ISTRI PAJANGAN Bagian 79: Cahyo Dikejar Zulaikha

Karya: baiq desi rindrawati
Wartawan senior posmetro batam

Bukan Zulaikha kalau tak berhasil mendapatkan nomor ponsel Cahyo.
Pagi itu, dia iseng mengirim pesan singkat kepada Cahyo.

“Assalamualaikum Mas Cahyo.” sapa Zulaikha lewat ponselnya.

Ponsel Cahyo bergetar. Dia buru-buru membuka ponselnya, saat tahu ada yang mengirim pesan. Tapi tak langsung membalasnya. Karena tak ada foto profil atau pun nama si pengirim.

Karena tak kunjung dibalas Cahyo, dia mengirim pesan lagi yang kedua.
“Apa kabar Mas? Sibuk banget ya. Pasti mau berangkat ke kantor, ya jam segini,” katanya lagi.

“Siapa ini ya.” balas Cahyo. Pagi itu Cahyo memang buru-buru karena ada urusan administrasi di kantor yang belum diselesaikannya. Terutama soal persiapan dia dan Rihana hendak bertolak ke tanah suci, melaksanakan ibadah umroh.

“Sayang. Aku pergi dulu ya. Ada urusan yang belum beres, terkait persiapan kita umroh!” sebut Cahyo, sembari beranjak pergi meninggalkan Rihana.

“Ya udah hati-hati di jalan.” jawab Rihana, yang melepas langkah Cahyo di depan pintu ruang tamu.

“Mas aku tahu kamu sudah di luar rumah. Balas dong!” sebut si pengirim pesan misterius itu.

Karena tak direspon Cahyo, si pengirim pesan misterius itu menelepon Cahyo.

Terpaksa Cahyo menerima panggilan telepon itu.

“Assalamualaikum Mas. Sombong banget sih sekarang!”

“Oh kamu. Kirain siapa.” kata Cahyo yang tahu suara itu adalah suara Zulaikha.

Bagaimana Cahyo nggak hafal dengan suara manja itu. Karena dulu, dia begitu merindukan suara itu hampir setiap detik.

“Jadi Mas Cahyo udah nggak menyimpan nomor ponsel aku lagi ya. Zulaikha kan nggak pernah ganti nomor ponsel. Dari pertama kenal sampai kita putus, aku nggak pernah ganti nomor HP.” kata Zulaikha panjang lebar.

“Eh maaf ya pagi ini aku bener-bener sibuk. Nanti kalau ada lowong waktunya, kita ngobrol lagi ya Zulaikha. Maaf banget. By.” kata Cahyo langsung menutup percakapan, tanpa sempat Zulaikha meresponnya.

BACA JUGA:  'Aku Butuh Dia' Qodir Band Merilis Single Terbaru

“Dasar sombong. Awas aja kamu, Mas Cahyo,” batin Zulaikha.

Meta yang melihat Zulaikha langsung mentertawakan nya.
“Ih ada yang mengejar mantan!” kata Meta sambil cekikikan.

“Dia sekarang jadi Direktur PLN!” sebut Zulaikha.

“Dia sekarang pria mapan. Mana ganteng banget sekarang. Rugi kalau nggak dapatin dia. Sayangnya sih dia udah menikah. Tapi aku nggak peduli. Dia harus jadi milikku.” kelakar Zulaikha.

“Hmmm. Jangan cari penyakit. Nanti kamu diterkam sama bini nya! Baru tahu rasa!” kata Meta mengingatkan.

“Dulu ceritanya kalian putus gimana?!” tanya Meta penasaran.

“Ada orang ketiga.” jawab Zulaikha.

“Oh dia yang selingkuh?” tanya Meta terus mengejar.

“Aku sih!”

“Dasar Lo!” sebut Meta.

“Terus aku pindah ke Jogja.” jelas Zulaikha.

“Eh takdir kembali mempertemukan kami di kota Jogja! Sebenernya dia itu jodohku,” Cerita Zulaikha meyakinkan.

“Hmmmm..halu ni orang. Jelas-jelas dia nikah sama orang lain. Ya nggak jodoh lah kalian!” protes Meta.

“Iya tapi waktu itu aku memang sengaja tinggalin dia. Lebih memilih Niko. Soalnya Niko janji nikahin aku. Ditambah lagi, Niko anak orang kaya. Secara, aku milih dia waktu itu. Eh tak tahunya dia brengsek!” kenang Zulaikha kesal.

“Terus apa kabar si Niko sekarang?!” Meta penasaran.

“Dia kan hamili ceweknya. Tapi aku denger dia pun melarikan diri ke Singapura karena tak mau nikahi cewek itu! Brengsek pokoknya dia!” Tapi, sebenernya, kebanyakan cowok sekarang, brengsek!” Zulaikha.


