Isak Tangis Pecah di Sei Lakam Timur, Karimun: Ibu 2 Anak Tewas Gantung Diri di Hari Kartini

134

Karimun, Posmetrobatam.co: Moment Hari Kartini yang merupakan pejuang hak emansipasi wanita terasa begitu pilu di Kabupaten Karimun. Seorang ibu dari dua anak diketahui mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di belakang pintu kamar tidurnya, Selasa (21/4). Kejadian ini baru diketahui sekitar pukul 06.35 Wib.

Korban diketahui berinisial NU (49), warga Kelurahan Sei Lakam Timur, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Kepri.

Sebelum ditemukan tewas tergantung, gelagat korban NU yang merupakan ibu dari dua orang anaknya, sempat dicurigai oleh anak keduanya berinsial MK (21).

Sekitar pukul 02.00 Wib, MK bangun dari tidur dan makan malam. Saat itu mendengar suara pintu. Ia pun memanggil korban “mak” lalu korban menjawab “iya sayang” kemudian ia pun bertanya “mamak dimana dan ngapain” namun korban menjawab “disini dan tidak ada buat apa – apa”. Merasa curiga ia kemudian melihat korban memegang kursi plastik warna hijau. Namun ia tak begitu menghiraukan dan kembali tidur.

BACA JUGA:  Rusak Parah, Jalan di Mukakuning Butuh Perbaikan

Pagi, sekitar ukul 06.30 Wib, MK bangun tidur, karena mendengar suara ketukan pintu dikamar korban, ia pun keluar dari kamar dan melihat sang kakak yang berinisial YK (28) dan adik korban berinisial SS (44) sedang mengetuk pintu kamar korban dan memanggil korban, namun tidak ada jawaban dari korban.

Lantaran pintu kamar terkunci dari dalam, Kemudian MK pun keluar rumah dan mengintai dari jendela kamar korban. Saat itulah ia melihat sang ibu sudah tergantung di belakang pintu kamar tidur korban.

Ia pun berlari kembali ke dalam rumah sambil menangis dan mengabarkan apa yang dilihatnya kepada Kaka dan adik korban.

Dengan upaya sekitar tenaga, ketiganya pun mendobrak pintu kamar korban dan menemukan korban tergantung di belakang pintu kamar tidur korban.

BACA JUGA:  980 Reklame Berhasil Dibongkar se-Kecamatan Batam Kota

Saat itulah informasi ini pun sampai ke telinga warga setempat. Warga pun langsung berdatangan dan membantu evakuasi dengan menghubungi pihak kepolisian. Polisi yang tiba dilokasi langsung melakukan evakuasi dan membawa jenazah korban ke RSUD M Sani guna menjalani penanganan medis.

Kapolsek Balai AKP Andri Yusri yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Kita sudah melakukan evakuasi terhadap jenazah korban dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Jenazah korban sudah dibawa ke RSUD M Sani guna proses lebih lanjut,” ujar Andri Yusri singkat.

Sementara motif korban hingga tewas tergantung masih dalam pendalaman pihak kepolisian.(ria)