Gus Salam Kandidat Calon Ketum PBNU, dapat Restu KH Nurul Huda Djazuli

62

Banda Aceh, Posmetrobatam.co: Kandidat calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam mendapat restu dari sesepuh KH Nurul Huda Djazuli serta tokoh besar NU lainnya.

“Latar belakang kami berikhtiar untuk mengabdi di PBNU pada Muktamar akan datang, yang paling utama atas perintah KH Nurul Huda Djazuli,” kata Gus Salam, Minggu (28/6).

Pernyataan itu disampaikan Gus Salam saat bersilaturrahmi dengan pengurus PWNU Aceh dan Cabang se Aceh di sela-sela kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah NU Aceh, di Banda Aceh.

Sebagai informasi, Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 telah menyepakati pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 1–5 Agustus 2026. Tetapi, untuk lokasi penyelenggaraan muktamar belum ditentukan.

Dirinya menyampaikan, KH Nurul Huda Djazuli menginginkan pengurus PBNU selalu bersatu, rukun dan kompak, mengingat organisasi ini merupakan tempat berkumpulnya para ulama yang menjadi panutan masyarakat.

BACA JUGA:  Pemerintah akan Gelar Operasi Pasar Produk Beras Besar-besaran, Ada Apa?

“Beliau sangat sedih (KH Nurul Huda Djazuli), dan prihatin melihat adanya konflik terbuka di pengurus PBNU,” ujarnya.

Karena itu, beberapa waktu lalu dalam kegiatan pertemuan di Malang. KH Nurul Huda Djazuli menyampaikan langsung perintah tersebut kepada dirinya untuk menjadi pemimpin di Nahdlatul Ulama.

“Kamu sebagai santri. Kamu juga mengabdi di NU sekarang. Harus ikhtiar menjadi pemimpin di Muktamar yang akan datang,” ujarnya mengulangi ucapan ulama yang akrab disapa Kiai Da itu.

Gus Salam menuturkan, Kiai Da memberikan dua tugas penting kepadanya, pertama harus membuat PBNU menjadi lebih rukun, kompak dan bersatu, serta mampu melakukan rekonsiliasi secara menyeluruh.

Kedua, bagaimana membuat tata kelola NU harus benar-benar menjaga nilai-nilai pesantren. Karena ini warna-warna yang paling terlihat di dalam organisasi yang diisi para ulama tersebut.

“Dua pesan utama itu yang beliau sampaikan kepada kami. Dan itu tidak hanya sekali,” katanya.

BACA JUGA:  Gen Z Dominasi Pertumbuhan Nasabah Tabungan Emas Pegadaian

Setelah mendapatkan perintah tersebut, lanjut Gus Salam, kemudian dirinya merenungi apakah pantas berikhtiar menjadi pemimpin di PBNU. Bahkan, sempat meragukan perintah tersebut karena merasa diri belum layak.

“Saya sendiri mengatakan saya tidak pantas, maka saya kemudian meminta kepastian lagi kepada pendamping beliau (Kiai Da). Apakah benar ini meminta saya untuk ikhtiar di muktamar ini. Apakah tidak salah? Dan ternyata memang itu dari beliau,” katanya.

Oleh sebab itu, sebagai seorang santri yang memang diajarkan dan dididik untuk untuk menjadi orang-orang yang taat kepada guru, ia bertekad melaksanakan tugas tersebut semaksimal mungkin.

“Maka kemudian yang pertama untuk menuju kebersamaan, kekompakan, kami kemudian melakukan sowan (berkunjung) kepada semua stakeholder yang ada di Nahdlatul Ulama, baik kepada sesepuh maupun pengurus. Karena sudah mendapatkan restu, kita akan lakukan rekonsiliasi total,” tegas Gus Salam.

BACA JUGA:  Disebut Tokoh Dunia Terkorup Versi OCCRP, Jokowi Angkat Bicara

Sementara itu, Sekretaris PWNU Aceh, Tgk Asnawi M Amin mengatakan, Aceh belum mengambil sikap dukungan untuk kandidat tertentu, sejauh ini masih mendengarkan paparan dan program kerja para calon Ketua Umum.

Sampai hari ini, baru Gus Salam yang baru bertemu pengurus NU se Aceh. Tetapi, pihaknya memberikan kesempatan yang sama kepada kandidat lainnya jika ingin bersilaturahmi dengan pengurus PWNU dan Cabang Se Aceh.

“Para kandidat yang ingin bertemu seluruh cabang kita tidak keberatan, dan memberikan kesempatan kepada semua calon. Bisa jadi nanti yang lain, semua kita terima,” katanya.

PWNU Aceh, mengajak seluruh pengurus cabang untuk bermusyawarah, bersatu dan satu suara mendukung siapa. Tetapi sebelum itu, sekarang perlu mendengar paparan atau program kerja dari kandidat terlebih dahulu.

“Gus Salam yang pertama, kita berharap kandidat lainnya juga datang bertemu silaturahmi dan berinteraksi langsung dengan pengurus NU se Aceh,” ujar Tgk Asnawi M Amin.(ant)