Jam makan siang telah tiba. Seharusnya dia balik ke rumah. Tapi, kali ini, Cahyo sengaja memilih makan di luar. Karena tak sempat pulang ke rumah.

“Mas…..makan siang dimana. Makan siang bareng yuk?!” ajak Zulaikha yang mengetahui Cahyo tidak balik ke rumah saat jam makan siang.

BACA JUGA:  DAY6 Gelar Konser 3 Hari di Indonesia Pada Oktober 2024, Perhatikan Jadwalnya

Cahyo cuek dengan pesan itu. Zulaikha tak habis akal. Dia mengirimkan foto kebersamaannya waktu dengan Cahyo.

“Aku suka lihat foto ini. Dulu, kita selalu makan bareng di warung langganan kita, ya kan Mas?” katanya lagi.

Cahyo masih tak ingin menanggapinya. Karena bagi Cahyo, Zulaikha sudah menjadi masa lalunya.
Karena tak direspon perempuan itu berusaha menghubungi nomor Cahyo.
Cahyo langsung menolak panggilan itu.
“Maaf Zulaikha, aku sedang sama istri aku.,” kata Cahyo terpaksa berbohong. Karena dia memang tak ingin memberi kesempatan kedua buat Zulaikha.

“Sombong banget jadi orang!” Zulaikha kesal.

Cahyo pun memutuskan kalau dia harus memblokir nomor kontak Zulaikha.

“Aku harus menutup akses buat Zulaikha. Karena aku nggak ingin Rihana tahu soal ini.” tegas Cahyo dalam hati.

Zulaikha tahu nomor ponselnya diblokir Cahyo. Dia pun tak kehilangan akal.

“Harus pakai nomor lain ini,” Zulaikha pun mengganti nomor ponselnya dengan nomor baru.

“Kamu harus jadi milikku lagi Mas?!” gumam nya bertekad dalam hati.


Saat di rumah, Cahyo kembali bersantai dengan Rihana. Dia meminta sejumlah barang-barang keperluan untuk umroh bareng Rihana, dipersiapkan.

“Lima hari lagi kita berangkat ya sayang,” Cahyo memberitahu Rihana.

“Iya Mas….,”

“Gimana dengan Gilang ya…..jadi ikutan umroh nggak ya dia?! Dia harus ke Jogja secepatnya. Kalau nggak mau nyusul ya gimana mau berangkat,” Rihana gelisah.

“Coba Riko hubungi adik kamu. Minta dia segera berangkat ke Jogja kalau mau ikutan berangkat ke tanah suci!” pinta Rihana.

Di tengah pembahasan persiapan berangkat ke tanah suci, buat umroh bareng, Rihana tiba-tiba bertanya soal Zulaikha.

Sebab, Rihana melihat, belakangan. ini Zulaikha sedikit aneh. Kalau menyiram bunga di depan rumah, pasti dia pakai kaos you can se, dengan paduan celana pendek sepaha!

BACA JUGA:  Maudy Ayunda Rilis Dua Lagu OST Para Perasuk, Siap Tayang 23 April 2026

“Mas kamu perhatikan cewek kamu itu nggak?!” celetuk Rihana.

“Apa sih!” Cahyo tampak nggak suka diajak membahas itu.

“Serius mas. Coba lihat. Dia tahu kalau kamu di rumah. Makanya dia sengaja ke depan, siram bunga pakai baju yang nggak sopan.” tuduh Rihana kesal melihat tingkah Zulaikha.

“Lihat Mas!” Rihana coba mengalihkan pandangan Cahyo. Tapi lagi-lagi, Cahyo cuek.

“Biarin aja lah sayang. Kali aja baju dia memang cuma itu,” katanya seraya bergegas menuju ke kamar.

Rihana meneriakinya. Karena dia merasa belum selesai bicara.

“Mas. Pembahasan belum selesai. Ini malah mau tidur.” protes Rihana dan sekali lagi, Cahyo cuek.

Rihana menyusul Cahyo menuju ke kamar.

“Bisa nggak ya kita nggak usah bahas orang lain. Kita kan mau umroh, sayang.” Cahyo mengingatkan Rihana.

Rihana terdiam. Tapi sebenernya dia menyimpan kemarahan yang mendalam pada Zulaikha.

Dia menduga, Zulaikha selalu berpenampilan seksi di depan rumahnya, itu semua dilakukan demi menarik perhatian suaminya.

“Kenapa dapat rumah kontrakan di depan rumah betina gatal itu sih!” gumam Rihana kesal.

“Janji ya sayang. Kita harus jaga diri dari segala hal yang tak bagus. Kita kan mau umroh, soalnya. Jadi jangan bahas yang bukan urusan kita,” nasehat Cahyo begitu dalam maknanya.

Rihana pun berlalu dari hadapan Cahyo. Meninggalkan pria itu melanjutkan istirahatnya di kamar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *