Batam, Posmetrobatam.co: Sebanyak 15 perusahan dari lima negara ikut serta dalam giat Kepri ASEAN Business Forum, yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (DKUM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (17/11) di Harmoni One Hotel, Kota Batam
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi, mengatakan bahwa pentingnya kolaborasi antar pelaku usaha, terutama dengan tamu dan mitra yang hadir dari luar negeri.
“Dalam giat ini kita tidak lagi berbicara soal kompetisi. Tapi bagaimana membangun kebersamaan. Kekuatan kita berbeda-beda, dan melalui pertemuan ini, para pelaku usaha dapat saling belajar dan bersinergi. Setiap stand punya potensi yang bisa dipelajari dan dikerjasamakan,” ucapnya.
Riki juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian serta fasilitator kegiatan, Lidya Ariyantiny, yang turut memberi pendampingan dalam forum perdana tersebut.
Kegiatan ini diikuti sekitar 400 UMKM, di mana 60 UMKM di antaranya telah masuk dalam program pendampingan Bisnis Merah Putih terdiri dari 40 UMKM asal Batam serta 20 UMKM dari Tanjungpinang dan sekitarnya.
Dari jumlah tersebut, 8 UMKM terpilih dinilai memiliki chemistry kuat dan potensi kerja sama dengan perusahaan peserta forum.
DKUM Kepri mencatat ada sekitar 2.000 UMKM di provinsi ini yang telah dikategorikan berdasarkan level pengembangan menuju UMKM berkelanjutan dan naik kelas. Seluruhnya diarahkan masuk dalam lembaga Koperasi Merah Putih sebagai wadah peningkatan kapasitas.
“Jadi rogram ini belum setahun berjalan. Target kita bukan hanya skala Kepri, tapi juga mancanegara. Kepri punya keunggulan karena berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Karena itu kami menggandeng UMKM yang punya chemistry dan kepentingan untuk berkolaborasi,” kata Riki.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi ditujukan menghasilkan kerja sama konkret yang dapat memberi keuntungan nyata bagi UMKM lokal.
Pada forum ini, hadir 15 perusahaan dari 5 negara, dengan total rombongan sekitar 40 orang. Di antaranya, Singapura, Malaysia, Turkey, Taiwan dan Myanmar. Para peserta telah disambut dalam sebuah gala dinner pada malam sebelumnya.
“Setelah tiga bulan pendampingan, UMKM harus lebih percaya diri. Kapasitas dan kuantitas bukan berarti tak punya peluang besar. Kita punya keunggulan dan keunikan yang tidak dimiliki negara lain. Kami berkomitmen menindaklanjuti peluang yang terbentuk dari temu bisnis ini,” pungkasnya. (hbb)







