligus menandai debut Sean Gelael di industri perfilman Indonesia sebagai produser eksekutif, bersama Angga Dwimas Sasongko.

“Saya ingin penonton pulang dan menyadari, bahwa kita memiliki cinta yang tidak akan pernah selesai, yakni cinta seorang ibu kepada anaknya. Namun, ketika cinta itu selesai, ia menjadi kenangan yang juga tak akan pernah hilang,” ujar sutradara Pritagita Arianegara saat konferensi pers di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).

BACA JUGA:  Kabar Penyanyi Muchsin Alatas meninggal Dunia Dipastikan Hoaks

Bagi Hana Malasan, cinta tanpa syarat adalah memberi tanpa berharap imbal balik. Lewat karakter Naya, Hana juga melihat refleksi bahwa perempuan, terutama ibu, kerap dianggap selalu kuat sehingga merasa tidak butuh pertolongan.

“Naya mengajarkan kita untuk jangan lupa meminta tolong. Tidak apa-apa terlihat rapuh, karena itu sangat manusiawi. Rapuh itu juga bagian dari emosi manusia yang harus kita terima,” ujar Hana Malasan.

“Film ini sebenarnya tentang perjuangan seorang ibu untuk berdamai dengan kehidupan. Karena ibu yang sudah berdamai dengan hidupnya sendiri akan terefleksi ke orang-orang sekitar. Terkadang itu yang dilupakan, karena terlalu fokus menjadi ibu yang kuat dan sempurna, padahal ibu juga manusia, dan manusia tidak sempurna,” tambah Hana.

BACA JUGA:  iForte dan Protelindo Group Gelar Kompetisi Tari Nasional di Batam

Bagi Ibnu Jamil, Kupeluk Kamu Selamanya terasa sangat manusiawi. Pritagita memotret para karakternya tidak hitam-putih antara protagonis-antagonis. Film yang menceritakan perjalanan orang tua tunggal dalam memperjuangkan anaknya ini juga menjadi refleksi bagi orang tua yang sering merasa paling tahu kebutuhan sang anak.

“Film ini adalah perjuangan orang tua tunggal dengan segala cara dan keterbatasannya untuk merawat anaknya. Hebatnya, tidak ada yang antagonis, karena di dunia nyata pun tidak ada yang hitam-putih. Tergantung melihatnya bagaimana, setiap orang punya sudut pandang masing-masing,” kata Ibnu Jamil. (Fri)