Dishub Bangun 8 Halte Bus Trans Batam, Biaya Rp 90 Juta Per Titik

18

Batam, Posmetrobatam.co: Sebanyak 8 halte Bus Rapid Transit (BRT) Trans Batam pada 2026 dibangun, untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, serta melengkapi fasilitas transportasi publik di titik yang dinilai paling membutuhkan.

Kepala UPT Trans Batam Dishub Batam, Bambang Sucipto mengatakan, pembangunan halte tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Batam dengan nilai sekitar Rp90 juta untuk setiap titik.

“Untuk tahun ini kita ada delapan halte dibangun untuk BRT Trans Batam. Tujuannya melengkapi fasilitas dan meningkatkan kenyamanan pengguna bus Trans Batam di titik-titik yang paling membutuhkan atau yang paling urgent,” kata Bambang, Selasa (30/6).

Ia menjelaskan, lokasi pembangunan diprioritaskan pada titik-titik yang memiliki kebutuhan mendesak.

BACA JUGA:  Kartu Anggota PWI Kota Batam Sudah Bisa Transaksi di ATM BTN

“Dimana yang paling membutuhkan dan paling banyak penumpangnya itu yang kita dahulukan. Contohnya halte di depan Rumah Sakit Awal Bros-Perumahan Casablanca, yang dibongkar karena pelebaran jalan. Nanti saat jalannya sudah selesai, halte akan segera kita bangun kembali,” ujarnya.

Beberapa lokasi yang masuk dalam rencana pembangunan antara lain kawasan Masjid Agung Batam, Simpang Batu Besar, depan Lanud TNI AU Batu Besar, Bundaran Base Camp, Kampung Tengah Batu Besar, serta kawasan Casablanca di depan Rumah Sakit Awal Bros.

Meski demikian, Bambang mengatakan, titik pembangunan memungkinkan mengalami penyesuaian, sesuai kondisi di lapangan saat pelaksanaan.

“Ditargetkan seluruh pembangunan halte tersebut akan rampung pada Oktober 2026,” tambahnya.

BACA JUGA:  3 Pelangsir BBM Subsidi Digulung Polda Kepri, Polisi Dalami Keterlibatan Pihak Dishub

Selain mengandalkan APBD, Dishub Batam juga mengajak perusahaan swasta berpartisipasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mempercepat penambahan halte di berbagai wilayah.

“Di samping itu, kami juga sedang mengajak pihak swasta ikut berpartisipasi membangun halte di Batam melalui program CSR. Saat ini kami sedang menyurati sejumlah perusahaan,” katanya.

Sebelumnya, pada 2025 Dishub Batam juga telah menambah 10 halte baru di sejumlah lokasi, di antaranya Halte Politeknik Negeri Batam, Halte Plamo Garden, dan Halte Pandawa.

Dishub Batam juga berhasil menggandeng pihak swasta dalam pembangunan halte, misal halte K-Square yang diinisiasikan oleh pihak pusat perbelanjaan tersebut.
Di sisi lain, Bambang menegaskan peningkatan kualitas layanan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan halte, tetapi juga fasilitas di armada Trans Batam.

BACA JUGA:  Profil Ilham Mendrofa, Kepala Badan Saksi Nasional DPP Partai Demokrat 2025-2030

“Fasilitas bus Trans Batam sudah menggunakan fasilitas terkini. Setiap bus dilengkapi lima CCTV, pengisi daya telepon genggam, GPS yang bisa diakses masyarakat untuk mengetahui posisi dan waktu kedatangan bus melalui aplikasi Sip TB, pendingin ruangan, serta layar video untuk informasi dan iklan,” ujarnya.(ant)