Pemkab Natuna Imbau Warga Waspada Banjir Pasang

148

Natuna, Posmetrobatam.co: Pemerintah Kabupaten Natuna mengeluarkan Peringatan Dini Banjir Pasang (Rob) yang diperkirakan terjadi pada 4 hingga 13 Desember 2025 mendatang.

Peringatan ini disampaikan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna berdasarkan analisis potensi pasang maksimum akibat fenomena Perigee yang bertepatan dengan fase Bulan Purnama pada 4 Desember 2025.

Untuk diketahui Fenomena Perigee adalah kondisi ketika Bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi, sehingga gaya tarik gravitasinya meningkat.

Ketika fenomena tersebut bertepatan dengan fase Bulan Purnama, potensi terjadinya pasang laut tinggi menjadi lebih besar dari kondisi normal.

Dari penjelasan Pemerintah Daerah Natuna, perpaduan kedua fenomena astronomis tersebut secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya banjir pasang (rob), terutama di kawasan pesisir Kepulauan Riau yang memiliki karakteristik topografi dataran rendah dan berhadapan langsung dengan Laut Natuna Utara.

Bupati Natuna, Cen Sui Lan dan Wakil Bupati Jarmin, S.E. melalui rilis resminya mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal dan beraktivitas di sepanjang garis pantai yang berpotensi terdampak rob.

BACA JUGA:  Gubernur Lepas Jalan Santai Dalam Rangka Reuni Akbar SMA Negeri 2 Tanjungpinang Tahun 2024

Adapun wilayah yang rentan terhadap potensi banjir rob atau air pasang itu yakni enam kecamatan dan pulau di seluruh wilayah Kabupaten Natuna yaitu Pesisir Pulau Bunguran, Serasan, Serasan Timur, Midai, Subi dan Pulau Laut.

Kemudian berdasarkan informasi yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Natuna, gelombang tinggi yang dipicu oleh penguatan angin diperkirakan turut memperbesar risiko banjir rob.

Pada periode awal Desember, wilayah Natuna memasuki fase meningkatnya aktivitas angin utara yang lazim membawa gelombang laut lebih tinggi dari biasanya.

Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, antara lain kegiatan bongkar muat di pelabuhan dan dermaga rakyat, aktivitas nelayan keluar masuk perairan, keberlangsungan usaha tambak dan budidaya ikan.

BACA JUGA:  Lanud RSA Natuna Dukung Pengamanan Udara di Laut Natuna Utara

Selanjutnya fasilitas umum di kawasan rendah seperti jalan pesisir, drainase, dan pemukiman dekat garis pantai.

BPBD memproyeksikan bahwa intensitas gelombang tertinggi di wilayah Natuna kemungkinan terjadi pada 5 hingga 10 Desember 2025, sehingga masyarakat diminta memberikan perhatian khusus pada rentang tanggal tersebut.

Disebutkan, enam kecamatan dan pulau di seluruh wilayah Kabupaten Natuna yaitu Pesisir Pulau Bunguran, Serasan, Serasan Timur, Midai, Subi dan Pulau Laut secara geografis berhadapan langsung dengan pergerakan gelombang dari arah utara yang cenderung menguat pada periode angin muson utara.

Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Natuna mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan rob, mengamankan barang berharga dan perlengkapan rumah tangga yang rentan terendam.

Lalu mewaspadai area pesisir yang rawan abrasi, menghindari aktivitas laut pada saat gelombang diperkirakan mencapai puncaknya, memantau secara berkala peringatan cuaca maritim dari BMKG.

BACA JUGA:  Pemkab Natuna Perkuat Kapasitas Aparatur dan Masyarakat dalam Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak

Pemerintah Kabupaten Natuna menekankan bahwa seluruh informasi resmi terkait perkembangan cuaca, potensi gelombang tinggi, dan peringatan rob akan terus diperbarui melalui kanal resmi pemerintah daerah serta instansi terkait.

Kesigapan masyarakat dan koordinasi antar instansi menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh fenomena ini.

Sebagai langkah antisipatif, Pemerintah Kabupaten Natuna juga menyatakan sedang memperkuat koordinasi dengan BPBD, kecamatan, perangkat desa, serta pihak BMKG guna memastikan bahwa informasi dan langkah mitigasi dapat diterima masyarakat dengan cepat dan akurat.

Sejumlah langkah kesiapsiagaan mulai disiapkan, termasuk pemantauan ketinggian pasang, patroli di wilayah pesisir yang rawan abrasi, pengumpulan data titik genangan, serta persiapan jalur evakuasi bila diperlukan.

Dengan adanya peringatan dini yang disampaikan jauh hari, pemerintah berharap masyarakat dapat lebih siap menghadapi dinamika cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung selama periode awal Desember 2025.(*)