Rusia Pasok Batubara hingga Pupuk ke Indonesia

91

Jakarta, Posmetrobatam.co: Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama strategis dengan Rusia, khususnya dalam sektor perdagangan dan ekonomi kedua negara.

Rusia menjadi pemasok komoditas strategis seperti batubara, pupuk, dan produk baja. Dan Indonesia mengekspor minyak sawit, kopi, produk kelapa, dan kakao.

Menurut Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/5), hubungan perdagangan Indonesia dan Rusia terus menunjukkan tren positif.

“Kami ingin memastikan momentum ini dapat terus diperkuat melalui peningkatan perdagangan yang saling menguntungkan dan kerja sama investasi yang lebih luas,” ujar Wamendag Roro saat melakukan pertemuan bilateral dengan Deputy Minister of Economic Development of the Russian Federation Vladimir Ilyichev di Kazan, Rusia.

Pertemuan yang berlangsung Selasa (12/5), waktu setempat itu bertujuan memperkuat hubungan perdagangan dan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia.

BACA JUGA:  PBB Prihatin Operasi Militer Israel Berlanjut di Tepi Barat

Wamendag Roro menyampaikan nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai 4,8 miliar dolar AS atau meningkat 21,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Rusia juga menjadi mitra utama Indonesia di kawasan Eurasian Economic Union (EAEU), dengan kontribusi sebesar 90,6 persen terhadap total perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut.
Menurut Wamendag, Indonesia dan Rusia memiliki hubungan dagang yang saling melengkapi.

Rusia menjadi pemasok komoditas strategis bagi Indonesia seperti batu bara, pupuk, dan produk baja.

Sedangkan Indonesia mengekspor berbagai produk unggulan seperti minyak sawit, kopi, produk kelapa, dan kakao ke pasar Rusia.

“Indonesia menyambut baik meningkatnya kepercayaan pasar Rusia terhadap berbagai produk unggulan nasional. Kami berkomitmen menjaga kualitas, daya saing, dan keberlanjutan produk ekspor Indonesia di pasar Rusia,” ujar Roro Esti.

BACA JUGA:  Ahmad Al-Sharaa Ditunjuk sebagai Presiden Transisi Suriah

Dalam kesempatan tersebut, Wamendag juga menyoroti perkembangan ratifikasi Indonesia-EAEU Free Trade Agreement (FTA), yang telah ditandatangani pada Desember 2025 di St Petersburg, Rusia.
Pemerintah Indonesia saat ini tengah mempercepat proses ratifikasi domestik dengan target implementasi perjanjian pada kuartal III atau IV 2026.

Untuk mengoptimalkan implementasi perjanjian tersebut, Indonesia mengusulkan pembentukan Indonesia-EAEU Business Council (IEBC) bekerja sama dengan Kadin Indonesia.

“Pembentukan Indonesia-EAEU Business Council diharapkan dapat menjadi katalis dalam memperkuat hubungan antarpelaku usaha, memperluas peluang investasi, serta mendorong peningkatan perdagangan kedua negara,” ujar Roro Esti.

Selain perdagangan barang, Indonesia juga membuka peluang kerja sama di sektor perdagangan jasa.

Indonesia, lanjutnya, memiliki sumber daya manusia terampil di bidang teknologi informasi, konstruksi, perhotelan, dan teknologi digital yang dapat mendukung kebutuhan industri Rusia.

BACA JUGA:  Kalah dari Indonesia, Pelatih Timnas Arab Saudi Akui Timnya Layak Dihukum

Pada kesempatan yang sama, Wamendag turut mengundang pelaku usaha Rusia untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan diselenggarakan pada 14-18 Oktober 2026 di Banten.

“Trade Expo Indonesia menjadi momentum penting untuk mempertemukan pelaku usaha kedua negara dan membuka peluang kerja sama baru di bidang perdagangan maupun investasi,” kata Roro Esti menjelaskan.

Wamendag Roro juga menegaskan komitmen Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk terus mendorong hilirisasi industri, peningkatan nilai tambah, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.(ant)