Pembangkit Listrik Nuklir Iran Dibom AS-Israel, Menlu Abbas: Dampak Radiasi ke Teluk Persia

88

Posmetrobatam.co: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Sabtu (4/4), mengatakan, dampak radioaktif dari serangan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr akan menghancurkan kehidupan di ibu kota negara-negara Teluk Persia, bukan di Teheran.

Sebelumnya pada hari itu, Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengatakan, lokasi PLTN Bushehr diserang oleh Amerika Serikat dan Israel hingga menyebabkan salah satu karyawan tewas.

“Ingat kemarahan Barat tentang permusuhan yang terjadi dekat PLTN Zaporizhzhia (Zaporozhye) di Ukraina? Israel dan AS telah mengebom pembangkit Bushehr kami empat kali. Dampak radiasi akan mengakhiri kehidupan di ibu kota negara-negara GCC (Dewan Kerja Sama Teluk), bukan Teheran,” kata Araghchi di platform X.

Sebelumnya, AEOI melaporkan ada tiga serangan di PLTN Bushehr pada tanggal 17, 24, dan 27 Maret.

BACA JUGA:  Pria Punya Dua Pekerjaan; Menjadi Polisi Sekaligus Menjai Penjual Ganja

Iran juga mencatat ada dua serangan terhadap fasilitas nuklir Natanz pada tanggal 1 dan 21 Maret, serta serangan terhadap fasilitas pabrik air berat di Khondab pada 27 Maret dan terhadap pabrik produksi konsentrat uranium di Ardakan.

Iran menuding Amerika Serikat dan Israel terlibat dalam serangan-serangan tersebut.
Pada akhir Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika di Timur Tengah.

Sumber: Sputnik