Posmetrobatam.co: Israel menutup semua perbatasan di wilayah Palestina mulai Minggu (1/3) hingga pemberitahuan lebih lanjut, menyusul serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Keputusan penutupan perbatasan diumumkan oleh Coordinator of Government Activities in the Territories (COGAT) Israel, termasuk jalur Rafah, dan berlaku untuk seluruh warga Palestina kecuali pemegang izin “vital worker” yang tetap diperbolehkan melintas di beberapa titik.
COGAT menyatakan penutupan perbatasan ke Gaza “tidak akan memengaruhi situasi kemanusiaan” di wilayah tersebut.
Pihak berwenang juga menekankan langkah itu sebagai respons terhadap operasi militer gabungan AS dan Israel ke Iran.
Sebelumnya, ledakan besar terdengar dan pecahan rudal jatuh di beberapa wilayah Tepi Barat yang diduduki, menyusul sirine di sejumlah pemukiman Israel, menurut koresponden Anadolu.
Juru bicara polisi Palestina, Luay Arziqat, menyatakan fragmen rudal jatuh di empat lokasi Tepi Barat tanpa menimbulkan korban jiwa atau kerusakan material.
Serangan militer gabungan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2) pagi ditujukan untuk meniadakan apa yang disebut sebagai “ancaman” dari rezim Iran.
Menanggapi serangan itu, Iran menembakkan rudal dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Israel juga menetapkan status darurat khusus dan segera di seluruh negeri. Iran menegaskan akan memberikan respons keras terhadap agresi tersebut.
Menanggapi eskalasi konflik militer antara AS, Israel, dan Iran, Pemerintah Indonesia menyerukan semua pihak menahan diri dan mengedepankan penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai mediator guna mendorong dialog antara AS, Israel, dan Iran.
Pernyataan ini disampaikan dalam konteks meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat serangan militer gabungan AS dan Israel ke Iran.
Sumber: Anadolu









