Batam, Posmetrobatam.co: Dinas Perhubungan (Dishub) menggelar apel sekaligus pemasangan seragam juru parkir (jukir) dan salurkan bus sekolah gratis di Parkiran Kantor Dishub Kota Batam, Selasa (30/12).
Kegiatan ini menandai penguatan pengelolaan parkir yang tertib, profesional, dan berada sepenuhnya dalam kontrol Dishub Kota Batam.
Apel tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, dalam menyampaikan bahwa sebanyak 593 juru parkir terdaftar menerima perlengkapan kerja lengkap. Jumlah tersebut sekaligus menandakan terdapat sejumlah titik parkir resmi yang telah teregistrasi di Kota Batam.
“Seluruh jukir ini berada di bawah kontrol Dishub. Kami membagikan perlengkapan lengkap berupa rompi, sepatu, tas pinggang, topi, payung, hingga kacamata hitam. Ini bentuk perhatian sekaligus tuntutan agar pelayanan parkir semakin tertib dan profesional,” ujar Leo Putra.
Ia juga menyampaikan bahwa kinerja sektor parkir menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga 29 Desember 2024, realisasi retribusi parkir telah mencapai Rp15 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp11,2 miliar.
“Capaian ini sudah sekitar 75 persen dari target Rp20 miliar. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperbaiki tata kelola parkir di Batam,” tambahnya.
Selain pemasangan seragam jukir, agenda penting lainnya adalah penyerahan empat unit bus sekolah gratis untuk wilayah hinterland Galang. Bus tersebut akan melayani pelajar dari Jembatan 1 hingga Jembatan 6 yang selama ini mengalami keterbatasan akses transportasi.
“Bus sekolah ini dibiayai dari APBD dan gratis bagi anak-anak. Operasionalnya ditanggung Pemerintah Kota Batam sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan,” jelas Leo.
Di lokasi yang sama, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi dan misi Pemko Batam, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan pemerataan pelayanan pendidikan.
“Kami ingin memastikan anak-anak di wilayah hinterland mendapatkan akses pendidikan yang layak. Bus sekolah gratis ini adalah bentuk kehadiran pemerintah,” ujarnya.
Amsakar juga menekankan pentingnya peran juru parkir sebagai garda terdepan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia berharap, dengan fasilitas dan perhatian yang diberikan, jukir dapat bekerja lebih jujur, profesional, dan bertanggung jawab.
“Good governance harus dimulai dari mental yang baik dan didukung sarana prasarana yang memadai. Seragam ini bukan hanya simbol, tapi juga amanah untuk meningkatkan kinerja,” tegasnya.
Pemko Batam berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan tata kelola parkir berbasis data yang valid dan transparan, dengan pendampingan Forkopimda, guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik serta pembangunan Kota Batam yang berkelanjutan.(hbb)









