Batam, Posmetrobatam.co: Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Royal Medika memilih hadir di tengah kabut asap dengan membagikan 250 boks masker di Simpang Franky, Kecamatan Batam Kota, Senin (19/10) sore.
Aksi sosial ini menjadi bentuk nyata RSIA Royal Medika berupaya membantu masyarakat mengurangi paparan partikel di udara sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan pernapasan.
Kondisi ini bukan sekadar persoalan jarak pandang, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan kesehatan masyarakat, terutama mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Di tengah situasi tersebut, RSIA Royal Medika berupaya mengambil bagian melalui tindakan sederhana yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Direktur Utama sekaligus Direktur RSIA Royal Medika, dr. Ratna Irawati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian rumah sakit terhadap kondisi yang sedang dihadapi warga Batam.
“Hari ini kita melaksanakan aksi sosial sebagai bentuk partisipasi kita dalam kondisi kabut asap. Pemerintah Kota Batam juga sudah melakukan upaya penanganan. Kami dari rumah sakit ingin ikut mengambil bagian dengan membantu masyarakat melalui pembagian masker,” ujar dr. Ratna di lokasi
Menurutnya, tanggung jawab rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kepada pasien yang membutuhkan pengobatan. Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat juga perlu diwujudkan melalui langkah pencegahan dan edukasi, khususnya ketika lingkungan berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan.
Baginya, membantu masyarakat menjaga kesehatan sejak dini merupakan bagian penting dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan tidak kalah penting dari pengobatan.
Selain melibatkan karyawan RSIA Royal Medika dan mahasiswa Politeknik Negeri Batam. Keterlibatan mereka tidak hanya mendukung kelancaran kegiatan, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
dr. Ratna berharap partisipasi mahasiswa dapat mendorong generasi muda untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan dan kebutuhan orang-orang di sekitarnya.
“Kami melibatkan mahasiswa Politeknik Negeri Batam. Selain karyawan, mahasiswa juga ikut berpartisipasi. Kami ingin mengajak mereka untuk sama-sama peduli,” ucapnya.
Keterlibatan berbagai pihak ini memperlihatkan bahwa menjaga kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Rumah sakit, institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dapat saling melengkapi melalui langkah nyata sesuai peran masing-masing.
Di tengah kabut asap, perhatian terhadap sesama dapat dimulai dari hal-hal sederhana: mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, membantu menyediakan perlindungan, hingga meningkatkan kesadaran akan risiko paparan udara yang tercemar.
Masyarakat pun diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel, serta mengikuti informasi kualitas udara dan anjuran kesehatan dari instansi berwenang.
Bagi RSIA Royal Medika, pembagian 250 boks masker ini bukan semata-mata tentang jumlah bantuan yang disalurkan, melainkan juga tentang pesan kepedulian yang ingin disampaikan kepada masyarakat.
Sebab, di tengah situasi yang dapat mengancam kesehatan, perhatian kecil yang diberikan dengan tulus dapat menjadi pengingat bahwa masyarakat tidak harus menghadapi persoalan ini sendirian.
Melalui aksi tersebut, RSIA Royal Medika berharap semangat kepedulian dan gotong royong terus tumbuh, sehingga upaya menjaga kesehatan masyarakat Batam dapat dilakukan bersama, bukan hanya ketika kondisi darurat terjadi, tetapi juga sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari.
“Kami berharap, kondisi kembali normal. Kita juga mengimbau agar masyarakat menggunakan masker untuk menjaga kesehatan saat keluar rumah,” pesannya. (hbb)
Tampilan:
Klik: 0













