Persyaratan Belum Terpenuhi, 35 SPPG di Kepri Diresmikan

Kepri, Posmetrobatam.co: Meski persyaratan belum lengkap atau belim terpenuhi, 35 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), diresmikan. Tujuannya memperluas penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Peresmian 35 SPPG di Kepri hari ini diprioritaskan bagi daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) serta daerah tinggi stunting,” kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Trenggono usai meresmikan sekaligus meninjau dapur SPPG di Jalan Yos Sudarso Kota Tanjungpinang, Rabu (14/10).

Peresmian SPPG di kawasan pusat ibu kota Provinsi Kepri tersebut dilaksanakan secara serentak dengan 980 SPPG dari 16 provinsi di Indonesia.

Trenggono menyampaikan, 35 SPPG yang baru diresmikan di Kepri tersebar di Kabupaten Karimun 4 SPPG, lalu Kabupaten Karimun Natuna 9 SPPG, Kabupaten Lingga 1 SPPG, Kabupaten Anambas 9 SPPG, kemudian Kota Tanjungpinang 2 SPPG, dan Kota Batam 10 SPPG.

Dia menjelaskan, peresmian dapur MBG itu masih bersifat siap operasional, artinya SPPG tidak langsung beroperasi menyalurkan MBG kepada penerima manfaat.

BACA JUGA:  Pura Satya Dharma di Kawasan Industri Mukakuning Diresmikan

Menurut dia 35, SPPG tersebut tetap harus melalui beberapa tahapan persyaratan operasional, mulai dari kesiapan peralatan, sumber daya manusia (SDM), termasuk melengkapi sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai ketentuan BGN.

“Kalau semua syarat terpenuhi, kita akan uji coba penyaluran MBG untuk 100-200 porsi dulu. Setelah berjalan sesuai SOP, baru kita menyasar seluruh penerima manfaat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Wakil Kepala BGN turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah serta masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG di Kepri.

Dia menyebut MBG merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, termasuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.

“Program ini sangat baik apabila dikelola, lalu direncanakan dan diselenggarakan sesuai ketentuan BGN. Kita ingin menciptakan MBG berkualitas dan tepat sasaran,” ungkap Trenggono.

BACA JUGA:  Kapal Kargo Terbakar, Belasan Kru Kapal Minta Tolong

Ia turut menyoroti masih banyak wilayah 3T di Kepri yang membutuhkan penambahan SPPG, contohnya di Lingga yang juga termasuk daerah dengan prevalensi tinggi stunting.

Trenggono telah menginstruksikan Kepala Regional MBG Kepri untuk menghimpun data dapur SPPG yang siap dioperasikan, terlebih di wilayah 3T.

“Daerah kepulauan tentu lebih membutuhkan MBG, jika dibandingkan dengan kota-kota besar. Karena itu, SPPG di kawasan 3T dan daerah stunting jadi prioritas kita,” katanya menegaskan.

Sementara, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura berterima kasih kepada BGN atas penambahan, 35 dapur SPPG di wilayah tersebut.

Ia menyebut keberadaan SPPG di kawasan 3T sangat dibutuhkan untuk menekan kasus anak stunting di Kepri, melalui pembagian makanan bergizi gratis.

Sampai saat ini, katanya, realisasi penerima manfaat MBG di Kepri telah mencapai 87 persen atau 594 ribu orang, yang tersebar di 230 SPPG di tujuh kabupaten/kota setempat.

BACA JUGA:  Diskon Tiket Kapal PELNI Resmi Dibuka, Berlaku untuk Semua Rute di Libur Nataru

“Kami siap bersinergi mendukung program MBG di Kepri, termasuk mengawal pengoperasian SPPG agar sesuai ketentuan BGN,” ujar Wagub Kepri.(ant)

Statistik artikel
Tampilan:
Klik: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *