Pembayaran Trans Batam Pakai QRIS Tap, Mulai 1 Juni 2026 Masuk Bandara

15

Batam, Posmetrobatam.co: Penambahan 19 unit armada baru Trans Batam resmi beroperasi di Batam, mulai 1 Juni 2026. Hal ini untuk memperkuat layanan transportasi publik di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirhubda) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan meresmikan penambahan armada tersebut. Dan mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemko) Batam, yang dinilai terus berinvestasi dalam pengembangan transportasi massal perkotaan.

“Batam sudah mulai berinvestasi di transportasi publik, mulai dari penambahan unit, penguatan koridor, hingga rute bus dengan akses ke berbagai fasilitas seperti pelabuhan dan bandara. Ini langkah yang sangat baik,” ujarnya, Selasa (26/5).

Ia mengatakan, pengembangan Trans Batam melalui skema Buy The Service (BTS) menjadi bentuk kolaborasi pemerintah daerah dengan operator transportasi untuk meningkatkan layanan publik.

BACA JUGA:  Teman UMKM Batam Menggeliat Menyongsong Pertumbuhan Ekonomi Digital

“Pemda membeli layanan dari operator. Dengan skema BTS ini membantu pemerintah daerah sekaligus operator karena ada kepastian layanan,” katanya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam, Suhar mengatakan, penambahan 19 unit bus dilakukan untuk meremajakan armada lama sekaligus memperluas jangkauan layanan.

“Tujuannya ada dua, yakni peremajaan armada dan memperluas akses layanan transportasi publik. Trans Batam melayani sembilan koridor dan pada 2026 total armada akan bertambah menjadi 52 unit,” kata dia.

Menurut dia, armada baru tersebut akan ditempatkan di sejumlah koridor strategis, yakni 5 unit untuk koridor Jodoh-Batam Center, 6 unit Piayu-Batam Center, 6 unit Nongsa-Batam Center, serta masing-masing 1 unit untuk koridor Sekupang-Batam Center dan Sekupang-Tanjung Uncang.

BACA JUGA:  Maksimalkan Potensi Daerah Tanpa Mengesampingkan Syiar Agama

“Khusus koridor Nongsa-Batam Center nantinya juga akan diintegrasikan ke Bandara Internasional Hang Nadim mulai dari tanggal 1 Juni,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian armada baru digunakan untuk menambah kapasitas layanan, sementara sebagian lainnya menggantikan bus lama yang sudah tidak layak beroperasi.

“Pemko Batam mempertahankan tarif flat Trans Batam sebesar Rp5.000 untuk umum dan Rp2.000 bagi pelajar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Rony Widijarto mengapresiasi pengembangan sistem pembayaran non tunai pada layanan Trans Batam.

Menurutnya, saat ini Trans Batam telah mendukung pembayaran menggunakan QRIS Tap sehingga transaksi menjadi lebih cepat dan praktis.

“Sebelumnya pembayaran QRIS Tap belum tersedia, sekarang sudah bisa digunakan di Trans Batam. Ini bagian dari percepatan digitalisasi ekonomi untuk memudahkan masyarakat dalam membayar,” ujarnya.

BACA JUGA:  Program PKKMB Tahun 2023 Diikuti Ratusan Mahasiswa Baru

Ia mengatakan dengan adanya pembayaran melalui QRIS, transaksi akan lebih cepat dan uang tersebut dapat langsung diterima oleh instansi pemerintah.(ant)